Suddhāvāsa

Alam Suddhāvāsa (Pali; Sanskerta: Śuddhāvāsa), juga dikenal sebagai "Kediaman Murni" dan "Kediaman Suci", merupakan alam kehidupan (loka) khusus yang hanya diperuntukkan bagi para anagami (Pali: anāgāmi, "yang tidak kembali"). Para penghuni alam ini adalah mereka yang telah berada di jalan menuju tingkat pencapaian arahat (arahā, "yang layak") dalam empat tingkat pencerahan, dan akan mencapai pencerahan langsung dari alam Suddhāvāsa tanpa terlahir kembali di alam yang lebih rendah. Kondisi ini membuat Suddhāvāsa berbeda dari alam-alam lain dalam kategori alam materi halus (Pali: rūpadhātu) karena alam ini tidak menampung makhluk-makhluk yang terlahir di sana semata-mata melalui tumpukan kebajikan biasa atau sekadar pencapaian jhāna. Oleh karena itu, setiap dewa (makhluk surgawi) Suddhāvāsa dikenal sebagai "pelindung agama Buddha". Sebagai contoh, Sahāmpati—sesosok brahma pelindung agama Buddha yang memohon kepada Buddha Gotama yang baru mencapai pencerahan untuk mulai mengajar—adalah seorang anagami dari zaman Buddha sebelumnya.[1] Oleh karena dewa Suddhāvāsa tidak akan pernah terlahir kembali di luar alam Suddhāvāsa, tidak ada Bodhisatwa (Pali: Bodhisatta; Sanskerta: Bodhisattva) yang pernah terlahir di alam-alam ini karena seorang Bodhisatwa pada akhirnya harus terlahir kembali sebagai manusia.

Oleh karena para dewa ini bangkit dari alam yang lebih rendah hanya karena ajaran seorang Buddha, alam ini bisa tetap kosong untuk jangka waktu yang sangat lama jika tidak ada Buddha yang muncul. Namun, tidak seperti alam-alam yang lebih rendah darinya, alam Suddhāvāsa tidak pernah hancur oleh bencana alam. Dewa Suddhāvāsa memprediksi kedatangan seorang Buddha dan, dengan menyamar sebagai seorang brahmana, mengungkapkan kepada manusia tanda-tanda yang dapat digunakan untuk mengenali seorang Buddha. Mereka juga memastikan bahwa seorang Bodhisatwa di kehidupan terakhirnya akan melihat empat tanda yang akan membawanya pada pelepasan keduniawian.

Lima kediaman murni

Terkait jumlah alam-alam surga dan "lima kediaman murni" secara kategoris, The Princeton Dictionary of Buddhism menyatakan bahwa:

"Surga-surga dari alam materi halus (Pali, Sanskerta: rūpadhātu) terdiri dari enam belas (menurut aliran Sarvāstivāda), tujuh belas (aliran Sautrāntika), atau delapan belas (aliran Theravāda dan Sthavira nikāya) tingkatan dewa. Lima surga terakhir secara kolektif ditetapkan sebagai "lima kediaman suci," dan para dewa yang berdiam di sana disebut sebagai dewa Suddhāvāsakāyika (Pali; Sanskerta: Śuddhāvāsakāyika)."[2]

Lima alam kediaman murni (Pali: Suddhāvāsa) tersebut adalah:

  • Akaniṭṭha (Pali) atau Akaniṣṭha (Sanskerta)[3] – Alam para dewa yang "setara dalam peringkat" (terj. har.'tidak ada yang paling muda'). Alam ini merupakan alam yang tertinggi dari semua alam materi halus (Pali: rūpadhātu), dan sering digunakan untuk merujuk pada titik ekstrem tertinggi dari alam semesta. Dewa Sakka (Sanskerta: Śakra) masa ini pada akhirnya akan terlahir di sana. Durasi kehidupan di Akaniṭṭha adalah 16.000 kappa (menurut tradisi Vibhajjavāda). Penguasa Akaniṭṭha adalah Mahissara (Sanskerta: Mahesvara), nama lain dari Siwa.[4] Ketinggian alam ini adalah 167.772.160 yojana di atas Bumi (kira-kira seperti jarak dari Bumi ke Saturnus).[5]
  • Sudassī (Pali) atau Sudarśana (Sanskerta) – Alam para dewa "berpandangan jernih" yang hidup di alam yang mirip dan bersahabat dengan alam Akaniṭṭha. Ketinggian alam ini adalah 83.886.080 yojana di atas Bumi (kira-kira seperti jarak dari Bumi ke Jupiter).
  • Sudassa (Pali) atau Sudṛśa (Sanskerta) – Alam para dewa yang "indah", dikatakan sebagai tempat kelahiran kembali bagi lima jenis anagami. Ketinggian alam ini adalah 41.943.040 yojana di atas Bumi.
  • Atappa (Pali) atau Atapa (Sanskerta) – Alam para dewa yang "tidak terganggu", yang kehadirannya didambakan oleh mereka yang berada di alam-alam yang lebih rendah. Ketinggian alam ini adalah 20.971.520 yojana di atas Bumi (kira-kira seperti jarak dari Bumi ke Matahari).
  • Aviha (Pali) atau Avṛha (Sanskerta) – Alam para dewa yang "tidak jatuh", mungkin merupakan tujuan paling umum bagi para anagami yang terlahir kembali. Banyak yang mencapai tingkat arahat secara langsung di alam ini, tetapi beberapa meninggal dunia dan terlahir kembali secara berurutan di alam Suddhāvāsa yang lebih tinggi hingga akhirnya mereka terlahir kembali di alam Akaniṭṭha. Dalam bahasa Pali, penghuni alam ini disebut uddhaṃsota, "mereka yang arusnya bergerak ke atas". Durasi kehidupan di Aviha adalah 1.000 kappa (menurut tradisi Vibhajjavāda). Ketinggian alam ini adalah 10.485.760 yojana di atas Bumi (kira-kira seperti jarak dari Bumi ke Mars).

Referensi

  1. ^ Susan Elbaum Jootla "Teacher of the Devas": The Wheel Publication No. 414/416 (Kandy: Buddhist Publication Society, 1997) tautan artikel di Access to Insight
  2. ^ Buswell Jr., Robert E.; Lopez Jr., Donald S. (24 November 2013). The Princeton Dictionary of Buddhism. Princeton University Press. hlm. 231–2. ISBN 9781400848058.
  3. ^ Buswell Jr., Robert E.; Lopez Jr., Donald S. (24 November 2013). The Princeton Dictionary of Buddhism. Princeton University Press. hlm. 1075. ISBN 9781400848058.
  4. ^ Nan, Huai-Chin (2011). Story of Chinese Zen. Tuttle Publishing. ISBN 978-1-4629-0117-3. Diakses tanggal 25 February 2024.
  5. ^ "Saturn | Facts, Size, Color, & Moons". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-01-31.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement