Sungai Tapin


Sungai Tapin
Lokasi
NegaraIndonesia
ProvinsiKalimantan Selatan
Ciri-ciri fisik
Hulu sungaiPegunungan Meratus
Muara sungaiSungai Nagara
 - lokasiKalimantan Selatan
Panjang30 km (19 mi)
Lebar 
 - rata-rata9 m (30 ft)
 - maksimum50 m (160 ft)
Kedalaman 
 - rata-rata3,5 m (11 ft)
Daerah Aliran Sungai
Luas DAS278 km2 (107 sq mi)[1]
Anak sungai 
 - kiriSungai Muning, Sungai Tatakan, Sungai Halat, Sungai Gadung

Sungai Tapin adalah sungai yang mengalir di wilayah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan,[2] dan merupakan salah satu sungai utama yang melintasi kawasan Rantau sebagai ibu kota kabupaten. Sungai ini membentang dari bagian hulu di wilayah timur menuju hilir di bagian barat dan melewati beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Piani, Bungur, Tapin Utara, dan Bakarangan. Sungai ini juga berperan penting sebagai sumber air baku bagi perusahaan daerah air minum di Kabupaten Tapin. [3] [4]

Pada dekade 1980-an, Sungai Tapin dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan oleh masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai. Kondisi tersebut terjadi karena air sungai masih jernih dan terdapat berbagai jenis ikan air tawar. Setelah tahun 1993, kondisi air Sungai Tapin mengalami perubahan menjadi keruh. [2] Pada tahun 2025, indeks kualitas air Sungai Tapin tercatat sebesar 66,08 dengan kategori sedang akibat pencemaran biologis berupa kontaminasi tinja manusia atau hewan serta limbah pertanian dan peternakan.[5]

Sungai Tapin merupakan sungai yang rawan menyebabkan genangan dan potensi banjirnya tinggi. Tercatat sungai Tapin meluap beberapa kali pada 2020,[6] 2022, 2023,[7] 2024.[8]

Pada bagian hulu Sungai Tapin di Desa Pipitak Jaya, Kecamatan Piani, dibangun Bendungan Tapin yang memanfaatkan aliran sungai tersebut dan berfungsi untuk mengendalikan debit air, mereduksi potensi banjir di wilayah hilir, menyediakan air baku, serta mendukung irigasi pertanian, sehingga Sungai Tapin dan Bendungan Tapin merupakan satu kesatuan sistem pengelolaan sumber daya air yang saling terhubung.

Mitologi

Sungai Tapin dikaitkan dengan legenda Balahindang, sebuah cerita rakyat yang berkembang di Kabupaten Tapin.[9] Dalam hikayat tersebut, diceritakan bahwa Sungai Tapin diciptakan akibat perjalanan panjang seekor naga putih yang merupakan jelmaan seorang pria yang dikutuk akibat memakan telur naga betina.[2]

Lihat juga

Referensi

  1. ^ name="https://inilahkalsel.com/sore-romantis-di-bendung-pitap-tempat-santai-warga-balangan-yang-lagi-viral/
  2. ^ a b c Wahid, Mukhtar (13 Januari 2019). "Kabupaten Tapin Banyak Miliki Sungai, Sungai Tapin adalah Paling Terkenal". Banjarmasinpost.co.id. Diakses tanggal 2025-10-10.
  3. ^ Pasya, Muhammad (7 Oktober 2025). "Kekeruhan Sungai Tapin tantang PT Bastari jaga pasokan air bersih". ANTARA News Kalimantan Selatan. Diakses tanggal 2025-10-10.
  4. ^ Pemerintah Kabupaten Tapin (30 Maret 2023). Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Tapin (PDF). Rantau: Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Tapin. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ Pasya, Muhammad (8 Oktober 2025). "DLH Tapin temukan kadar Fecal Coliform meningkat di sungai Tapin". ANTARA News Kalimantan Selatan. Diakses tanggal 2025-10-10.
  6. ^ Helman (2020-02-07). "Sungai Menyurut, Tapin Masih Diselimuti Hujan". Duta TV | Berita Terkini Kalimantan Selatan. Diakses tanggal 2025-10-13.
  7. ^ Fadillah, M (2 Februari 2023). "Sungai Tapin meluap, kawasan kota mulai kebanjiran". ANTARA News Kalimantan Selatan. Diakses tanggal 2025-10-13.
  8. ^ "Banjir di TAPIN, KALIMANTAN-SELATAN, 13-01-2024". pusatkrisis.kemkes.go.id (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2025-10-13. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  9. ^ Verdana, Aristya (29 November 2024). "Lagu Legenda Balahindang, Ketika Musik Daerah Banjar Bertemu Inovasi Modern". Suaramerdeka.com. Diakses tanggal 10 Oktober 2025.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement