Pusat Pastoral Samadi, Keuskupan Agung Jakarta
| Pusat Pastoral Samadi | |
|---|---|
| Pusat Pastoral Samadi, Keuskupan Agung Jakarta | |
Puspas KAJ Samadi pada Juni 2025 | |
| Informasi umum | |
| Lokasi | Jalan Dermaga 6, No.16, RT.3/RW.7 Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur 13470 |
| Negara | Indonesia |
| Denominasi | Gereja Katolik Roma |
| Sejarah | |
| Dedikasi | Santa Maria Dipamarga/Santa Maria della Strada |
| Tanggal konsekrasi | Januari 6, 2013 |
| Arsitektur | |
| Ditetapkan | Agustus 22, 1960 |
| Peletakan batu pertama | ca 1960 |
| Spesifikasi | |
| Area lantai | 2 |
| Administrasi | |
| Paroki | Duren Sawit |
| Dekenat | Timur |
| Keuskupan Agung | Jakarta |
| Provinsi | Jakarta |
| Klerus | |
| Uskup Agung | Ignatius Kardinal Suharyo |
| Imam kepala | R.D. Yustinus Ardianto |
Pusat Pastoral Samadi, Keuskupan Agung Jakarta adalah sebuah kompleks rumah retret, rekoleksi, kapel dan pusat pastoral Katolik yang berlokasi di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Indonesia. Rumah retret ini berada di bawah administrasi Keuskupan Agung Jakarta. Pusat pastoral ini dinamai menurut Madonna Della Strada. Gereja ini berada dalam pengelolaan para imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta.
Sejarah
Rencana pemekaran
Keuskupan Agung Jakarta membangun Wisma Samadi, sebagaimana rumah itu awalnya dikenal, pada tanggal 22 Agustus 1960. Tujuan dibangunnya rumah itu adalah sebagai sarana pengembangan keagamaan dan sosial berdasarkan iman Katolik. Sejarah Samadi secara bertahap bergeser dari tempat pelatihan eksekutif termasuk pusat kebidanan dan medis, kemudian berfokus pada panti jompo, hingga menjadi pusat pastoral hingga hari ini.
Pada awalnya masyarakat menyebut wisma ini dengan sebutan “semedi” yang artinya meditasi, kontemplasi. Kemudian Rm. Loegmann, SJ yang saat itu bertugas memberi nama tempat itu “Wisma Samadi”. Samadi merupakan singkatan dari frasa “Santa Maria Dipamarga”. Istilah Dipamarga terdiri dari dua kata bahasa sansekerta, yakni kata “dipa” berarti “obor”, sedangkan “marga” berarti “jalan”. Dengan nama ini, Wisma Samadi dianggap sebagai jalan keselamatan bagi semua orang.
Wisma Samadi mencakup pusat medis, rumah sakit bersalin, sekolah dan panti jompo. Pada awalnya masyarakat setempat tidak setuju dengan kehadiran wisma tamu tersebut. Namun, berkat hadirnya layanan kesehatan dan pendidikan, masyarakat setempat mulai menerimanya.
Para biarawati dari Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Charles Borromeo (CB) juga berkontribusi dalam manajemen. Mereka bertanggung jawab untuk merawat para pendeta tua yang bekerja di KAJ. Hingga tahun 1989, bagian kebidanan diambil alih oleh Rumah Sakit St. Carolus Jakarta. Sejak saat itu, layanan Samadi difokuskan pada panti jompo.
Pada tahun 2007 terjadi perubahan manajemen. Pada waktu itu, Suster-suster St. Fransiskus (OSF) juga ikut serta dalam karya ini.
Beberapa tahun yang lalu, Romo Albertus Sandhyoko Rahardjo SJ, yang saat itu menjadi direktur Samadi, memprakarsai renovasi wisma tamu tersebut. Renovasi Fasilitas I, II dan III dimulai secara bertahap. Kegiatan penggalangan dana juga dilakukan dengan cara mendatangi dari satu paroki ke paroki lain di dalam KAJ.
Imam
Adapun para pastor kepala Puspas KAJ Samadi, antara lain:
- R.P. Alex Dirdjo, SJ
- R.P. Albertus Sandhyoko Rahardjo, SJ
- R.D. Yustinus Ardianto (sejak 2017)
Galeri
Gerbang Masuk
-
Pintu masuk utama -
Tanda nama di dekat gerbang utama -
Tanda nama dalam kompleks
Fasilitas
Kapel
-
Salah satu kapel -
Tampak samping kapel -
Kapel Pieta
Ballroom
-
Eksterior ballroom -
Interior ballroom -
Panti imam di ballroom -
Panti umat di ballroom -
Panti umat di balkon ballroom -
Panti paduan suara -

-
Memoir 1000 hari berpulangnya Romo Martinus Hadiwijoyo, pelopor Tunggal Hati Seminari
Fasilitas lainnya
-

-
Griya Para Rasul -
Pusat pastoral dan sekretariat
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




