Feminisme kulit putih

Feminisme kulit putih (bahasa Inggris: white feminism) adalah istilah yang digunakan dalam kajian feminisme untuk merujuk pada bentuk atau pendekatan feminisme yang dianggap berfokus pada pengalaman perempuan kulit putih tetapi tidak secara memadai membahas bentuk penindasan lain yang dialami oleh perempuan dari kelompok etnik minoritas maupun perempuan yang tidak memiliki hak istimewa sosial lain.[1][2] Dalam kerangka ini, konsep "kulit putih" (whiteness) dipahami sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi pengalaman hidup perempuan dalam berbagai konteks sosial.[3]

Istilah tersebut sering muncul dalam pembahasan mengenai batasan pendekatan feminisme yang menitikberatkan pada ketidaksetaraan berbasis gender tanpa secara eksplisit memasukkan faktor identitas lain, seperti ras, kelas sosial, orientasi seksual, atau disabilitas. Dalam konteks ini, feminisme kulit putih dikaitkan dengan perdebatan mengenai interseksionalitas, yaitu pendekatan yang menekankan keterkaitan berbagai bentuk penindasan.[4][5][6]

Dalam kerangka feminisme kulit putih, penindasan terhadap perempuan cenderung dianalisis melalui satu perspektif utama (single-axis). Pendekatan ini berisiko mengabaikan, bahkan menghapus pengalaman sosial perempuan dari kelompok etnis minoritas. Pendekatan ini dianggap oleh sebagian kalangan kurang mencakup pengalaman perempuan dari kelompok etnis minoritas. Istilah ini juga sering digunakan untuk menggambarkan pendekatan feminis yang berpusat pada pengalaman perempuan yang berkulit putih, cisgender, heteroseksual, dan tanpa disabilitas, sehingga pengalaman perempuan di luar kategori tersebut kurang mendapat perhatian atau terpinggirkan.[7]

Kritik terhadap pendekatan ini banyak ditujukan pada gelombang awal gerakan feminisme, yang dinilai berfokus pada pemberdayaan perempuan kelas menengah kulit putih di masyarakat Barat.[8][9] Meskipun istilah feminisme kulit putih relatif baru, kritik terhadap pandangan tersebut telah muncul sejak awal gerakan feminisme, khususnya di Amerika Serikat.[10][11]

Sejak akhir 2010-an, penggunaan istilah ini meningkat seiring dengan meluasnya pembahasan teori interseksionalitas dalam wacana publik. Meskipun demikian, tidak semua pihak sepakat dengan penggunaannya. Beberapa pengamat berpendapat bahwa istilah ini kadang digunakan secara luas untuk mengkritik feminis kulit putih, tanpa mempertimbangkan apakah individu atau kelompok tersebut telah berupaya mengakomodasi pengalaman perempuan dari kelompok minoritas.[12][13]

Asal-usul

Pada awal perkembangannya di masyarakat Barat, gerakan feminisme sebagian besar diwakili oleh perempuan kulit putih berpendidikan yang menekankan hak pilih dan representasi politik.[14] Contohnya terdapat dalam karya A Vindication of the Rights of Woman (1792) oleh Mary Wollstonecraft,[15] yang mengadvokasi kesetaraan moral dan politik antara laki-laki dan perempuan, dengan penekanan pada perempuan kelas menengah.[16][17]

Di Prancis, Olympe de Gouges memperjuangkan hak-hak perempuan melalui Declaration of the Rights of Woman and of the Female Citizen (1791).[18] Kritik terhadap feminisme kulit putih menunjukkan bahwa pendekatan ini cenderung memusatkan perhatian pada perempuan kulit putih sebagai korban ketidaksetaraan gender, tanpa memperhitungkan pengalaman perempuan dari kelompok ras lain, sehingga dapat berkontribusi dalam mempertahankan struktur supremasi kulit putih.[19]

Referensi

  1. ^ Sodha, Sonia (2021-09-26). "'White feminists' are under attack from other women. There can only be one winner – men". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2026-03-28.
  2. ^ Weglarz, Sophia. "White feminism perpetuates white supremacy". The Evanstonian. Diakses tanggal 2026-03-28.
  3. ^ Jonsson, Terese (2021). Innocent Subjects: Feminism and Whiteness (Edisi 1). Pluto Press. ISBN 978-0-7453-3751-7.
  4. ^ Ashlee, Christoffersen,; Akwugo, Emejulu, (2023-06-16). ""Diversity Within": The Problems with "Intersectional" White Feminism in Practice". Social Politics: International Studies in Gender, State & Society (dalam bahasa Inggris). 30 (2). doi:10.1093/. ISSN 1072-4745. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  5. ^ Coaston, Jane (2019-05-20). "The intersectionality wars". Vox (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-03-28.
  6. ^ Frankenberg, Ruth (1993). "Growing up White: Feminism, Racism and the Social Geography of Childhood". Feminist Review (45): 51–84. doi:10.2307/1395347. ISSN 0141-7789.
  7. ^ Breines, Wini (2002-06). "What's Love Got to Do with It? White Women, Black Women, and Feminism in the Movement Years". Signs: Journal of Women in Culture and Society. 27 (4): 1095–1133. doi:10.1086/339634. ISSN 0097-9740.
  8. ^ "Four Waves of Feminism | Pacific University". www.pacificu.edu. Diakses tanggal 2026-03-28.
  9. ^ Mohajan, Haradhan Kumar (2022-08-25). "Four Waves of Feminism: A Blessing for Global Humanity". Studies in Social Science & Humanities (dalam bahasa Inggris). 1 (2): 1–8. doi:10.56397/SSSH.2022.09.01. ISSN 2709-7862.
  10. ^ Thompson, Becky (2002). "Multiracial Feminism: Recasting the Chronology of Second Wave Feminism". Feminist Studies. 28 (2): 337–360. doi:10.2307/3178747. ISSN 0046-3663.
  11. ^ Staples, Brent (2019-02-02). "Opinion | When the Suffrage Movement Sold Out to White Supremacy". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2026-03-28.
  12. ^ "Why Is 'White Feminism' Such a Dirty Phrase? A History of Feminism and Exclusion". Mic (dalam bahasa Inggris). 2016-05-13. Diakses tanggal 2026-03-28.
  13. ^ "Emma Watson Addresses Her White Privilege and 'White Feminism' in Letter to Her Book Club". W Magazine (dalam bahasa Inggris). 2018-01-09. Diakses tanggal 2026-03-28.
  14. ^ "How White Feminists Oppress Black Women: When Feminism Functions as White Supremacy". Chacruna (dalam bahasa American English). 2019-01-16. Diakses tanggal 2026-03-28.
  15. ^ "A Vindication of the Rights of Woman | Online Library of Liberty". oll.libertyfund.org. Diakses tanggal 2026-03-28.
  16. ^ "A Vindication of the Rights of Woman (1792) by Mary Wollstonecraft | Towards Emancipation?". hist259.web.unc.edu. Diakses tanggal 2026-03-28.
  17. ^ Ford, Thomas H. (2009). "Mary Wollstonecraft and the Motherhood of Feminism". Women's Studies Quarterly. 37 (3/4): 189–205. ISSN 0732-1562.
  18. ^ Cokely, C. L., & Britannica Editors. (t.t). Declaration of the Rights of Woman and of the [Female] Citizen. Encyclopaedia Britannica. Diakses 28 Maret 2026
  19. ^ Moon, Dreama G.; Holling, Michelle A. (2020-04-02). ""White supremacy in heels": (white) feminism, white supremacy, and discursive violence". Communication and Critical/Cultural Studies. 17 (2): 253–260. doi:10.1080/14791420.2020.1770819. ISSN 1479-1420.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement