Gereja Santo Polikarpus, Grogol

Gereja Santo Polikarpus
Gereja Stasi Santo Polikarpus, Grogol
Gereja Santo Polikarpus pada Mei 2025
PetaKoordinat: 6°9′39.2612″S 106°47′46.4680″E / 6.160905889°S 106.796241111°E / -6.160905889; 106.796241111
Informasi umum
LokasiJalan Nurdin IV Nomor 3, Grogol, Grogol Petamburan, Jakarta Barat
NegaraIndonesia
DenominasiGereja Katolik Roma
Sejarah
DedikasiSanto Polikarpus
Tanggal konsekrasi10 April 2011
Arsitektur
StatusGereja stasi
Status fungsionalAktif
Peletakan batu pertama14 Juni 2009
Selesai10 April 2011
Administrasi
ParokiGrogol
DekenatBarat II
Keuskupan AgungJakarta
ProvinsiJakarta
Klerus
Uskup AgungIgnatius Kardinal Suharyo

Gereja Santo Polikarpus adalah sebuah gereja stasi Katolik yang berlokasi di Grogol, Jakarta Barat, Indonesia. Gereja ini berada di bawah pengelolaan Keuskupan Agung Jakarta. Secara parokial, Gereja ini merupakan gereja stasi di bawah naungan Paroki Grogol. Gereja Santo Polikarpus dinamai menurut Santo Polikarpus dari Smirna, salah satu Uskup di Era Katolik Kuno, sekitar abad ke-2 Masehi. Gereja ini berada dalam reksa pastoral para imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta yang bertugas di Paroki Grogol.

Sejarah

Sejak tahun 1970an hingga sekitar awal tahun 2000, perkembangan umat Katolik di Jakarta terbilang sangat pesat, ditandai dengan bermekarnya banyak paroki-paroki baru di kawasan Jakarta Barat saat ini, utamanya Paroki Grogol. Umat paroki Grogol yang bertumbuh pesat akhirnya mendorong lahirnya paroki baru, Paroki Tomang - Gereja Maria Bunda Karmel pada 1974[1] dan Paroki Kedoya - Gereja Santo Andreas pada 1986.[2]

Berkembang pesatnya umat Katolik di wilayah Paroki Grogol akhirnya mendorong inisiatif satu keluarga Katolik, Matius Sanusi Satyananda, untuk akhirnya menghibahkan tanah dan rumah miliknya yang terletak di Jalan Nurdin IV Nomor 3, Grogol untuk diberikan kepada pengurus Paroki Grogol.[3] Awalnya, rumah tersebut dijadikan sebuah kapel untuk menampung umat Katolik yang tinggal di wilayah sekitar.

Pada tahun 2001, sebuah gedung gereja yang lebih luas mulai dibangun untuk menampung lebih banyak umat. Peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja berlangsung pada 14 Juni 2009 oleh R.P. Yohanes Purwanta, M.S.C., yang menjabat sebagai Pastor Kepala Paroki Grogol. Proses pembangunan kemudian dijalankan bertahap, hingga akhirnya selesai pada tahun 2011. Gereja ini diberkati pada tanggal 10 April 2011 oleh Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo,[3] dan diresmikan pada hari yang sama oleh Wali Kota Jakarta Barat, Burhanuddin. Gedung gereja yang baru ini mampu menampung setidaknya 700 umat di panti umat di lantai utama, termasuk dengan panti umat yang terdapat di balkon gereja.

Pada periode Januari 2026 hingga Maret 2026, Gereja Santo Polikarpus mengalami renovasi, sehingga peribadatan Paroki Grogol hanya dilaksanakan di Gereja Santo Kristoforus, Grogol. Perayaan Ekaristi tidak lagi dilaksanakan setelah 4 Januari 2026, selama masa renovasi berlangsung. Peribadatan kembali berlangsung sejak 29 Maret 2026.

Peribadatan

Adapun perayaan Ekaristi di Gereja Stasi Santo Polikarpus diadakan secara harian, dan pada hari Sabtu dan Minggu, serta pada Jumat Pertama.

Galeri

Eksterior

Interior

Balkon

Fasilitas dan lainnya

Referensi

  1. ^ "Sejarah Gereja MBK". 2 September 2013. Diakses tanggal 29 Mei 2025.
  2. ^ "Paroki Kedoya Gereja St. Andreas Kecamatan Kebon Jeruk - Jakarta Barat". Diakses tanggal 29 Mei 2025.
  3. ^ a b "Paroki Grogol : Induk dua Paroki dan satu Stasi". Diakses tanggal 29 Mei 2025.

Lihat pula

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement