Pusat Pastoral Samadi, Keuskupan Agung Jakarta

Pusat Pastoral Samadi
Pusat Pastoral Samadi, Keuskupan Agung Jakarta
Puspas KAJ Samadi pada Juni 2025
PetaKoordinat: 6°13′9.84454″S 106°54′10.85713″E / 6.2194012611°S 106.9030158694°E / -6.2194012611; 106.9030158694
Informasi umum
LokasiJalan Dermaga 6, No.16, RT.3/RW.7 Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur 13470
NegaraIndonesia
DenominasiGereja Katolik Roma
Sejarah
DedikasiSanta Maria Dipamarga/Santa Maria della Strada
Tanggal konsekrasiJanuari 6, 2013; 12 jam ke depan (2013 -01-06)
Arsitektur
DitetapkanAgustus 22, 1960; 65 tahun lalu (1960 -08-22)
Peletakan batu pertamaca 1960; 66 tahun lalu (1960)
Spesifikasi
Area lantai2
Administrasi
ParokiDuren Sawit
DekenatTimur
Keuskupan AgungJakarta
ProvinsiJakarta
Klerus
Uskup AgungIgnatius Kardinal Suharyo
Imam kepalaR.D. Yustinus Ardianto

Pusat Pastoral Samadi, Keuskupan Agung Jakarta adalah sebuah kompleks rumah retret, rekoleksi, kapel dan pusat pastoral Katolik yang berlokasi di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Indonesia. Rumah retret ini berada di bawah administrasi Keuskupan Agung Jakarta. Pusat pastoral ini dinamai menurut Madonna Della Strada. Gereja ini berada dalam pengelolaan para imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta.

Sejarah

Rencana pemekaran

Keuskupan Agung Jakarta membangun Wisma Samadi, sebagaimana rumah itu awalnya dikenal, pada tanggal 22 Agustus 1960. Tujuan dibangunnya rumah itu adalah sebagai sarana pengembangan keagamaan dan sosial berdasarkan iman Katolik. Sejarah Samadi secara bertahap bergeser dari tempat pelatihan eksekutif termasuk pusat kebidanan dan medis, kemudian berfokus pada panti jompo, hingga menjadi pusat pastoral hingga hari ini.

Pada awalnya masyarakat menyebut wisma ini dengan sebutan “semedi” yang artinya meditasi, kontemplasi. Kemudian Rm. Loegmann, SJ yang saat itu bertugas memberi nama tempat itu “Wisma Samadi”. Samadi merupakan singkatan dari frasa “Santa Maria Dipamarga”. Istilah Dipamarga terdiri dari dua kata bahasa sansekerta, yakni kata “dipa” berarti “obor”, sedangkan “marga” berarti “jalan”. Dengan nama ini, Wisma Samadi dianggap sebagai jalan keselamatan bagi semua orang.

Wisma Samadi mencakup pusat medis, rumah sakit bersalin, sekolah dan panti jompo. Pada awalnya masyarakat setempat tidak setuju dengan kehadiran wisma tamu tersebut. Namun, berkat hadirnya layanan kesehatan dan pendidikan, masyarakat setempat mulai menerimanya.

Para biarawati dari Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Charles Borromeo (CB) juga berkontribusi dalam manajemen. Mereka bertanggung jawab untuk merawat para pendeta tua yang bekerja di KAJ. Hingga tahun 1989, bagian kebidanan diambil alih oleh Rumah Sakit St. Carolus Jakarta. Sejak saat itu, layanan Samadi difokuskan pada panti jompo.

Pada tahun 2007 terjadi perubahan manajemen. Pada waktu itu, Suster-suster St. Fransiskus (OSF) juga ikut serta dalam karya ini.

Beberapa tahun yang lalu, Romo Albertus Sandhyoko Rahardjo SJ, yang saat itu menjadi direktur Samadi, memprakarsai renovasi wisma tamu tersebut. Renovasi Fasilitas I, II dan III dimulai secara bertahap. Kegiatan penggalangan dana juga dilakukan dengan cara mendatangi dari satu paroki ke paroki lain di dalam KAJ.

Imam

Adapun para pastor kepala Puspas KAJ Samadi, antara lain:

  • R.P. Alex Dirdjo, SJ
  • R.P. Albertus Sandhyoko Rahardjo, SJ
  • R.D. Yustinus Ardianto (sejak 2017)

Galeri

Gerbang Masuk

Fasilitas

Kapel

Ballroom

Fasilitas lainnya

Pranala luar

  • Pusat Pastoral Samadi, Keuskupan Agung Jakarta di Instagram
  • "Emban Misi Baru, Samadi Terus Berbenah".
  • "KLENDER, JAKARTA TIMUR: Samadi Menuju Pusat Pastoral KAJ".
  • "Kisah Gereja Katolik di Jakarta yang Berubah Menjadi Tempat Isoman Pasien Covid-19".

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement