Kalipuro, Banyuwangi

Kalipuro
Pelabuhan Ketapang
Pelabuhan Ketapang
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBanyuwangi
Pemerintahan
 • CamatAstorik, S.Sos.
Populasi
 (2024)
 • Total87.801 jiwa
Kode pos
68452
Kode Kemendagri35.10.21 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3510200 Suntingan nilai di Wikidata
Luas310.03 km²
Desa/kelurahan4 kelurahan
5 desa
Peta
PetaKoordinat: 8°6′52″S 114°19′46″E / 8.11444°S 114.32944°E / -8.11444; 114.32944

Kalipuro adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Kalipuro dimekarkan dari Kecamatan Giri pada tahun 1995.[1] Kalipuro adalah daerah penyangga dari ibu kota Banyuwangi yang terletak tepat di utara kota tersebut. Kecamatan ini dilintasi Jalur Pantura dan memiliki pelabuhan besar bernama Pelabuhan Ketapang yang menjadi moda transportasi penting untuk menghubungkan Pulau Jawa dengan Bali.[2] Di sekitar pelabuhan tersebut terdapat Stasiun Ketapang, Terminal Sritanjung, Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi, hingga berbagai industri besar. Selain itu, sepanjang pesisir timur Kalipuro terdapat obyek wisata pantai yang indah seperti Watu Dodol dan Cacalan, serta terdapat banyak hotel mewah dan rumah makan.

Geografi

Peta lokasi Kecamatan Kalipuro

Kalipuro adalah kecamatan yang terletak di bagian utara Kabupaten Banyuwangi. Wilayahnya memanjang dari kawasan Pantai Watudodol di utara hingga perbatasan ibu kota Banyuwangi di selatan. Pusat keramaian Kalipuro berada di timur kecamatan dekat pesisir yang terdapat Pelabuhan Ketapang dan berbatasan dengan Kota Banyuwangi. Namun, sebagian besar wilayah Kalipuro memiliki geografi berupa perbukitan terutama di kawasan Bukit Watu Dodol dan bagian barat Kalipuro di lereng Ijen.

Kampung Petak 5 yang terisolir di tengah perkebunan

Bagian barat Kalipuro di lereng Ijen terdapat banyak areal perkebunan seperti Kebun Kaliselogiri dan Kebun Kaliklatak. Sebagian perkebunan dikelola oleh BUMN seperti PTPN XII dan ada juga yang dikelola pihak swasta seperti PT Kaliklatak. Komoditas utama di perkebunan tersebut diantaranya karet, kopi, dan lainnya. Di tengah-tengah perkebunan tersebut terdapat kampung terpencil yang dihuni oleh pekerja kebun seperti Kampung Petak 1 dan Petak 5. Beberapa kampung tersebut sangat terisolir sehingga kekurangan infrastruktur dasar seperti listrik.[3]

Selain perkebunan besar, di lereng Ijen juga terdapat kawasan kebun rakyat yang luas dan dikelola oleh masyarakat setempat. Salah satu kampung di Kalipuro yaitu Gombengsari dikenal sebagai kampung kopi. Masyarakat Gombengsari secara keseluruhan memiliki sekitar 800 hektar kebun kopi rakyat yang juga ditanami kelapa.[4][5] Desa produktif lainnya di lereng Ijen adalah Telemung yang warganya menanam kelapa / aren untuk diambil nira-nya, yang kemudian diolah menjadi gula semut organik. Masyarakat Telemung juga beternak kambing etawa untuk diambil susunya.[6]

Batas wilayah Kecamatan Kalipuro adalah sebagai berikut:[7]

Utara Kecamatan Wongsorejo
Timur Selat Bali
Selatan Kecamatan Banyuwangi, Kecamatan Giri, dan Kecamatan Glagah
Barat Pegunungan Ijen

Daftar desa dan dusun

Kecamatan Kalipuro terdiri dari 4 kelurahan dan 5 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:

Daftar kelurahan

No. Nama Kelurahan Nama Lingkungan dan Kampung Ref
1[a] Bulusan Krajan, Kampung Baru [7]
2[b] Gombengsari Gombeng, Kacangan Asri, Kaliklatak, Lerek, Losan, Petak 1, Petak 5, Petak 6, Sebani, Suko, Sumber Pakem, Sumberwaru [7]
3 Kalipuro Krajan, Antogan, Brak, Kalipuro Asri, Papring, Secang, Secang Mangir, Secang Timur, Sumbernanas, Tirtopuro, Wangkal, Warung Kopat [7]
4 Klatak Klatakan, Sukowidi, Tanjung [7]

Daftar desa

No. Nama Desa Nama Dusun atau Dukuh Ref
1[c] Bulusari Bulupayung, Kopensere, Plampang, Pal Pakis [7]
2 Kelir Krajan, Banjarwaru, Jambendawe, Kelirpuan, Kopenbayah, Pekarangan [7]
3 Ketapang Krajan, Alas Gedang, Besaran, Gunung Remuk, Kaliselogiri, Pancoran, Rowo, Selogiri, Tetelan, Wangkal Secang [7]
4 Pesucen Krajan, Bangunrejo, Padang Baru [7]
5[d] Telemung Krajan, Gedor, Pringgading, Telemungsari, Watugepeng, Wonosuko [7]

Catatan

  1. ^ Bulusan merupakan pemekaran dari Kelurahan Klatak pada tahun 1999.[8]
  2. ^ Gombengsari merupakan pemekaran dari Kelurahan Kalipuro pada tahun 1999.[9]
  3. ^ Bulusari merupakan pemekaran dari Desa Pesucen, awalnya berstatus desa persiapan pada tahun 1998.[10]
  4. ^ Telemung merupakan pemekaran dari Desa Kelir, awalnya berstatus desa persiapan pada tahun 1998.[11]

Sejarah

Rumah administrator Kebun Kali Klattak (1925)

Banyuwangi sejak zaman kolonial Belanda sudah banyak berdiri kawasan perkebunan, salah satunya adalah Perkebunan Kaliklatak di Kecamatan Kalipuro. Perkebunan Kaliklatak mengembangkan komoditas karet dan kopi di lereng Gunung Ijen. Pada awalnya, Kaliklatak dikelola oleh perusahaan swasta Belanda bernama N.V. Maatschappij Moorman & Co. Kemudian pasca kemerdekaan, perusahaan ini dinasionalisasi dan jatuh ke tangan R. Soehoed Prawiroatmodjo pada tahun 1957.[12]

Kalipuro merupakan pemekaran dari Kecamatan Giri berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 tahun 1995. Pada saat baru dimekarkan, Kalipuro mencakup 5 desa saja yaitu Desa Kalipuro, Klatak, Ketapang, Pesucen, dan Kelir. Beberapa tahun kemudian, Kalipuro berkembang menjadi 9 kelurahan/desa dengan bertambahnya Desa Bulusari, Telemung, Gombengsari, dan Bulusan. Bulusari dimekarkan dari Pesucen, Telemung dimekarkan dari Kelir, Gombengsari dimekarkan dari Kalipuro, dan Bulusan dimekarkan dari Klatak.[1]

Galeri

Transportasi

Pelabuhan Ketapang
Stasiun Ketapang (2025)

Kecamatan Kalipuro dikenal dengan Pelabuhan Ketapang yang dikelola oleh ASDP Indonesia Ferry. Pelabuhan feri tersebut menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali, dengan pelabuhan di sisi Bali bernama Pelabuhan Gilimanuk.[2] Di dekat pelabuhan tersebut juga terdapat Pelabuhan Tanjung Wangi di bawah pengelolaan Pelindo Multi Terminal yang bergerak di bidang pelayaran logistik. Selain melayani bongkar muat barang, Pelabuhan Tanjung Wangi juga terdapat rute pelayaran penumpang menuju Lombok, serta rute perintis ke Madura.[13][14] Pelabuhan Ketapang sendiri menjadi ujung timur dari Jalur Pantura, yaitu jalan nasional yang melintas dari Pelabuhan Merak Banten di ujung barat. Rencananya di dekat Pelabuhan Ketapang akan terdapat exit tol terakhir dari Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi).

Kecamatan Kalipuro memiliki 2 stasiun kereta api yang masih aktif yaitu Stasiun Ketapang dan Stasiun Argopuro. Stasiun Ketapang sendiri merupakan stasiun kereta api paling timur di Pulau Jawa dan merupakan perubahan nama dari Stasiun Banyuwangi Baru. Stasiun Ketapang merupakan stasiun terujung bagi berbagai rute kereta, misalnya Wijayakusuma (Cilacap-Ketapang), Sri Tanjung (Lempuyangan-Ketapang), dan Logawa (Purwokerto-Ketapang).[15] Sedangkan Stasiun Argopuro adalah stasiun kecil yang tidak lagi melayani naik turun penumpang sejak tahun 2021. Namun untuk sementara waktu pada tahun 2025, stasiun ini diaktifkan kembali akibat penutupan jalan nasional di kawasan Gumitir.[16] Selain stasiun, infrastruktur penting lainnya di Kalipuro adalah Terminal Sritanjung (Ketapang) yang merupakan terminal bus terbesar di Banyuwangi, bahkan lebih besar dari Terminal Brawijaya (Karangente) di pusat kota. Terminal Sritanjung melayani moda transportasi antar kota dan antar provinsi.[17]

Tempat terkenal

Patung Gandrung di Pantai Watudodol
Pemandangan di Pelabuhan Ketapang
Dermaga Cinta

