Mahawidya

- Atas: Kali, Tara, Tripurasundari, Buwaneswari, dan Bairawi.
- Bawah: Cinamasta, Dumawati, Bagalamuki, Matanggi, dan Kamalatmika.
Mahawidya (Dewanagari: महाविद्या; IAST: Mahāvidyā) adalah kelompok yang terdiri sepuluh dewi Tantra[1] dalam agama Hindu.[2] Nama sepuluh dewi Mahawidya antara lain: Kali, Tara, Tripurasundari, Buwaneswari, Bairawi, Cinamasta, Dumawati, Bagalamuki, Matanggi, dan Kamalatmika.[3] Meskipun demikian, susunan kelompok ini berbeda-beda tergantung tradisi keagamaan yang dianut, meliputi Saiwa, Waisnawa, dan Buddhisme Wajrayana.[1]
Perkembangan kepercayaan terhadap Mahawidya menandai titik penting dalam sejarah aliran Sakta, karena berkembang sekaligus dengan tradisi bhakti dalam Sakta yang mencapai puncaknya pada masa 1700 Masehi. Mula-mula muncul pada zaman pasca-Purana (sekitar abad ke-6 Masehi), aliran ini merupakan gerakan keagamaan baru pada masanya yang meyakini Tuhan sebagai sosok feminin. Ajaran ini termaktub dalam kitab Dewibhagawatapurana, terutama sembilan bab terakhir (31–40) dari skandha ketujuh―disebut Dewigita―yang kemudian menjadi kitab suci utama aliran Sakta.[4]
Referensi
- ^ a b Shin (2018), hlm. 316.
- ^ Kinsley (1997), hlm. ix, 1.
- ^ Shin (2018), hlm. 17.
- ^ Brown, Charles Mackenzie (1998). The Devī Gītā: The Song of the Goddess. SUNY Press. hlm. 23. ISBN 9780791439401.
Daftar pustaka
- Kinsley, David R. (1997). Tantric Visions of the Divine Feminine: The Ten Mahavidyas. Berkeley: University of California Press. ISBN 9780520204997.
- Shin, Jae-Eun (2018). Change, Continuity and Complexity: The Mahavidyas in East Indian Sakta Traditions. London: Routledge. ISBN 978-1-138-32690-3.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


