Salim bin Ma'qil

Salim bin Ma'qil (julukan: Salim maula Abi Hudzaifah) adalah salah satu sahabat Muhammad yang berasal dari Persia.[1] Ia merupakan bekas budak Abu Hudzaifah bin Utbah. Awalnya ia budak Butsaniyah binti Yu'ar, istri Abu Hudzaifah yang kemudian dimerdekakan.[2] Ia kemudian dinikahkan dengan keponakannya, Fathimah binti al-Walid. Ia hijrah bersama Abu Hudzaifah lalu Ia dipersaudarakan dengan Mu'adz bin Ma'ish. Ia kemudian menjadi imam solat Muhajirin di Masjid Quba, Madinah, dimana jamaahnya terdapat Abu Bakar, Abu Salamah, Zaid dan Amir bin Rabiah.

Nasab dan keluarga

Salim bin Ma'qil berasal dari Persia yang termasuk orang Shabiin.[3] Ia awalnya merupakan budak milik Abu Hudzaifah bin Utbah. Namun setelah Abu Hudzaifah bin Utbah menjadi muslim, Salim bin Ma'qil dimerdekakan untuk dijadikan sebagai anak adopsi oleh Abu Hudzaifah bin Utbah. Setelah adanya larangan anak adopsi, Salim bin Ma'qil dikenal sebagai Salim maula Abu Hudzaifah.[4]

Salim bin Ma'qil menikah dengan seorang wanita dari suku Quraisy yang bernama Fathimah bin Al-Walid bin Utbah. Pernikahan Salim bin Ma'qil diselenggarakan atas permintaan dari Abu Hudzaifah bin Utbah. Fathimah merupakan putri dari Al-Walid bin Utbah yang merupakan saudara laki-laki dari Abu Hudzaifah.[5]

Keislaman dan perjuangan

Salim bin Ma'qil merupakan salah seorang sahabat Muhammad dari kaum Muhajirin. Setelah menjadi muslim, Salim bin Ma'qil turut mengikuti Pertempuran Badar.[6] Selain pertempuran Badar, Salim bin Ma'qil mengikuti Pertempuran Uhud, dan Pertempuran Khandaq.[7][8]

Kematian

Pada tahun 11 H, Salim bin Ma'qil ikut dalam Pertempuran Yamamah sebagai pembawa panji bagi kaum Muslimin. Selama berlangsungnya pertempuran, pasukan musuh memotong tangan kanan Salim bin Ma'qil yang membawa panji. Ia kemudian memegang panji dengan tangan kiri tetapi tangan kirinya juga dipotong oleh pasukan musuh. Setelah kedua tangannya terpotong, Salim bin Ma'qil tetap membawa panji dengan lengan yang tersisa pada tubuhnya.[6] Jenazah Salim bin Ma'qil meninggal dalam Pertempuran Yamamah. Jenazahnya dikuburkan bersama dengan jenazah Abu Hudzaifah bin Utbah yang juga meninggal selama Pertempuran Yamamah.[9]

Keutamaan

Penghafal Al-Qur'an dan imam salat

Salim bin Ma'qil merupakan salah satu dari tujuh penghafal Al-Qur'an yang disebutkan dalam tiga periwayat hadis dalam Shahih Bukhari yang disusun oleh Al-Bukhari.[10] Ketiga periwayat hadisnya yaitu Abdullah bin Amr bin Ash, Qatadah dan Anas bin Malik.[11] Dalam sebuah hadis periwayatan Al-Bukhari disebutkan bahwa Muhammad sebagai nabi dalam Islam menganjurkan para sahabatnya untuk mempelajari Al-Qur'an dari empat orang yang salah satunya adalah Salim bin Ma'qil.[12] Tiga lainnya adalah Ibnu Mas'ud, Ubay bin Ka'ab dan Mu'adz bin Jabal.[13][14]

Dalam hadis riwayat Ahmad bin Hanbal dan Hakim an-Naisaburi, diketahui bahwa Salim bin Ma'qil merupakan salah seorang penghafal Al-Qur'an yang memiliki kemampuan mengaji dengan bacaan yang tepat. Bacaan Al-Qur'an dari Salim bin Ma'qil dalam hadis ini diakui ketepatannya oleh Muhammad dan Aisyah. Salim bin Ma'qil menjadi imam bagi kalangan Muhajirin ketika salat di Masjid Quba.[6] Selain itu, Salim bin Ma'qil pernah menjadi imam salat bagi kaum Anshar pada masa hidup Muhammad.[15]

