Gereja Santo Philipus Rasul, Kapuk

Gereja Santo Philipus Rasul
Gereja Santo Philipus Rasul, Paroki Kapuk
Gereja Santo Philipus Rasul, Kapuk pada Agustus 2025
PetaKoordinat: 6°8′18.7224″S 106°46′45.8364″E / 6.138534000°S 106.779399000°E / -6.138534000; 106.779399000
Informasi umum
LokasiPejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Jakarta
NegaraIndonesia
DenominasiGereja Katolik Roma
Arsitektur
StatusGereja paroki
Status fungsionalAktif
Administrasi
ParokiKapuk
DekenatBarat II
Keuskupan AgungJakarta
ProvinsiJakarta
Klerus
Uskup AgungIgnatius Kardinal Suharyo

Instagram: philipusrasulkapuk Modifica els identificadors a Wikidata

Gereja Santo Philipus Rasul, Kapuk atau yang bernama lengkap resmi Gereja Paroki Santo Philipus Rasul, Kapuk adalah sebuah gereja paroki Katolik yang terletak di Penjaringan, Jakarta Utara, Jakarta. Gereja ini berada dalam naungan Keuskupan Agung Jakarta dan didedikasikan kepada Santo Philipus Rasul.[1] Saat ini Paroki Kapuk berada dalam reksa pastoral para imam Kongregasi Pasionis.

Sejarah

Plakat peresmian gereja.

Paroki Kapuk merupakan pemekaran dari Paroki Pluit, Gereja Stella Maris. Pada tahun 1978, sebuah balai balita di kawasan Teluk Gong mulai menyelenggarakan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh para imam Xaverian. Pusat anak-anak tersebut kemudian berkembang menjadi sekolah Stella Maris sekitar tahun 1984.[2]

Pada tahun 1989, mulai dibentuk stasi di Teluk Gong, di mana Uskup Agung Jakarta, Leo Soekoto, S.J. menugaskan R.D. Aloysius Yus Noron sebagai pastor stasi. Pada masa itu terpilih Santo Philipus Rasul sebagai pelindung stasi. Dalam perjalanannya, wilayah Stasi Kapuk merupakan bagian dari Paroki Cengkareng.[3] Pada 2 Februari 1993, status stasi ditingkatkan menjadi paroki melalui surat keputusan yang ditandatangani oleh Uskup Agung Soekoto. Adapun pastor paroki pertama ialah R.P. Djohan Lianto, C.D.D. yang dilantik dalam Misa pada 6 Februari 1993. Pada tahun 1997, Kongregasi Pasionis mulai bertugas di paroki ini, diawali oleh R.P. Gabriele Luigi Antonelli, C.P. Saat itu Perayaan Ekaristi diselenggarakan di Aula Sekolah Stella Maris.

Pada tahun 2005, gedung pastoran baru di Jalan Teluk Gong Raya diresmikan. Pastoran sebelumnya berada di Jalan Lele. Pada tanggal 14 Desember 2008, gedung gereja Santo Philipus Rasul diberkati dan diresmikan oleh Julius Kardinal Darmaatmadja, S.J. bersama Wali Kota Jakarta Utara, Effendi Anas.

Arsitektur

Panti imam Gereja Santo Philipus Rasul, 2025.

Pada bagian depan gereja terdapat tulisan "Veni et vide" yang berarti "Mari dan lihatlah!" (Yoh 1:47). Kata-kata tersebut merupakan ucapan Filipus kepada Natanael dalam kisah panggilan murid-murid Yesus yang pertama.

Lonceng yang ada pada gereja ini terbuat dari resin. Namun demikian, lonceng ini tidak dapat dibunyikan.

Altar gereja dibuat dari marmer putih dengan guratan hitam, di mana guratan hitam sebagai lambang kerapuhan manusia. Bagian atas gereja, yakni di atas panti imam, ditutup dengan kaca, yang memungkinkan sinar matahari dari luar dapat masuk ke dalam gereja.

Gereja Santo Philipus Rasul memiliki balkon yang dapat menampung umat terutama pada saat peribadatan pada hari-hari besar di mana umat hadir dalam jumlah yang lebih besar.

Fasilitas

Di sekitar panti imam terdapat dua buah patung, yakni Patung Santo Yusuf Pekerja dan Patung Hati Maria Tak Bernoda. Gereja Santo Philipus Rasul memiliki sebuah Gua Maria, dengan tulisan Magnificat Anima Mea Dominum (Lukas 1:46).

Galeri

Lihat juga

Referensi

  1. ^ "Paroki Kapuk – St. Philipus Rasul". 14 Desember 2011. Diakses tanggal 10 April 2024.
  2. ^ "Sejarah". Gereja Regina Caeli. Diakses tanggal 10 April 2024.
  3. ^ "Keuskupan Agung Jakarta". Provinsi OMI Indonesia. 1 Agustus 2008. Diakses tanggal 7 Januari 2025.

Pranala luar


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement