Ambika (dewi)
| Ambika | |
|---|---|
Ibu jagat raya dan segala makhluk | |
Lukisan Ambika karya Raja Ravi Varma (1848–1906). | |
| Afiliasi | Mahadewi |
| Kediaman | Manidwipa |
| Pustaka | Markandeyapurana, Siwapurana, Skandapurana |
| Senjata | cakram, sangka, trisula, gada, busur panah, pedang |
| Wahana | singa atau macan |
| Kepercayaan | Hindu India |
| Aliran | Sakta |
Ambika (Dewanagari: अम्बिका; IAST: Ambikā) umumnya merupakan salah satu julukan atau wujud dari Mahadewi, dewi tertinggi dalam agama Hindu. Dalam ajaran Sakta, dia dipuja sebagai Adiparasakti, ibu alam semesta dan semua makhluk. Dia sering diidentikkan dengan berbagai inkarnasi seperti Candi, Durga, Bagawati, Lalitambika, Bhawani, dan banyak lainnya.[1] Dalam ikonografinya, ia biasanya digambarkan dengan delapan lengan yang memegang berbagai senjata.
Legenda
Menurut pustaka Dewimahatmaya, setelah asura Mahisa dibunuh oleh Durga, para dewa berziarah ke Himalaya dan menyanyikan gita puja untuk menghormati dewi tertinggi tersebut. Sementara itu, Dewi Parwati sedang di hulu Sungai Gangga untuk mandi dan mendengarkan puja-puji tersebut. Dia bertanya kepada para dewa, untuk siapa gita puja tersebut dipersembahkan. Sebelum mereka sempat menjawab, dia melepaskan wujud jasmaninya, memperlihatkan wujud aslinya yang penuh berkah, yang kemudian dinamai Ambika.[2] Apabila dipadankan dengan Parwati, Ambika dipandang sebagai permaisuri Siwa.
Dalam tradisi Weda, Ambika digambarkan sebagai saudara perempuan Rudra (Siwa).[3] Yajurweda menyebut Rudra "bersama dengan saudarinya, Ambikā" (svasrā-ambikā). Satapathabrahmana (2.6.2.9) menjelaskan kalimat ini dengan menyatakan secara eksplisit bahwa "Ambikā adalah nama saudarinya (Rudra)." Referensi serupa terdapat dalam Taittiriyabrahmana (1.6.10.5), yang juga mengidentifikasi Ambikā demikian dalam konteks ritual. Dalam Narasingatapanopanisad dari Atharwaweda, Dewa Narasinga digambarkan menggunakan berbagai nama, termasuk Ambikāpati (suami Ambika). Namun, dalam sastra Purana selanjutnya, nama Ambika juga digunakan untuk Parwati.
Referensi
- ^ Dalal, Roshen (2010). Ambika. Penguin Books. hlm. 18. ISBN 9780143415176. Diakses tanggal 22 June 2016.
- ^ Padma, Sree (2014-07-03). Inventing and Reinventing the Goddess: Contemporary Iterations of Hindu Deities on the Move (dalam bahasa Inggris). Lexington Books. hlm. 221. ISBN 978-0-7391-9002-9.
- ^ Müller, Friedrich Max (1891). Vedic Hymns: Hymns to the Maruts, Rudra, Vâyu, and Vâta (dalam bahasa Inggris). Clarendon Press. ISBN 978-81-7030-755-6.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


