Gereja Santo Paskalis, Cempaka Putih

Gereja Santo Paskalis
Gereja Santo Paskalis, Paroki Cempaka Putih
Tampak depan Gereja Santo Paskalis
PetaKoordinat: 6°10′18.9912″S 106°51′52.7328″E / 6.171942000°S 106.864648000°E / -6.171942000; 106.864648000
Informasi umum
LokasiJalan Letjen Suprapto Kav. C1/23, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat 10520
NegaraIndonesia
DenominasiGereja Katolik Roma
Situs webgerejapaskalis.or.id
Sejarah
DedikasiSanto Paskalis Baylon
Tanggal konsekrasi17 Juni 1987
Arsitektur
StatusParoki
Status fungsionalAktif
Administrasi
ParokiCempaka Putih
DekenatPusat
Keuskupan AgungJakarta
ProvinsiJakarta
Klerus
Uskup AgungIgnatius Kardinal Suharyo
Imam kepalaR.P. Thobias Harman, O.F.M.

Gereja Santo Paskalis adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Jakarta Pusat, Indonesia. Gereja ini merupakan pusat Paroki Cempaka Putih dalam Keuskupan Agung Jakarta. Gereja Santo Paskalis dinamai menurut Paskalis Baylon, salah seorang santo yang merupakan seorang Fransiskan. Gereja ini berada dalam reksa pastoral tarekat Ordo Fratrum Minorum (OFM).

Sejarah

Gereja Santo Paskalis pada awalnya merupakan sebuah stasi yang masuk dalam wilayah Paroki Kramat. Pada awalnya, perkembangan berlangsung di daerah Tanah Tinggi. Saat itu, perayaan Ekaristi dilangsungkan di Jalan Petruk, tepatnya di sebuah kantin Algemeene Transporttroepen yang merupakan tempat rekreasi bagi tentara Belanda. Umat dilayani oleh Pastor Paternus Nicholas Joannes Cornelius Geise, O.F.M.[1]

Pengumpulan dana berhasil membangun sebuah kapel sekaligus pastoran di Jalan Tanah Tinggi, Poncol pada tahun 1947. Saat itu, gereja ini dikenal sebagai Gereja Santo Paskalis, Paroki Tanah Tinggi.

Pada tahun 1952, pengumpulan dana berbuah pada pendirian gedung Gereja Santo Paskalis yang saat itu masih berbentuk sederhana. Pesta gereja ini dirayakan setiap tanggal 17 Mei, walau gedung gereja diberkati pada hari Minggu tanggal 18 Mei 1952. Gedung gereja diberkati oleh Vikaris Apostolik Djakarta, Petrus Johannes Willekens, S.J.

Perkembangan kegiatan umat terus berlangsung sejak saat itu, dengan terbentuknya berbagai wadah kegiatan Gereja, termasuk dalam bidang pendidikan dengan sempat berdirinya Sekolah Strada di Tanah Tinggi. Pada tahun 1977–1978, Gereja membangun suatu kapel di kawasan Serdang.

Pada tahun 1980, dimulai pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk membangun sebuah gereja di bekas tanah pabrik es di Jalan Letjen Suprapto. SK Gubernur terbit pada bulan Desember 1985. Gedung gereja ini diresmikan oleh Uskup Agung Jakarta, Leo Soekoto, S.J. pada 7 Juni 1987. Renovasi gereja sempat dilaksanakan sejak tahun 2008 dan berakhir pada 29 Maret 2009.

Fasilitas

Gereja Santo Paskalis memiliki sebuah gua Maria yang didedikasikan untuk Santa Maria dari Para Malaikat (Santa Maria degli Angeli). Di pelataran gereja, terdapat patung Santo Paskalis Baylon, pelindung gereja dan juga menara lonceng. Pada 9 Oktober 2022, Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo meresmikan Ruang Adorasi Paskalis.

Di dalam gereja terdapat sejumlah patung yang merepresentasikan para kudus dalam Gereja Katolik. Di sekitar panti imam terdapat patung Bunda Maria dan patung Santo Antonius Padua.

Peribadatan

Gereja ini menyelenggarakan misa harian dan misa mingguan. Misa mingguan berlangsung satu kali pada hari Sabtu sore pukul 17.00 WIB. Pada hari Minggu berlangsung empat kali misa, yakni pada pukul 07.00, 10.00, 17.00, dan 20.00 WIB. Misa harian dilaksanakan pada pagi hari pukul 05.30 WIB. Gereja ini juga menyelenggarakan Misa Jumat Pertama pada pukul 12.00 dan 18.00 WIB. Liturgi diselenggarakan dalam Bahasa Indonesia.

Stasi

Kapel Lourdes, Stasi Serdang

Kapel Lourdes, Serdang

Dalam reksa parokial Paroki Cempaka Putih, terdapat sebuah kapel kecil yang melayani umat di kawasan Serdang dan Cempaka Baru, yaitu Kapel Lourdes, Stasi Serdang.

Sejarah

Awal mula Kapel Lourdes dimulai dari tahun 1960, ketika umat Katolik yang berdomisili di wilayah Kemayoran kesulitan untuk menjangkau Gereja Santo Paskalis ataupun Katedral Jakarta karena jarak tempuh yang cukup jauh. Karenanya, diadakan kelompok peribadatan bergilir untuk mengakomodir kebutuhan rohani tersebut. Karena desakan kebutuhan umat yang berkembang pesat, seorang pastor paroki dari Cempaka Putih ditugaskan untuk melayani umat di sana. Maka dari itu, mulai dari tahun 1965, Misa diadakan secara rutin di kediaman seorang umat Katolik, Bapak Robertus Ramelan. Tahun 1970, pastor paroki membeli sebidang rumah untuk dijadikan tempat peribadatan di Serdang. Tahun 1978, dibelilah tanah untuk dibangun sebuah kapel yang lebih layak, yang hingga kini ditempati oleh stasi ini. Pada 12 Oktober 1986, Kapel Lourdes yang telah direnovasi, secara resmi diberkati oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Soekoto, S.J.

Deskripsi

Kapel ini merupakan bangunan persegi sederhana, dengan sebuah teras yang dijadikan lahan parkir umat. Di bagian fasad kapel, terdapat prasasti pemberkatan kapel yang ditandatangani oleh Mgr. Leo Soekoto, S.J.. Interior kapel terdiri dari sebuah panti umat, panti paduan suara, panti imam serta sebuah sakristi sederhana di samping kapel. Panti umat dapat menampung setidaknya 250 umat dalam posisi duduk. Panti imamnya sederhana, dengan sebuah altar dari kayu.

Peribadatan

Kapel ini menyelenggarakan Misa mingguan setiap hari Sabtu, pukul 18.00. Adapun pada hari-hari raya tertentu, jadwal menyesuaikan kebijakan Paroki Cempaka Putih.

Kapel ini dinamai berdasarkan sebuah desa di Prancis, Lourdes tempat peristiwa Penampakan Bunda Maria di Gua Lourdes kepada Santa Bernadeta terjadi.

Galeri

Bagian luar gereja
Bagian dalam gereja
Fasilitas gereja

Referensi

  1. ^ "Sejarah Signkat Berdirinya Gereja Paskalis". Gereja Santo Paskalis Paroki Cempaka Putih. Diakses tanggal 12 Agustus 2024.

Lihat juga

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement