Prasasti Raja Soritaon

Prasasti Raja Soritaon adalah sebuah prasasti yang ditemukan di Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Prasasti ini dipahatkan pada sebuah papan batu di makam Batak kuno, dengan menggunakan aksara Batak.[1] Penggunaan aksara Batak, sebagai turunan aksara Pallawa dan aksara Melayu Kuno, membuat prasasti ini diperkirakan dibuat pada sekitar abad ke-16 hingga ke-17 Masehi.[2]
Prasasti ini terletak di salah satu papan batu tepatnya di sisi timur makam. Selain dipahatkan tulisan beraksara Batak, juga terdapat gambar cicak (kadal) yang mengapit tulisan prasasti tersebut. Ukuran papan batu prasasti ialah 100 cm x 90 cm, dengan tebal 10 cm.[1][3]
Keletakan prasasti tersebut kemungkinan bahwa ia pernah dicabut, dan kemudian ditempatkan kembali namun dengan posisi yang salah. Diperkirakan orang yang menempatkannya kembali kurang mengerti aksara Batak, sehingga prasasti ini ditempatkan dengan posisi yang miring.[3]
Karakteristik prasasti
Prasasti Raja Soritaon dituliskan dengan menggunakan aksara dan bahasa Batak Angkola. Prasasti ini dituliskan dari arah kiri ke kanan dan berjumlah 9 baris.[3] Bahan batu prasasti ini cukup keras, dan hasil penulisan prasasti ini masih cukup jelas untuk dibaca. Namun demikian, beberapa bagian ada yang aus dan terdapat pula goresan-goresan yang tipis, sehingga membuat sulit dalam mengidentifikasi beberapa aksaranya.[1]
Pada media penulisan prasasti ini juga terdapat motif cicak dengan posisi kepala yang berlawanan. Dalam budaya Batak, cicak/kadal dikenal dengan sebutan Boraspati ni Tano.[4] Boraspati ni Tano merupakan salah satu unsur kayangan Batak yang sekaligus melambangkan kemakmuran, kesuburan tanah, dan dunia bawah. Ia hampir selalu digambarkan dengan kepala yang seolah-olah muncul dari dunia bawah untuk bergabung dalam dunia tengah.[5]
Aspek fisik yang dapat dilihat dari sebuah prasasti Batak adalah bentuk media yang digunakan, yang sangat terkait dengan bahannya. Prasasti yang terbuat dari batu bentuknya bervariasi, di antaranya bentuk lingga, yupa, stele, akulade, blok, atau batu alam yang bentuknya tidak beraturan. Selain batu, prasasti tertulis beraksara Batak pada umumnya juga dituliskan pada tiga jenis bahan lainnya, yaitu kulit kayu (laklak), tulang kerbau, dan bambu.[1]
Isi prasasti
Alihaksara
Isi dari Prasasti Raja Soritaon:[6]
- raja sori
- taon ma
- n pung na ton
- i ma halak namora na
- di padang bujur ha to(?)2
- bang ho _3 _ mo pa na pa
- pa ngi gad da nga ra
- a nge a ma
- _ na ma
Alihbahasa
- raja sori
- taaon inilah
- yang pertama kali datang
- dialah orang kaya
- di padang bujur
- raja kampung/yang dituakan dialah yang dapat berbicara
- memutuskan/menetapkan segala persoalan
- _ _ _ _ _ _
- _ _ _
Lihat pula
Referensi
- ^ a b c d Nasoichah, Churmatin (18 April 2017). "PRASASTI RAJA SORITAON DAN LATAR BELAKANG PENULISANNYA". Naditira Widya (1). Balai Arkeologi Kalimantan Selatan. ;
- ^ Nasoichah, Churmatin (07-04-2017). "MAKAM KUNO SUTAN NASINOK HARAHAP, POLA PENGUBURAN ETNIS BATAK ANGKOLA-MANDAILING DI PADANG LAWAS UTARA". Balai Arkeologi Sumatra Utara.
- ^ a b c Nasoichah, Churmatin; Andhifani, Wahyu Rizky (2020). "Prasasti-Prasasti Beraksara Pasca-Palawa: Bukti Keberagaman di Kawasan Kepurbakalaan Padang Lawas, Sumatera Utara" (PDF). Journal Arkeologi Siddhayatra. 25 (1). Balai Arkeologi Sumatera Selatan. ISSN 2598-1056.
- ^ Kozok, Uli (1999). Warisan Leluhur - Sastra Lama dan Aksara Batak [Ancestor's Heritage - Ancient Literature and Script of Batak]. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 9799023335.
- ^ Nasoichah, Churmatin (2018-01-05). "Verklaring: Bukti Tertulis Mobilitas Masyarakat Pribumi Pada Awal Abad Ke-20 Masehi". Berkala Arkeologi Sangkhakala. 15 (2): 176. doi:10.24832/bas.v15i2.121. ISSN 2580-8907.
- ^ Oetomo, Repelita Wahyu (2018-01-06). "Pemanfaatan dan Pengembangan Obyek Arkeologi di Padang Lawas dan Padang Lawas Utara Sebagai Kawasan Wisata Budaya Terpadu". Berkala Arkeologi Sangkhakala. 14 (27): 148–164. doi:10.24832/bas.v14i27.163. ISSN 2580-8907.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


