Sa'ad bin ar-Rabi'
Sa'ad bin ar-Rabi' (bahasa Arab: سعد بن الربيع) adalah seorang Sahabat Nabi Islam Muhammad dari Anshar Suku Khazraj. Muhammad menganggap saudara antara ia dan Abdurrahman bin Auf. Ia adalah salah satu saksi yang mengikuti Perjanjian di Bukit Aqabah. Ia terbunuh dalam Perang Uhud. Ibunya bernama Hazilah binti Anbar bin Amr. Ia termasuk orang kaya, memiliki 2 istri yang hendak ia tawarkan 1 kepada Ibn Auf namun ditolak.[1]
Muhammad berkata,"Siapa di antara kalian yang mau memeriksa untukku apa yang dilakukan Sa'ad bin Rabi'? Apakah ia masih hidup atau sudah meninggal?" Seorang Anshar menjawab, "Wahai Rasulullah, aku bersedia memeriksa apa yang dilakukan Sa'ad." Orang itu pergi meneliti korban-korban perang dan akhirnya menemukan Sa'ad bin Rabi' sedang sekarat di antara para korban dengan puluhan luka. Orang itu berkata kepadanya, "Rasulullah memerintahkanku untuk melihat, apakah engkau termasuk orang yang masih hidup atau sudah meninggal." Sa'ad bin Rabi' menjawab, "Aku termasuk korban di antara para korban. Sampaikanlah salamku kepada Rasulullah dan katakan kepada beliau bahwa Sa'ad berkata kepadamu: 'Semoga Allah membalasmu dengan sebaik-baik pahala yang diberikan kepada seorang nabi dari umatnya.' Juga sampaikan salam kepada kaummu, dan beritahukan bahwa Sa'ad berkata kepada mereka: 'Kalian tidak punya alasan di hadapan Allah jika musuh berhasil melukai Nabi kalian sementara kalian masih bisa mengedipkan mata.' Tidak lama setelah itu Sa'ad bin Rabi' mengembuskan napas terakhir. Selanjutnya, sahabat Anshar itu mendatangi Rasulullah dan menyampaikan kabarnya."[2]
Paman Sa'ad ingin mengambil semua hartanya, namun istrinya protes dan melapor kepada Muhammad. Lalu warisan harta Sa'ad diputuskan untuk anak, istri dan saudaranya disinggung dengan turunnya ayat Quran Surat an-Nisa ayat 11-12.[3]
Lihat pula
Pranala luar
- http://www.islamonline.net/servlet/Satellite?c=Article_C&pagename=Zone-English-Living_Shariah%2FLSELayout&cid=1169972871474 Diarsipkan 2011-02-17 di Wayback Machine.
- ^ Abdurahman, Fuad (2025-08-27). The Bravest Shahabah: Perjuangan Para Sahabat Nabi di Garis Depan Pertemuan. Amzah. hlm. 145. ISBN 978-602-1164-02-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Hisyam, Ibnu (2019-10-01). Sirah Nabawiyah-Ibnu Hisyam (dalam bahasa Melayu). Qisthi Press. hlm. 458. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Thalib, Sayuti (2022-07-21). Hukum Kewarisan Islam di Indonesia (Edisi Revisi). Sinar Grafika. hlm. 62. ISBN 978-979-007-682-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


