Martanda

Martanda
Dewa matahari,
salah satu aspek dewa Surya
Anggota Aditya
Relief Martanda dari masa Dinasti Gahadavala, Rajasthan, ca abad ke-12.
AfiliasiDewa
PustakaRegweda
Dewa/dewi terkaitSurya
Pemujaan
KepercayaanHindu Kuno (periode Weda)
Kuil utamaCandi Martanda di Anantnag

Martanda (Dewanagari: मार्तण्ड; ,IASTMārtaṇḍa, मार्तण्ड) adalah salah satu dewa dalam agama Hindu, yang dipuja sebagai salah satu Aditya (kelompok dewa matahari) kedelapan menurut sastra Weda kuno. Dia disebut sebagai Aditya karena lahir dari Dewi Aditi.[1]

Secara etimologi, Martanda berasal dari kata Sanskerta mārta, yang berarti "mati" atau "tak berkembang"[a] dan aṇḍa, artinya "telur". Nama tersebut bermakna "matahari terbenam", atau matahari yang tenggelam di cakrawala.[2]

Nama Martanda tercantum dalam pustaka Regweda mandala 10, syair 72. Pada mulanya Dewi Aditi hanya memiliki tujuh putra, tap kemudian dia melahirkan putra kedelapan yang diberi nama Martanda. Meskipun banyak gita puja dalam Regweda yang menyebutnya bersama para Aditya, tetapi Aditi mengabaikannya.[3] Pada periode pasca-Weda dalam sejarah agama Hindu, ketika jumlah para Aditya ditambah hingga dua belas, nama Wiwaswat ditambah sebagai anggota utama. Maka nama Wiwaswat dan Martanda dipakai silih berganti untuk dewa yang sama.

Candi Surya Martanda di Anantnag, wilayah Jammu dan Kashmir dibangun untuk memuja Martanda. Sekarang candi tersebut tinggal puing dan Martanda tidak lagi disembah di sana. Namun suatu kompleks kuil di dekat sana bernama Martand Tirtha digunakan sebagai kuil pengganti.

Catatan

  1. ^ Kata yang berkaitan dengan mṛta, bentuk lampau dari mṛ, artinya "mati"

Referensi

  1. ^ Air Marshal RK Nehra. Hinduism & Its Military Ethos. Lancer Publishers LLC. hlm. 159–. ISBN 978-1-935501-47-3.
  2. ^ Arctic Home in the Vedas, B G Tilak
  3. ^ "The Rig Veda/Mandala 10/Hymn 72 - Wikisource, the free online library". en.m.wikisource.org. Diakses tanggal 2020-03-19.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement