Gereja Maria Bunda Perantara, Cideng
| Gereja Maria Bunda Perantara | |
|---|---|
| Gereja Maria Bunda Perantara, Paroki Cideng | |
Tampak depan Gereja Maria Bunda Perantara | |
| Informasi umum | |
| Lokasi | Jalan Tanah Abang II Nomor 105, Cideng, Jakarta Pusat 10150 |
| Negara | Indonesia |
| Denominasi | Gereja Katolik Roma |
| Jumlah anggota/umat | ±1.200 (2025) |
| Situs web | parokicideng |
| Sejarah | |
| Dedikasi | Maria Bunda Perantara |
| Arsitektur | |
| Status | Paroki |
| Status fungsional | Aktif |
| Administrasi | |
| Paroki | Cideng |
| Dekenat | Barat I |
| Keuskupan Agung | Jakarta |
| Provinsi | Jakarta |
| Klerus | |
| Uskup Agung | Ignatius Kardinal Suharyo |
| Jumlah imam | 1 |
| Imam kepala | R.P. Aloysius Tamnge, M.S.C. |
Gereja Maria Bunda Perantara adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Jakarta Pusat, Indonesia. Gereja ini berada di bawah pengelolaan Keuskupan Agung Jakarta. Secara parokial, Gereja ini merupakan Paroki Cideng. Gereja Maria Bunda Perantara dinamai menurut salah satu gelar Maria, yakni Maria Bunda Perantara. Gereja ini berada dalam reksa pastoral tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC).
Sejarah
Pengurus Gereja Santa Theresia, Menteng memiliki pemikiran untuk menambah lokasi peribadatan bagi umat yang tinggal di daerah pusat kota Jakarta pada saat itu. Mereka kemudian membangun sebuah kapel di kawasan Cideng.
Gereja Maria Bunda Perantara pada awalnya dilayani oleh para biarawan Fransiskan dalam rentang tahun 1946 hingga 1950. Para imam Misionaris Hati Kudus Yesus kemudian mulai bertugas sejak tahun 1953. Daerah Cideng saat itu merupakan bekas sebuah kamp konsentrasi yang digunakan selama Perang Dunia II.[1]
Pembangunan gedung secara permanen mulai berlangsung sejak tahun 1973 dan berlangsung hingga tahun 1974. Buku baptis mulai dicatat secara mandiri sejak tahun 1975. Pada 8 Juni 1975, Uskup Agung Jakarta, Leo Soekoto, S.J. memberkati gedung gereja ini. Gereja ini kemudian dimekarkan menjadi gereja paroki pada tahun 1977. Pastor pertama yang berkarya di gereja ini adalah R.P. Ignatius Soesilo Soewarna, M.S.C.[2]
Peribadatan
Misa harian diselenggarakan pada pagi hari. Selain liturgi dalam Bahasa Indonesia, Gereja ini juga menyelenggarakan Perayaan Ekaristi dalam Bahasa Inggris pada sore hari.
-
Tampak dalam gereja (2025) -
Tampak dalam dari balkon (2024) -
Panti imam (2025) -
Balkon gereja (2024)
Galeri
- Eksterior
-
Eksterior gereja (2024) -
Eksterior gereja (2025) -
Eksterior gereja (2024) -
Eksterior gereja (2024) -
Fasad (2024) -
Pelataran gereja -
Pelataran gereja setelah Misa
- Interior
-
Umat berdoa jelang Misa
- Fasilitas
-
Patung Bunda Maria di panti imam -
Patung Hati Kudus Yesus di panti imam -
Gua Maria
- Lainnya
-
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025 -
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025
Referensi
- ^ "Sejarah". Gereja Maria Bunda Perantara, Paroki Cideng. Diakses tanggal 24 Agustus 2024.
- ^ "Paroki Maria Bunda Perantara (Cideng)". Gereja Trinitas Paroki Cengkareng. 15 Agustus 2009. Diakses tanggal 24 Agustus 2024.
Lihat pula
Pranala luar
- Situs web resmi
- Gereja Maria Bunda Perantara, Cideng di Instagram
- AriesAdhar (28 September 2016). "Cerita dari Cideng".
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




