Gereja Keluarga Kudus, Rawamangun
| Gereja Keluarga Kudus | |
|---|---|
| Gereja Keluarga Kudus, Paroki Rawamangun | |
Gereja Keluarga Kudus, Rawamangun | |
| Informasi umum | |
| Lokasi | Jalan Balai Pustaka Baru Nomor 6, RT.6/RW.7, Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jakarta |
| Negara | Indonesia |
| Denominasi | Gereja Katolik Roma |
| Sejarah | |
| Dedikasi | Keluarga Kudus |
| Arsitektur | |
| Status | Gereja paroki |
| Status fungsional | Aktif |
| Tipe arsitektur | Gereja |
| Administrasi | |
| Paroki | Rawamangun |
| Dekenat | Timur |
| Keuskupan Agung | Jakarta |
| Provinsi | Jakarta |
| Klerus | |
| Uskup Agung | Ignatius Kardinal Suharyo |
Gereja Keluarga Kudus adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Jakarta Timur, Indonesia. Gereja ini berada di bawah pengelolaan Keuskupan Agung Jakarta. Secara parokial, Gereja ini merupakan Paroki Rawamangun. Gereja Keluarga Kudus dinamai menurut Keluarga Kudus dari Nazareth, yang terdiri dari Yesus, Maria, dan Yusuf. Gereja ini berada dalam reksa pastoral para imam Misionaris Keluarga Kudus (MSF).
Sejarah
Umat yang menjadi cikal bakal Gereja Keluarga Kudus berawal dari sekelompok umat Katolik yang berkumpul untuk merayakan Ekaristi di sebuah rumah di Jalan Kakap Raya Nomor 38. Misa kemudian berpindah tempat dan diselenggarakan di Jalan Duyung I Nomor 12. Saat itu Misa dipimpin oleh Pastor Frans van Genuchten, O.F.M. yang bertugas di Gereja Hati Kudus, Kramat. Seiring dengan berkembangnya jumlah umat, misa sempat berpindah ke Aula Lembaga Pemasyarakatan Cipinang. Beberapa imam Kongregasi Serikat Sabda Allah. Misa diadakan di sana dengan keadaan yang sederhana, tetapi umat tetap berkumpul dengan penuh semangat. Para pastor yang melayani pada masa itu berasal dari kongregasi Serikat Sabda Allah, antara lain Pastor C. van Lersel, S.V.D., Pastor Jan Lali, S.V.D., dan Pastor L. Manggas, S.V.D. Pada masa itu, umat menghadapi tantangan dalam kondisi lingkungan yang tidak memadai. Saat hujan turun, jalanan becek dan penuh lumpur sering kali menyulitkan mereka untuk berkumpul.[1]
Perkumpulan umat lain juga terbentuk di kawasan Cipinang yang merupakan bagian dari Gereja Santo Yoseph, Matraman. Mereka merayakan Ekaristi di sebuah ruangan yang merupakan ruang latihan Korps Musik Republik Indonesia.[2]
Pada sekitar tahun 1970, jumlah umat terus berkembang karena pembaptisan dan perpindahan umat. Pada 27 Juli 1970, Paroki Rawamangun didirikan oleh Keuskupan Agung Jakarta, meskipun pada saat itu mereka belum memiliki gedung gereja permanen. Reksa pastoral di paroki ini dijalankan oleh para imam Misionaris Keluarga Kudus (MSF). Paroki Rawamangun saat itu masih berpindah-pindah lokasi untuk menyelenggarakan Perayaan Ekaristi, termasuk di Jalan Kedondong, Ruang TK di Jalan Wisma Jaya, Aula SD/SMP Budhaya di Cipinang Kebembem, dan di ruang kelas SD/SMP Yayasan Keluarga (saat ini dikenal SMP Tarakanita 4), serta di Aula Sekolah (saat ini dikenal Aula Bethlehem).[1]
Pembangunan gereja
Untuk membangun gereja permanen, pada 21 Juni 1970, dibentuk Panitia Pembangunan Gereja (PPG). PPG berjuang untuk menyelesaikan berbagai tantangan, terutama sengketa tanah yang menghalangi pembangunan gereja. Proses sengketa tanah ini berlangsung selama lebih dari satu dekade, termasuk saat mengalami peralihan PPG, yakni PPG I (1976–1978) dan PPG II (1978–1980). Saat itu, kejelasan status tanah untuk gereja belum juga dapat diperoleh.[1]
Pada tahun 1983, mulai muncul sejumlah kejelasan atas sengketa tanah yang akhirnya dapat diselesaikan. Pada tahun 1984, izin mendirikan bangunan (IMB) diterbitkan, yang menjadi langkah awal untuk pembangunan gereja. Pembangunan dimulai dengan peletakan batu pertama pada 11 Agustus 1985, yang dipimpin oleh Pastor Martosudjito, S.J. Adapun arsitek yang merancang gereja ini adalah Han Awal.[2] Pada 19 Oktober 1986, Gereja Keluarga Kudus Rawamangun resmi diresmikan dan diberkati oleh Uskup Agung Jakarta, Leo Soekoto, S.J. Gereja ini memiliki desain yang fungsional dan dapat menampung banyak umat, menciptakan ruang yang dapat digunakan untuk beribadah dan berkumpul dengan nyaman.[1]
Renovasi
Pada tahun 2025, Gereja Keluarga Kudus mengalami renovasi sehingga peribadatan dilaksanakan di Aula Bethlehem pada Gedung Karya Pastoral. Renovasi gereja selesai pada 29 November 2025, yang ditandai dengan Misa syukur.
