Gereja Santo Mikael, Kranji
| Gereja Santo Mikael | |
|---|---|
| Gereja Santo Mikael, Paroki Kranji | |
Tampak luar Gereja Santo Mikael, Kranji pada November 2025 | |
| Informasi umum | |
| Lokasi | Jalan Bintara Strada No. 38, Kranji, Jawa Barat |
| Negara | Indonesia |
| Denominasi | Gereja Katolik Roma |
| Arsitektur | |
| Status | Gereja paroki |
| Status fungsional | Aktif |
| Administrasi | |
| Paroki | Kranji |
| Dekenat | Bekasi |
| Keuskupan Agung | Jakarta |
| Provinsi | Jakarta |
| Klerus | |
| Uskup Agung | Ignatius Kardinal Suharyo |
Gereja Santo Mikael adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Kota Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Gereja ini berada di bawah pengelolaan Keuskupan Agung Jakarta. Secara parokial, Gereja ini merupakan Paroki Kranji. Gereja Santo Mikael dinamai menurut Santo Mikhael, salah satu dari tiga Malaikat Agung. Gereja ini berada dalam reksa pastoral tarekat Serikat Sabda Allah (SVD).
Sejarah
Wilayah Gereja Santo Mikael pada awalnya merupakan bagian dari Gereja Santo Arnoldus Janssen, Bekasi. Pada April 1981, mulai direncanakan pembangunan gereja dan juga sekolah. Setahun kemudian, sebuah tanah di daerah Kranji dibeli oleh pihak Keuskupan Agung Jakarta. Pendirian paroki mulai direncanakan pada tahun 1989. Sejak Desember 1989, mulai dilaksanakan peribadatan di pelataran Sekolah Strada Bhakti Wiyata. Dewan calon paroki baru mulai dibentuk pada awal tahun 1990. Paroki Kranji secara resmi didirikan pada 19 Mei 1990, sebagai paroki ke-42 di dalam Keuskupan Agung Jakarta.[1]
Izin mendirikan bangunan untuk pembangunan gereja dan poliklinik terbit pada tahun 2004.[2] Peresmian gereja dilaksanakan pada tanggal 16 November 2008. Gedung gereja diresmikan oleh Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad, dan dihadiri Direktur Jenderal Bimas Katolik, Stef Agus.[3] Gereja tersebut juga diberkati oleh Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja, S.J.
Bangunan
Gedung gereja memiliki kapasitas 500 orang.[4] Gereja ini terbagi atas dua lantai, yakni lantai dasar dan balkon. Di dalam gedung utama gereja terdapat panti imam dan altar, juga patung Santo Arnoldus Janssen dan Santo Joseph Freinademetz.
-
Tampak dalam dari lantai dasar -
Panti imam dari lantai dasar -
Panti imam dari balkon -
Pieta -
Patung Santo Arnoldus Janssen -
Patung Santo Joseph Freinademetz
Di luar gedung utama gereja, terdapat juga pastoran dan Gua Maria. Terdapat juga patung Santo Mikael sebagai pelindung gereja.
-
Tampak jauh Gua Maria -
Tampak dekat Gua Maria -
Pastoran -
Patung Santo Mikael di pelataran gereja
Dalam rangka merayakan Tahun Yubileum 2025, Gereja Santo Mikael juga memasang Porta Sancta di pintu utama gereja
-
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025 -
Porta Sancta dalam rangka Yubileum 2025 -
Porta Sancta dalam rangka Yubileum 2025
Kompleks
Di dalam kompleks ini, terdapat juga Grha Santo Mikael serta Gedung Karya Pastoral dan juga klinik. Di dalam kompleks gereja juga terdapat persekolahan Strada.
-
SD Strada Bhakti Wiyata -
SMP Strada Bhakti Wiyata -
SMA Strada Bhakti Wiyata -
Gedung Karya Pastoral dan Pelayanan Sosial -
Grha Santo Mikael
Galeri
- Eksterior
-
Fasad gereja pada tahun 2024 -
Fasad gereja pada Juli 2025 -
Fasad gereja pada November 2025 -
Patung Santo Mikael dengan bangunan gereja di belakangnya pada 2025 -
Tampak samping depan gereja pada 2025 -
Fasad dilihat dari pelataran gereja pada 2025 -
Patung Santo Mikael di pelataran gereja pada 2024 -
Patung Santo Mikael di pelataran gereja pada 2025
- Interior
-
Tampak dalam gereja dari balkon -
Lorong pada tengah gedung gereja -
Umat berdoa jelang Misa -
Balkon gereja -
Kaca patri pada pintu utama
- Fasilitas lainnya
-
Gedung Karya Pastoral dan Pelayanan Sosial pada 2024
Referensi
- ^ https://www.stmikaelkranji.org/p/sejarah-paroki-kranji.html
- ^ https://www.trinitas.or.id/informasi/gereja-katolik-di-jakarta/563-paroki-st-mikael-kranji.html
- ^ https://nasional.kompas.com/read/2008/11/16/12570220/~Megapolitan~News.
- ^ https://megapolitan.kompas.com/read/2008/03/21/15153869/index-html
Lihat juga
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