Pariwisata

  • Bukit dan Pantai Watu Dodol
  • Pantai Cacalan
  • Pantai Dermaga Cinta
  • Sumber mata air Penawar
  • Perkebunan Kaliklatak
  • Wana Wisata Sumbermanis
  • Bukit Sewu Sambang
  • Air terjun Selogiri

Transportasi

Industri

  • PT Semen Bosowa Banyuwangi - pabrik semen
  • PT INKA Banyuwangi - pabrik kereta api
  • PT Pertamina TBBM Tanjung Wangi - fasilitas penyimpanan dan distribusi BBM
  • PT Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) - fasilitas penyimpanan pupuk
  • PT. Samudra Seafood Products (SSP) - pabrik pengolahan perikanan
  • PT Banyuwangi Cannery Indonesia - pabrik pengolahan dan pengalengan ikan tuna
  • PT Suri Tani Pemuka - perusahaan budidaya perikanan

Lainnya

  • Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi
  • Akademi Kelautan Banyuwangi (AKABA)
  • Kantor Imigrasi Kelas III Banyuwangi
  • Bea Cukai Banyuwangi
  • Kantor SAR BASARNAS Banyuwangi
  • Puskesmas Klatak
  • Puskesmas Kelir

Galeri

Referensi

  1. ^ a b "PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PP) NOMOR 37 TAHUN 1995 tentang PEMBENTUKAN 6 (ENAM) KECAMATAN DI WILAYAH KEBUPATEN DAERAH TINGKAT II PONOROGO, BANYUWANGI DAN JEMBER DALAM WILAYAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR" (PDF).
  2. ^ a b "Libur Natal dan Tahun Baru, Penyeberangan ke Bali Meningkat". DETIK. 2025-12-23.
  3. ^ Yuliharto Simon Christian Yeremia (2024-11-25). "Jauh Terpencil, Kampung di Banyuwangi Ini Sempat Bertahun-tahun Kesulitan Listrik". SUARA JATIM.
  4. ^ Mohammad Isfironi (2022). "KAMPUNG KOPI LEREK GOMBENGSARI (KOPI LeGO): Mempertahankan Tradisi Berkebun Kopi dan Meraih Berkah Pariwisata". 3rd Annual Conference on Community Engagement. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
  5. ^ M Agung Rajasa (2018). Fanny Octavianus (ed.). "AROMA KOPI RAKYAT BANYUWANGI". ANTARA FOTO.
  6. ^ Sumarsono (2024-02-04). "Melihat Produksi Gula Semut Organik Lereng Gunung Ijen Banyuwangi". RRI.
  7. ^ a b c d e f g h i j Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Jember. 2025-02-28.
  8. ^ "Keputusan Gubernur Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 86 tahun 1999 tentang Pengesahan Penetapan Kelurahan Bulusan Sebagai Hasil Pemecahan Kelurahan Klatak Kec. Kalipuro Kab. Daerah Tingkat Ii Banyuwangi" (PDF).
  9. ^ "Keputusan Gubernur Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 85 tahun 1999 tentang Pengesahan Penetapan Kelurahan Gombengsari Sebagai Hasil Pemecahan Kelurahan Kalipuro Kec. Kalipuro Kab. Daerah Tingkat Ii Banyuwangi" (PDF).
  10. ^ "Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 65 tahun 1998 tentang Pengesahan Pembentukan Desa Persiapan Bulusari Sebagai Pemecahan Desa Pesucen Kecamatan Kalipuro Kabupaten Daerah Tingkat Ii Banyuwangi" (PDF).
  11. ^ "Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 85 tahun 1998 tentang Pengesahan Pembentukan Desa Persiapan Telemung Sebagai Pemecahan Desa Kelir Kecamatan Kalipuro Kabupaten Daerah Tingkat Ii Banyuwangi" (PDF).
  12. ^ Mahfud, I Kadek Yudiana, Sariyanto (2023). "HISTORY OF BANYUWANGI KALIKLATAK PLANTATION AND ITS IMPACT ON SURROUNDING COMMUNITIES". International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS). 3 (1). RADJA PUBLIKA. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  13. ^ Muhammad Idris (2023-07-23). "Profil Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi". KOMPAS.
  14. ^ Ayu Lestari (2025-03-26). "Ratusan Warga Sapeken Mulai Mudik Lewat Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi". BERITA JATIM.
  15. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  16. ^ Fitri Anggiawati, Bilal Ramadhan (2025-08-12). "Beroperasi Setelah 4 Tahun Vakum, Penumpang Kereta Harap Operasional Stasiun Argopuro Dilanjutkan". KOMPAS.
  17. ^ Lugas Rumpakaadi (2025-04-06). "Terminal Sritanjung Selalu Hadir Menjadi Bufferzone Setiap Kali Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Bermasalah". RADAR BANYUWANGI.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement