Gereja Santo Fransiskus Asisi, Tebet
| Gereja Santo Fransiskus Asisi | |
|---|---|
| Gereja Santo Fransiskus Asisi, Paroki Tebet | |
Gereja Santo Fransiskus Asisi, Tebet, Jakarta | |
| Informasi umum | |
| Lokasi | Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Jakarta |
| Negara | Indonesia |
| Denominasi | Gereja Katolik Roma |
| Sejarah | |
| Dedikasi | Santo Fransiskus dari Assisi |
| Arsitektur | |
| Status | Gereja paroki |
| Status fungsional | Aktif |
| Tipe arsitektur | Gereja |
| Administrasi | |
| Paroki | Tebet |
| Dekenat | Selatan |
| Keuskupan Agung | Jakarta |
| Provinsi | Jakarta |
| Klerus | |
| Uskup Agung | Ignatius Kardinal Suharyo |
Gereja Santo Fransiskus Asisi, Tebet atau yang bernama resmi Gereja Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, Tebet adalah sebuah gereja paroki Katolik yang terletak di Tebet, Jakarta Selatan, Jakarta Selatan. Gereja ini didedikasikan kepada Santo Fransiskus dari Assisi.[1]
Gereja ini dikelola oleh para imam Ordo Saudara Dina Kapusin dari Provinsi Pontianak.
Sejarah
Pada Maret 1965, Uskup Agung Jakarta Adrianus Djajasepoetra, S.J., mengumumkan bahwa KAJ telah memiliki sebidang tanah di daerah Menteng Dalam. Tanah seluas 1,5 hektar ini dibeli pada tahun 1962 dan direncanakan untuk menjadi lokasi pembukaan sebuah paroki baru. Seorang imam Kapusin, Pastor Bartholomeus Theo Janssen, O.F.M. Cap., ditugaskan oleh Uskup Agung Djajasepoetra untuk memulai penjajakan pembentukan paroki tersebut.[2]
Selama kurang lebih setengah tahun, Pastor Janssen menjalankan tugasnya dari pastoran Serikat Yesus di Gereja Santo Antonius Padua, Bidaracina. Awalnya, ia berencana langsung membangun gereja. Namun demikian, rencana ini tidaklah berjalan lancar karena letaknya di tengah daerah permukiman dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam.[3] Rencana tersebut kemudian diubah menjadi pendirian sebuah Sekolah Dasar (SD). Peletakan batu pertama sekolah dilakukan pada tanggal 1 November 1966. Pembangunan kemudian dilanjutkan dengan aula dan poliklinik, melalui kerja sama dengan para suster Kongregasi Suster Fransiskus dari Perkandungan Tak Bernoda Bunda Suci Allah (SFIC) Pontianak.[2]
Pendirian sekolah menjadi permulaan pembentukan Paroki Tebet dengan dapat dilakukan pendataan umat Katolik di wilayah Tebet dan pertemuan beberapa keluarga. Perayaan Ekaristi perdana di kawasan tersebut, dilangsungkan pada tanggal 13 November 1966 di Jalan Tebet Barat Dalam. Misa ini dihadiri oleh sekitar 60 umat. Umat yang tinggal di kawasan Tebet ini merupakan bagian dari Gereja Santo Ignatius Loyola, Jalan Malang.[2]
Pada Desember 1966, nama Fransiskus Asisi diajukan sebagai pelindung paroki baru. Nama ini disetujui oleh Uskup Agung. Pemilihan nama ini merepresentasikan semangat kesederhanaan dan kasih dari Santo Fransiskus Asisi. Dalam pembentukan paroki, wilayah pastoral Paroki Tebet mencakup juga sebagian wilayah dari Paroki Bidaracina dan dari Paroki Blok Q.[4] Setelah gedung sekolah terbangun, peribadatan umat dilaksanakan di aula gedung sekolah.[4]
Pembangunan gereja dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Uskup Agung Jakarta, Leo Soekoto, S.J., pada tanggal 1 Januari 1974. Gedung gereja dirancang oleh arsitek F. Kosman.[4] Setelah melewati proses pembangunan, Gereja Santo Fransiskus Asisi diberkati pada 4 Oktober 1975.
Per 2021, Paroki Tebet mencakup wilayah Menteng Dalam, Tebet Barat, Tebet Timur, dan Pancoran, dengan total umat sekitar 3.500 orang.
-
Plakat peletakan batu pertama dan peresmian gereja
Peribadatan
Gereja ini menyelenggarakan misa harian dan misa mingguan. Misa mingguan berlangsung satu kali pada hari Sabtu sore pukul 17.30 WIB. Pada hari Minggu berlangsung empat kali misa, yakni pada pukul 06.30, 08.30, 10.30, dan 17.30 WIB. Misa harian dilaksanakan pada pagi hari pukul 06.00 WIB, yakni pada hari Senin hingga Sabtu.
-
Tampak dalam gereja (2024) -
Tampak dalam gereja dari lantai dasar (2025) -
Panti imam (2025)
Fasilitas
Gereja Santo Fransiskus Asisi Tebet memiliki sebuah taman doa. Selain itu, terdapat juga ruang adorasi dan relikui Santo Padre Pio. Di sekitar altar terdapat relikui Padre Pio berupa sarung tangan yang pernah digunakannya.
-
Goa Maria -
Patung Bunda Maria Penolong Abadi -
Wafat Yesus Kristus -
Patung Santo Fransiskus Asisi -
Patung Bunda Maria dan Bayi Yesus di dalam gereja -
Patung Hati Kudus Yesus di dalam gereja -
Patung Santo Fransiskus Asisi di dalam gereja
Gereja ini juga memiliki sebuah balai kesehatan masyarakat (balkesmas) yang dipergunakan oleh masyarakat di sekitar gereja.[5]
Pendidikan
Gereja ini berada di dalam kompleks Persekolahan Asisi yang menyelenggarakan pendidikan tingkat KB/TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.
-
Persekolahan Asisi
Galeri
-
Tampak luar gereja pada tahun 2022 -
Taman Santo Fransiskus Asisi -
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025 -
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025 -
Relikui Padre Pio berupa sarung tangan yang ia gunakan
Referensi
- ^ Profil Paroki Santo Fransiskus Asisi, Tebet
- ^ a b c "Gereja St. F[a]ransiskus Asisi". 28 Mei 2016. Diakses tanggal 7 Januari 2025.
- ^ "Selamat Jalan Pastor Bart Janssen". OFM Kapusin. Diakses tanggal 7 Januari 2025.
- ^ a b c "Paroki St. Fransiskus Asisi (Tebet)". Gereja Trinitas Paroki Cengkareng. 14 Agustus 2009. Diakses tanggal 7 Januari 2025.
- ^ "Semangat Fransiskus di Paroki Tebet". Keuskupan Agung Jakarta. 7 November 2011. Diakses tanggal 7 Januari 2025.
Lihat juga
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




