Pratyanggira
| Pratyanggira | |
|---|---|
Dewi sihir dan penolak ilmu hitam | |
| Anggota Matrika | |
| Nama lain | Atharwana Bhadrakali, Narasingi, Singamuki |
| Gender | wanita |
| Afiliasi | Mahadewi, Mahakali, Badrakali, Kali |
| Pustaka | Atharwaweda, Dewibhagawatapurana, Kalikapurana, |
| Senjata | trisula, damaru (genderang),[1] kapala, pasa |
| Wahana | singa |
| Pemujaan | |
| Kepercayaan | Hindu India |
| Aliran | Sakta |
| Daerah | India Selatan |
Pratyanggira (Dewanagari: प्रत्यङ्गिरा; IAST: Pratyaṅgirā), alias Narasingi (Dewanagari: नरसिंही; IAST: Narasiṃhī) adalah dewi aliran Sakta dalam kepercayaan Hindu, yang berwujud wanita berkepala singa. Ia merupakan sisi feminin dari Narasinga, penjelmaan Wisnu yang berwujud manusia berkapala singa. Dalam sastra Weda, Pratyanggira sepadan dengan Atharwana Bhadrakali, dewi Atharwaweda dan mantra sihir.[2] Menurut Tripura Rahasya, ia merupakan perwujudan murni dari kemurkaan Tripura Sundari.
Kepercayaan
Istilah prati berarti 'balik' sedangkan anggira berarti 'menyerang'. Maka dari itu, Pratyanggira adalah dewi yang membalikkan serangan sihir jahat. Pada sejumlah kuil di India Selatan, ia dimuliakan sebagai Atharwana Bhadrakali sebab ia diyakini sebagai pemilik pengetahuan Atharwaweda.[3][4]
Referensi
- ^ Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm.46
- ^ Dr Ramamurthy, Sri Maha Pratyangira Devi: Holy Divine Mother in Ferocious Form [1]
- ^ Max Muller The Hymns of the Atharva-Veda: The Sacred Books of the East V42
- ^ Teun Goudriaan Maya: Divine And Human
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