Azbabun nuzul

Beberapa ulama dan ahli tafsir Al-Qur'an meyepakati bahwa ayat ke 87 dan ke-88 dalam Surah Al-Ma'idah diwahyukan berkaitan dengan kejadian yang dialami oleh para sahabat Muhammad termasuk Salim bin Ma'qil. Pendapat tersebut dinyatakan antara lain oleh Al-Wahidi, Al-Bukhari, Ibnu Jarir, As-Suyuthi, dan At-Tirmidzi. Kedua ayat tersebut berisi larangan Allah kepada orang-orang yang beriman untuk melampaui batas dengan mengharamkan makanan yang telah Allah tetapkan kehalalannya.[3]

Referensi

Catatan kaki

  1. ^ Adz-Dzahabi (2001). Siyar A'lam an-Nubala. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-12-04. Diakses tanggal 2023-05-31.
  2. ^ Hakim, Manshur Abdul (2024-10-21). Agar Selamat Sampai di Surga Allah (dalam bahasa Melayu). Maghfirah Pustaka. hlm. 143. ISBN 9799792525839. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ a b Umairah, Abdurrahman. Irfan, Dendi (ed.). Tokoh yang Diabadikan Al-Qur`an Jilid 4 [Rijaalun wa Nisaa'un Anzalallaahu fiihim Qur'aana]. Diterjemahkan oleh Syihabuddin, M. Jakarta: Gema Insani. hlm. 260. ISBN 979-561-667-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Mursi 2020, hlm. 61-62.
  5. ^ Jam'ah, Ahmad Khalil (2022). Putri-Putri Sahabat Rasulullah. Darul Falah. hlm. 193. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ a b c Mursi 2020, hlm. 62.
  7. ^ Abidin, As'ad Syamsul (2022-04-18). "Perang Badar Kubra 17 Ramadhan, Ini Nama-nama Para Mujahid Ahlul Badar". Aktual.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-01. Diakses tanggal 2023-06-01.
  8. ^ Abu Nu'aim al-Ashbahani (1998). Ma'rifat ash-Shahabah. Vol. 3 (Edisi 1). Dar Al Watan. hlm. 1361.
  9. ^ Mursi 2020, hlm. 62-63.
  10. ^ As Shidiq, Tarmizi (Juni 2020). Putra, M. K., dan Nurbowo (ed.). Rumah Tahfidz: Sejarah, Gerakan, dan Dinamika Membumikan Tahfidzul Qur’an dari Yogyakarta. Tangerang: Daqu Bisnis Nusantara. hlm. 73. ISBN 978-602-50487-2-2. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ^ Al-Qaththan, Manna (April 2015). Akaha, A. Z., dan Ihsan, M. (ed.). Pengantar Studi Ilmu Al-Qur'an. Diterjemahkan oleh El-Mazni, Aunur Rafiq. Jakarta Timur: Pustaka Al-kautsar. hlm. 152. ISBN 978-979-592-646-7. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  12. ^ al-Suyuthi, Jalaluddin (Desember 2021). Ayubenu, E. A., dan Rusdianto (ed.). Al-Itqan fi Ulumil Qur’an: Samudra Ilmu-Ilmu al-Qur'an [Al-Itqan fi 'Ulumil Qur'an]. Diterjemahkan oleh Halabi, Muhammad. Yogyakarta: DIVA Press. hlm. 271. ISBN 978-623-293-574-7. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  13. ^ (Arab) Hilyatul Auliya – Salim maula Abi Hudzaifah Diarsipkan 19 September 2016 di Wayback Machine.
  14. ^ "4 Sahabat yang Ahli Membaca al-Quran". islamhariini.com.
  15. ^ Ashri, M., dan Samuddin, R. (2013). Kustiati, Retno (ed.). Hukum Internasional dan Hukum Islam tentang Sengketa dan Perdamaian. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 201. ISBN 978-979-22-9878-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

  • Mursi, Muhammad Sa'id (Oktober 2020). Ihsan, Muhammad (ed.). Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah [Uzhamaa'u Al-Islam 'Abra Arba'ah Asyra Qarnan min Az-Zamaan]. Diterjemahkan oleh Harahap, K. A., dan Faozan, A. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. ISBN 978-979-592-900-0. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: translators list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement