Gereja Santo Gregorius Agung, Kutabumi
| Gereja Santo Gregorius Agung | |
|---|---|
| Gereja Santo Gregorius Agung, Paroki Kutabumi | |
Tampak samping Gereja Santo Gregorius Agung, 2025 | |
| Informasi umum | |
| Lokasi | Puri Agung Permai, Gelam Jaya, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten |
| Negara | Indonesia |
| Denominasi | Gereja Katolik Roma |
| Situs web | www |
| Sejarah | |
| Dedikasi | Santo Gregorius Agung |
| Arsitektur | |
| Status | Gereja paroki |
| Status fungsional | Aktif |
| Tipe arsitektur | Gereja |
| Administrasi | |
| Paroki | Kutabumi |
| Dekenat | Tangerang I |
| Keuskupan Agung | Jakarta |
| Provinsi | Jakarta |
| Klerus | |
| Uskup Agung | Ignatius Kardinal Suharyo |
| Jumlah imam | 2 |
| Imam kepala | R.D. Deodatus Salto Manullang |
| Imam rekan | R.D. Yoseph Mikael Yuddha Adrian Vitra |
| Parokial | |
| Stasi | 1 |
| Jumlah wilayah | 11 |
| Jumlah lingkungan | 57 |
Gereja Santo Gregorius Agung adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Kabupaten Tangerang, Indonesia. Gereja ini berada di bawah pengelolaan Keuskupan Agung Jakarta. Secara parokial, Gereja ini merupakan Paroki Kutabumi. Gereja ini dinamai menurut Paus Gregorius I, yang dikenal sebagai salah seorang pujangga gereja dan Paus ke-64 dalam sejarah Gereja Katolik Roma. Gereja ini berada dalam reksa pastoral para imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta.[1]
Sejarah
Pada awal tahun 1987, masyarakat yang berada di Kutabumi mulai berkumpul dalam kegiatan di wilayah tersebut. Saat itu, Kutabumi merupakan bagian dari Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda, Tangerang. Dalam masa kepemimpinan R.P. Sigfridus Binzler Bintarto, S.J.—yang merupakan seorang imam berdarah Jerman—sebagai Pastor Kepala Paroki Tangerang, dibelilah suatu tanah tanah di Kampung Jambu melalui Yayasan Marfati pada 19 Januari 1990. Kegiatan umat saat itu mulai berkembang dan dimulai penyelengaraan misa di Sekolah Maria Mediatrix.
Pada tahun 1994, pembangunan Gedung Serba Guna di kompleks perumahan Kutabumi mulai dilakukan, sehingga peribadatan berpindah ke gedung serba guna ini dan misa diselenggarakan dua minggu sekali. Pada tahun 1995, Pastor Binzler bersama umat mulai mendirikan Stasi Kutabumi.[2] Saat itu, perayaan ekaristi diselenggarakan tanpa kursi, sehingga umat hanya duduk lesehan beralas tikar. Akses menuju GSG dari arah Perumahan Villa Tomang Baru sempat mengalami penutupan. Pada tahun 1997, Izin Mendirikan Bangunan untuk mendirikan gedung serba guna dan ruang pastor diterbitkan oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tangerang. Setahun berselang, perluasan GSG dilakukan dengan pembelian tanah tambahan. Juga pada tahun 1998, Stasi Kutabumi memiliki nama pelindung sehingga bernama Stasi Gregorius. Pada 13 September 2000, Pastor Binzler meresmikan berdirinya Stasi Gregorius yang terdiri dari 12 lingkungan. Pada tahun 2005 sempat direncanakan untuk mencari tempat lain dalam peribadatan, tetapi pada akhirnya diputuskan bahwa peribadatan tetap diselenggarakan di lokasi yang ada.
Pada sekitar tahun 2006, dimulai rencana renovasi gereja dengan peletakan batu pertama oleh R.P. Maximianus Sriyanto, S.J. Pada tahun 2010, gedung ini mendapatkan izin resmi sebagai rumah ibadah. Pada 13 September 2012, secara resmi Paroki Kutabumi terbentuk sebagai pemekaran dari Paroki Tangerang. Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo meresmikan hal ini dalam perayaan ekaristi pada 23 September 2012, dan menunjuk R.D. Adrianus Andy Gunardi sebagai pastor kepala paroki pertama. Gereja ini mulai mengalami pergeseran dinamika umat dari paroki perantauan/buruh menjadi paroki ziarah. Pada tahun 2017, Gereja Gregorius Agung menyelenggarakan perarakan patung Bunda Maria Fatima sebagai peringatan 100 tahun penampakan Bunda Maria di Fatima.
-
R.D. Adrianus Andy Gunardi, Pastor Kepala Paroki pertama di Gereja Santo Gregorius Agung
Stasi
Saat ini Paroki Kutabumi memiliki satu buah stasi, yaitu Kapel Santo Mikael yang terletak di Tanjung Kait, Mauk, Kabupaten Tangerang.
Galeri
Eksterior
-
Gerbang masuk (Mei 2025) -
Tampak depan (April 2024) -
Tampak depan (Mei 2025) -
Tampak samping (Juni 2024) -
Tampak samping (Mei 2025) -
Tampak samping (Mei 2025) -
Ornamen salib di samping gereja -
Tampak samping gereja dengan ornamen salib dan Yubileum 2025 -
Tampak samping (sisi kanan) -
Tampak depan (Juni 2025) -
Tampak depan (Juni 2025) -
Teras menuju dalam gereja -
Pelataran gereja -
Keseluruhan kompleks gereja -
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025 -
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025
Interior
-
Tampak dalam pada siang hari -
Tampak dalam pada sore hari -
Tampak dalam pada malam hari -
Panti imam -
Altar -
Umat berdoa jelang Misa
Fasilitas lainnya
-
Gua Maria Fatima sebelum pemugaran -
Gua Maria Fatima pasca pemugaran akhir tahun 2024 -
Patung Santo Gregorius Agung -
Patung Maria, Ratu Damai -
Salah satu perhentian Jalan Salib -
Aula -
Pastoran dan Gedung Karya Pastoral yang sedang dalam tahap pembangunan (Mei 2025) -
Pastoran -
Taman Paskah -
Tugu Garuda Pancasila
Referensi
- ^ "Paroki Kutabumi". Diakses tanggal 12 April 2024.
- ^ "Sejarah Gereja – Paroki Tangerang". 4 Mei 2016. Diakses tanggal 12 April 2024.
Lihat pula
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




