Abu Qatadah

Infobox orangAbu Qatadah
Biografi
Kelahiran604 Suntingan nilai di Wikidata
Madinah Suntingan nilai di Wikidata
Kematian656 Suntingan nilai di Wikidata (51/52 tahun)
Data pribadi
AgamaIslam Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanmuhaddits Suntingan nilai di Wikidata
KonflikDaftar ekspedisi Muhammad, Pertempuran Uhud, Pertempuran Khaibar dan Pertempuran Khandaq Suntingan nilai di Wikidata

Al-Harits bin Rib'i al-Anshari (bahasa Arab: الحارث بن ربعي الأنصاري) atau yang lebih dikenal dengan Abu Qatadah (أبو قتادة; meninggal 54 H / 674 M) adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad dari kaum Anshar dari Bani Salamah dari Khazraj.

Kehidupan

Abu Qatadah turut serta dalam semua pertempuran bersama Nabi Muhammad setelah Perang Badar. Muhammad berkata tentangnya,"Sebaik-baik pasukan berkuda kita hari ini adalah Abu Qatadah."[1] Gelar itu ia peroleh saat operasi Ghazwatul Ghabab (Pertempuran Hutan) setelah Perjanjian Hudaibiyah. Dalam operasi itu ia membunuh Abdurrahman bin Uyainah dan Muhriz. Ia ikut membunuh Sallam bin Abil Huqaiq, tokoh yahudi yang terlibat dalam menggalang Pertempuran Khandaq mengepung muslimin. Abu Qatadah pergi ke Hadhra' yang terletak di Nejd pada tahun 8 H. Ia pergi bersama lima belas orang laki-laki. Lalu mereka berhasil mendapatkan harta rampasan berupa 200 ekor unta dan 2.000 kambing serta menyandera tawanan.[1]

Ia kemudian ikut serta dalam penaklukan Islam di Persia dimasa Umar bin Khathab, berhasil membunuh pemimpin persia dan dihadiahkan ikat pinggang mahal senilai 15.000 dinar.[1] Di masa Marwan bin al-Hakam menjadi walikota di Madinah, ia mengirim utusan kepada Abu Qatadah lalu memintanya untuk memperlihatkan kepadanya sejumlah sikap teladan Muhammad dan para Sahabat. Lalu ia berangkat bersama Marwan hingga memenuhi keperluannya.

Abu Qatadah mendampingi Ali bin Abi Thalib dalam pertempuran-pertempurannya di masa fitnah seperti Pertempuran Jamal, Pertempuran Shiffin, dan Pertempuran Nahrawan.

Kematian

Ia meninggal di Madinah pada masa kekhalifahan Muawiyah bin Abu Sufyan dalam usia 70 tahun dengan tetap tampak awet muda dimana ia pernah didoakan Muhammad,"Ya Allah, berkahilah ia pada rambut dan kulitnya".[2][1]

Referensi

  1. ^ a b c d Al-Mishri, Mahmud (2010). Sahabat-sahabat Rasulullah Jilid 4. Jakarta : Pustaka Ibnu Katsir. ISBN 9789797194386
  2. ^ Al-Khathib al-Baghdadi. Tarikh Baghdad. Vol. 1. Dar Al Kotob Al Ilmiyah. hlm. 159.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement