Buwaneswari
| Buwaneswari | |
|---|---|
Dewi penguasa alam semesta (Sakta) | |
| Anggota Sepuluh Mahawidya | |
| Gender | wanita |
| Afiliasi | |
| Kediaman | Manidwipa |
| Pustaka | Dewibhagawatapurana |
| Senjata | pasa, gancu |
| Wahana | singa |
| Pemujaan | |
| Kepercayaan | Hindu India |
| Aliran | Sakta |
| Perayaan | Nawaratri, Bhuvaneshwari Jayanti |
| Keluarga | |
| Suami | Siwa sebagai Buwaneswara |
Buwaneswari (Dewanagari: भुवनेश्वरी; IAST: Bhuvaneśvarī) adalah salah satu dewi dalam agama Hindu. Dia merupakan anggota keempat dari sepuluh Mahawidya (Dewi Kebijaksanaan) dalam aliran Sakta (umat Hindu yang memuja sakti atau para dewi). Dia diyakini sebagai salah satu perwujudan dari Adiparasakti menurut pustaka Dewibhagawatapurana.
Etimologi
Kata "Buwaneswari" merupakan kata majemuk dalam bahasa Sanskerta yang berasal dari kata Bhuwana Iśwari, artinya "Dewi Dunia" atau "Ratu Alam Semesta". Dunia di sini mengacu kepada tri-bhuwana (tiga lapisan dunia), yaitu bhūḥ (Bumi), bhuvaḥ (atmosfer) dan svaḥ (Surga).[1][2]
Legenda
Menurut penulis David Kinsley, ada mitos asal-usul dari sumber kontemporer berbahasa Hindi yang mengisahkan bahwa Dewa Surya (Matahari) menciptakan tiga dunia setelah meminum Soma yang dihaturkan para resi dan dirasuki kekuatan Tripurasundari, sakti yang utama pada saat itu. Setelah membantu Surya dalam penciptaan tiga dunia, maka sang dewi mengambil wujud yang layak untuk memelihara dan mengatur ketiga dunia tersebut. Wujud ini dikenal sebagai Buwaneswari, yang berarti "dewi [penguasa] dunia". Mitos tersebut menegaskan bahwa Buwaneswari merupakan salah satu wujud dari Tripurasundari.[3]
Referensi
- ^ "MW Cologne Scan".
- ^ Rashinkar, Vinita (6 October 2022). The Sacred Sounds of Sri Vidya: The Secret to Manifesting Abundance. Notion Press. ISBN 9798887498652.
- ^ Kinsley, David (18 August 1997). Tantric Visions of the Divine Feminine: The Ten Mahavidyas. University of California Press. hlm. 129–131. ISBN 978-0-520-20499-7. Diakses tanggal 26 March 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


