Jhulelal
| Bhagwan Jhulelal | |
|---|---|
| Afiliasi | Dewa |
| Kediaman | lautan dan sungai Sindhu |
| Mantra | Om Vam Varunaya Namah |
| Senjata | pedang |
| Wahana | ikan |
| Dewa/dewi terkait | Baruna |
| Pemujaan | |
| Kepercayaan | Hindu Sindhi |
| Etnis | suku Sindh |
| Daerah | Sindh (Pakistan) dan India Barat |
| Keluarga | |
| Saudara | Soma Rai, Bheda Rai |
Jhulelal (Sindhi: جھولےلال; Hindi: झूलेलाल) adalah tokoh cerita rakyat di kalangan suku Sindh dan salah satu dewa yang paling dihormati oleh umat Hindu Sindhi di negara Pakistan dan India sekarang.[1] Dia dianggap sebagai awatara (penitisan) dewa Hindu, Baruna.[2][3][a]
Legenda menyatakan bahwa Jhulelal lahir pada masa pemerintahan seorang diktator Islam "Mirkshah", yang telah mengeluarkan ultimatum kepada umat Hindu setempat untuk masuk Islam.[1][5] Sebagai reinkarnasi dari dewa Sindhi, Jhulelal menunjukkan kekuatan supernatural sejak kecil; ia berkhotbah tentang bagaimana umat Islam percaya pada Tuhan yang sama, dan menekankan bahwa Al Quran melarang pemaksaan pindah agama.[1][2] Akhirnya, Jhulelal berhasil meyakinkan raja untuk mengampuni umat Hindu dan bahkan mendapatkan pengikut dari kalangan Muslim.[1][2]
Pemujaan kepada Jhulelal sangat merata di Sindh sebelum pemisahan India, dan ia merupakan salah satu dari banyak dewa yang termasuk dalam jajaran dewa-dewi lokal Sindhi.[1][2] Namun pada tahun 1950, umat Sindhi India yang dipimpin oleh Ram Panjwani di Bombay, memutuskan untuk menjadikan Jhulelal sebagai ikon persatuan bagi seluruh umat Sindhi dan mempersatukan komunitas Sindhi.[1][2] Lagu-lagu puja bakti ditulis, pamflet dicetak, patung-patung dipasang, festival dirayakan, dan acara budaya diselenggarakan dalam jumlah ribuan untuk memuliakan Jhulelal.[1] Selama beberapa dekade, Jhulelal telah berhasil menjadi representasi Dewa Pemersatu umat Sindhi.[1]
Ikonografi Jhulelal sangat bervariasi.[1][6] Umat Hindu Sindhi memuja Jhulelal di Kuil Odero Lal di Provinsi Sindh, Pakistan. Kuil ini digunakan bersama oleh umat Hindu Sindhi dan Muslim Sindhi yang menganggap kuil tersebut sebagai makam Syekh Tahir. Kuil kedua bernama Jhulelal Tirthdham terdapat di Narayan Sarovar, Kutch, Gujarat, India.[7]
Catatan
Referensi
- ^ a b c d e f g h i Mark-Anthony Falzon (2004). Cosmopolitan Connections: The Sindhi Diaspora, 1860–2000. BRILL. hlm. 58–60. ISBN 90-04-14008-5.
- ^ a b c d e Ramey, Steven W. (2008), Ramey, Steven W. (ed.), "Presenting Sacred Figures", Hindu, Sufi, or Sikh: Contested Practices and Identifications of Sindhi Hindus in India and Beyond (dalam bahasa Inggris), New York: Palgrave Macmillan US, hlm. 105–124, doi:10.1057/9780230616226_5, ISBN 978-0-230-61622-6, diakses tanggal 2021-08-24
- ^ Gopal, Dr Krishna (2003). Fairs and Festivals of India (dalam bahasa Inggris). Gyan Publishing House. ISBN 978-81-212-0810-9.
- ^ Lari, Suhail Zaheer (1994). A history of Sindh. Oxford. ISBN 0195775015. Diakses tanggal 19 December 2017.
- ^ Bhavnani, Nandita (2014). The Making of Exile: Sindhi Sindhis and the Partition of India. Westland. ISBN 9789384030339.
- ^ "Jhulay Lal's full circle". 20 December 2015.
- ^ "Coming up in Gujarat, Sindhis' own sacred shrine - Times of India". The Times of India. 12 May 2019. Diakses tanggal 12 May 2019.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