-
Tampak dalam Aula Bethlehem -
Panti imam -
Patung Keluarga Kudus -
Porta Sancta di depan Aula Bethlehem -
Porta Sancta di depan Aula Bethlehem
Peribadatan
Misa harian diselenggarakan pada pagi hari (05.40 WIB). Misa mingguan dilaksanakan pada Sabtu sore (17.00 WIB) dan pada hari Minggu (06.30, 08.30, 10.30, 17.00). Gereja ini juga menyelenggarakan Misa Jumat Pertama pada pukul 18.00 WIB. Liturgi diselenggarakan dalam Bahasa Indonesia.
-
Tampak dalam (2023) -
Tampak dalam (2024) -
Panti imam (2024) -
Panti imam (Januari 2025) -
Panti imam (November 2025) -
Altar (2024) -
Altar (Januari 2025) -
Altar (November 2025)
Fasilitas
Di Gereja Keluarga Kudus Rawamangun terdapat Gua Maria Bunda Pemersatu. Gua Maria ini diberkati pada 26 April 1999 oleh R.P. Antonius Gunardi Prayitna, M.S.F. Di gereja ini juga terdapat Taman Doa Pieta. Taman doa ini diberkati oleh R.P. Antonius Suyata, M.S.F. pada 11 Maret 2013.[3] Pada 18 Februari 2023, Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo meresmikan dan memberkati Gedung Karya Pastoral Paroki Rawamangun.[4] Gedung karya pastoral ini mulai dibangun pada 12 Februari 2022.[5] Pada 27 Juli 2024, Pastor Kepala Paroki Rawamangun, R.P. Yulius Edyanto, M.S.F. memberkati Kapel Adorasi Martinus.
-
Gua Maria Bunda Pemersatu -
Gua Maria Bunda Pemersatu -
Kapel Adorasi Martinus -
Kapel Adorasi Martinus -
Kapel Adorasi Martinus -
Taman Doa Pieta -
Gedung Karya Pastoral
Kapel
Kapel Mater Dei, Stasi Cipinang Muara
Paroki Rawamangun memiliki sebuah kapel yang terletak di Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur, yakni Kapel Mater Dei. Kapel ini didedikasikan untuk gelar Maria sebagai Bunda Allah, dalam bahasa Latin "Mater Dei". Peribadatan di Kapel Mater Dei dilaksanakan pada setiap hari Sabtu pukul 17.00 WIB.
- Eksterior Kapel Mater Dei, Stasi Cipinang Muara
-
Fasad utama kapel -
Tampak samping depan kapel -
Tampak kapel dari jalan utama -
Tampak kapel dari kejauhan
- Interior Kapel Mater Dei, Stasi Cipinang Muara
-
Panti umat dari pintu utama menghadap ke Altar -
Altar kapel -
Kelompok paduan suara lansia berlatih di panti paduan suara kapel sebelum Misa -
Umat berdoa jelang Misa -
Romo Fransiskus Asisi Budiyono, MSF memberikan homili saat Misa di kapel
Galeri
-
Tampak luar (2022) -
Tampak luar (2024) -
Tampak depan (2024) -
Tampak samping (2024) -
Tampak luar sebelum renovasi (2025) -
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025 -
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025 -
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025 -
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025
Referensi
- ^ a b c d "Sejarah dan Profil Gereja Keluarga Kudus". Paroki Rawamangun Gereja Keluarga Kudus. Diakses tanggal 5 Januari 2025.
- ^ a b "Paroki Keluarga Kudus (Rawamangun)". Gereja Trinitas Paroki Cengkareng. 14 Agustus 2009. Diakses tanggal 5 Januari 2025.
- ^ "Taman Doa Pieta". Paroki Rawamangun Gereja Keluarga Kudus. Diakses tanggal 5 Januari 2025.
- ^ "Gedung Agung Mempersatukan Umat Paroki". Paroki Rawamangun Gereja Keluarga Kudus. 18 Februari 2023. Diakses tanggal 5 Januari 2025.
- ^ "Peletakan Batu Pertama Gedung Karya Pastoral". Paroki Rawamangun Gereja Keluarga Kudus. 13 Februari 2022. Diakses tanggal 5 Januari 2025.
Lihat pula
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




