Ginosentrisme
| Bagian dari seri |
| Feminisme |
|---|
Ginosentrisme adalah konsep sosial-budaya yang merujuk pada pemusatan perhatian atau kerangka berpikir yang menempatkan perempuan sebagai fokus utama dalam teori, praktik sosial, kebijakan, maupun sistem nilai. Dalam kerangka ini, pengalaman, perspektif, dan kepentingan perempuan dijadikan titik rujukan utama dalam memahami dan menafsirkan realitas sosial.[1] Konsep yang dipandang sebagai kebalikannya adalah androsentrisme, yaitu sudut pandang yang menempatkan laki laki atau maskulinitas sebagai pusat analisis dan penilaian.[2]
Etimologi
Secara etimologis, istilah ginosentrisme berasal dari bahasa Yunani Kuno, yakni γυνή dan κέντρον. Kata γυνή berarti perempuan, wanita, atau istri. Dalam bentuk majemuk bahasa Yunani Kuno, akar kata ini biasanya muncul sebagai γυναικ, sebagaimana terlihat dalam bentuk genetif γυναικός dan dalam bentuk nominatif kuno γύναιξ. Tidak ditemukan bentuk majemuk dari γυνή yang diawali dengan γυνο- atau γυνω- dalam penggunaan klasik.[3][4]
Kata κέντρον memiliki beberapa makna dalam bahasa Yunani Kuno, antara lain ujung runcing, sengat serangga, mata tombak, serta titik tetap pada jangka. Dari makna terakhir ini berkembang pengertian sebagai pusat atau titik tengah lingkaran. Makna pusat tersebut dipertahankan dalam bahasa Latin melalui kata centrum,[5][6] yang merupakan serapan dari bahasa Yunani Kuno, dan kemudian menjadi asal kata centre dalam bahasa Inggris.[7] Kata κέντρον sendiri berasal dari kata kerja κεντεῖν yang berarti menyengat, menusuk, mendorong, atau memacu. Dalam pembentukan istilah ginosentrisme, makna yang relevan adalah pusat atau titik tengah.[3][4]
Sejarah
Penggunaan istilah ginosentrisme dapat ditelusuri setidaknya sejak akhir abad ke 19. Pada tahun 1897, istilah ini muncul dalam jurnal The Open Court, yang memuat pandangan bahwa masyarakat Amerika dinilai lebih menunjukkan kecenderungan ginosentris dibandingkan antroposentris.[8] Pada tahun 1914, penulis George A. Birmingham menggambarkan kehidupan sosial Amerika sebagai tersusun dengan mempertimbangkan kenyamanan dan kesenangan perempuan, suatu karakterisasi yang dikaitkan dengan sifat ginosentris.[9]
Dalam perkembangan wacana akademik abad ke 20, terutama sejak gelombang feminisme kedua pada dekade 1970 an, istilah ginosentrisme digunakan dalam diskusi mengenai teori feminis. Konsep ini kerap dikaitkan dengan feminisme perbedaan, yaitu pendekatan yang menekankan pengakuan terhadap perbedaan antara laki laki dan perempuan, baik secara biologis maupun sosial, serta pentingnya memahami pengalaman perempuan sebagai kategori analitis tersendiri. Pendekatan ini berbeda dari feminisme kesetaraan yang berfokus pada persamaan hak dan perlakuan antara gender.[10]
Referensi
- ^ "Gynocentrism | Women's Studies and Feminism | Research Starters | EBSCO Research". EBSCO (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-02.
- ^ Young, Iris Marion (1985-01-01). "Humanism, gynocentrism and feminist politics". Women's Studies International Forum. 8 (3): 173–183. doi:10.1016/0277-5395(85)90040-8. ISSN 0277-5395.
- ^ a b Kraus, Ludwig A. (1844). Kritisch-etymologisches medicinisches Lexikon (Dritte Auflage). Göttingen, Germany: Deuerlich & Dieterich. OCLC 491993305.
- ^ a b Liddell, Henry G.; Scott, Robert (1940). A Greek-English lexicon / a new edition revised and augmented throughout / by Sir Henry Stuart Jones; with the assistance of Roderick McKenzie and with the co-operation of many scholars. Oxford: Clarendon Press. OCLC 630078019.
- ^ Lewis, Charlton T.; Short, Charles (1879). A Latin dictionary founded on Andrews' edition of Freund's Latin dictionary. Oxford: Clarendon Press. OCLC 223667500.
- ^ Saalfeld, Günther Alexander Ernst Adolf (1884). Tensaurus Italograecus : ausführliches historisch-kritisches Wörterbuch der Griechischen Lehn- und Fremdwörter im Lateinischen. Wien: Druck und Verlag von Carl Gerold's Sohn, Buchhändler der Kaiserl. Akademie der Wissenschaften. OCLC 46301119 – via the Internet Archive.
- ^ Klein, Ernest (1971). A comprehensive etymological dictionary of the English language: Dealing with the origin of words and their sense development thus illustration the history of civilization and culture. Amsterdam: Elsevier Science B.V. OCLC 802030047 – via the Internet Archive.
- ^ The Open Court, Volume 11 (Open Court Publishing Company, 1897)
- ^ George A. Birmingham, From Dublin to Chicago: Some Notes on a Tour in America (George H. Doran Company, 1914)
- ^ Nicholson, Linda (1997). "Gynocentrism: women's oppression, women's identity, and women's standpoint". Dalam Nicholson, Linda (ed.). The Second Wave: a Reader in Feminist Theory, Volume 1. New York: Routledge. hlm. 147–151. ISBN 978-0-415-91761-2 – via Google Books.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


