I Made Agus Mahayastra

I Made Agus Mahayastra
ᬇᬫᬤᬾᬅᬕᬸᬲ᭄ᬫᬳᬬᬲ᭄ᬢ᭄ᬭ
Mahayastra pada tahun 2018
Bupati Gianyar ke-12
Mulai menjabat
20 Februari 2025
PresidenPrabowo Subianto
GubernurI Wayan Koster
WakilAnak Agung Gde Mayun
Sebelum
Pengganti
Petahana
Sebelum
Masa jabatan
20 September 2018 – 20 September 2023
PresidenJoko Widodo
GubernurI Wayan Koster
Sang Made Mahendra Jaya (Pj.)
WakilAnak Agung Gde Mayun
Wakil Bupati Gianyar ke-3
Masa jabatan
2013–2018
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gianyar
Masa jabatan
2004–2014
Informasi pribadi
Lahir2 Juni 1971 (umur 54)
Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali
Partai politik  PDI-P
Suami/istriIda Ayu Ketut Surya Adnyani
Anak3
PendidikanUniversitas Udayana
AlmamaterUniversitas Udayana Denpasar
Universitas Ngurah Rai Denpasar
PekerjaanPolitikus
Tanda tangan
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

I Made Agus Mahayastra (lahir 2 Juni 1971) adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang menjabat sebagai Bupati Gianyar masa jabatan 2018–2023[1] dan 2025–2030. Ia menjabat untuk periode kedua sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.[2] Sebelumnya, Mahayastra menjabat sebagai Wakil Bupati Gianyar masa jabatan 2013–2018.

Pada Pilbup Gianyar 2024, ia kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Gianyar masa jabatan 2025–2030 dengan menggandeng wakil yang sama, Anak Agung Gde Mayun. Pasangan calon ini berhasil unggul dengan meraih 255.492 suara atau 81,14% dari total suara sah.[3]

Latar belakang

Mahayastra adalah salah seorang warga Desa Melinggih, Payangan, Gianyar yang lahir dari ayah seorang guru SD, I Wayan Sutama dan ibu penjual kopi, Ni Made Sudani, dengan tiga orang saudaranya.[4][5]

Kehidupan pribadi

Mahayastra menikah dengan Ida Ayu Ketut Surya Adnyani dan memiliki seorang putri bernama Ni Putu Dyah Pradnya Maharani (lahir 2002), dan dua orang putra bernama Bagus Dwi Mahayana (lahir 2005) dan Bagus Trisna Mahananda Putra (lahir 2011).[6]

Kontroversi

Penolakan Jokowi

Pada Oktober 2023 Agus Mahayastra menyampaikan pesan di Whatsapp Group (WAG) seluruh perbekel/kepala desa di Gianyar dengan nama grup “Gianyar Aman”.

Ia meminta kepada warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) melalui para perbekel untuk tidak hadir menerima bantuan dari Presiden Joko Widodo saat Presiden berkunjung ke Batubulan, Kabupaten Gianyar pada Selasa 31 Oktober 2023.

Namun Agus Mahayastra membantah memberi arahan. “Bukan arahan, tapi permintaan, karena saya bukan atasannya lagi,” ucapnya singkat saat dimintai konfirmasi terkait gencarnya isu tersebut, Senin (6/11/2023).

Adanya arahan dari mantan Bupati Gianyar yang juga Ketua DPC PDIP Gianyar, Made Mahayastra, agar warga tidak menghadiri kegiatan kunjungan Presiden Joko Widodo.

Meski mengakui, Mahayastra di dalam WAG itu adalah dirinya, tapi Mahayastra membantah memberi arahan kepada para perbekel agar masyarakat penerima PKH tidak menghadiri acara kegiatan penerimaan sembako dari Jokowi.

Sebelumnya diberitakan, kedatangan Presiden Joko Widodo dalam rangka kunjungan kerja di Kabupaten Gianyar pada Selasa (31/10) lalu, mendapat perhatian publik.

Pemantiknya adalah video yang viral terkait pencabutan baliho di sepanjang jalan penghubung yang dilalui orang nomor 1 di Indonesia. Setelah ada klarifikasi oleh Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya; didampingi Pangdam IX/Udayana serta Kapolda Bali terkait pencabutan baliho, beredar pesan dari WAG perbekel/kepala desa dengan nama grup “Gianyar Aman”.

Dalam isi percakapan WAG tersebut, Mahayastra minta kepada seluruh perbekel agar penerima Program Keluarga harapan (PKH) yang diundang ke Batubulan untuk menerima bantuan sembako dari Presiden Jokowi, tidak menghadiri kegiatan tersebut. “Selamat pagi perbekel se-Gianyar, kalau ada penerima PKH yg diundang ke Batubulan utk menerima sembako hari ini mohon jgn dihadiri,” tulis Mahayastra, Selasa (31/10/2023) pukul 08.15 Wita. Kalimat tersebut, langsung dijawab oleh beberapa perbekel, salah satunya perbekel I Wayan Warka dengan membalas, “Pagi sehat selalu pak,” ditandai dengan emoticon acungan jempol dan salam. Sementara, perbekel lainnya berinisial MSS dalam percakapan tersebut juga langsung menjawab lugas dengan mengatakan dalam bahasa Bali “Swastiastu rahajeng bapak bupati, Dumogi sehat lan rahayu,” ("Halo Pak Bupati, Semoga sehat dan sejahtera") tulis MSS.[7]

Penghargaan

Tanda kehormatan

  • Nasional
    • Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha – 2019

Referensi

  1. ^ Post, Redaksi Portal Bali (2018-09-20). "Made Mahayastra Dilantik Jadi Bupati Gianyar". BALIPOST.com. Diakses tanggal 2019-01-30.
  2. ^ "Daftar Lengkap 481 Pasangan Kepala Daerah Dilantik Prabowo Hari Ini". cnnindonesia.com. 20-02-2025. Diakses tanggal 20-02-2025.
  3. ^ "Mahayastra Berhalangan Hadiri Penetapan Bupati-Wabup Terpilih". nusabali.com. 09-01-2025. Diakses tanggal 15-03-2026.
  4. ^ [email protected]. "Mahayastra, Anak Penjual Kopi Berkomitmen Bangun Gianyar Bersama Rakyat". Beritabali.com (dalam bahasa American English). Beritabali.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-01-30. Diakses tanggal 2019-01-30.
  5. ^ beritafajar. "Masa Kecil Agus Mahayastra : Bantu Ibu Jualan di Pasar, Bisa Bikin Kopi dan Masak Mie Untuk Pelanggan". Berita Fajar Timur. Diakses tanggal 2019-01-30.
  6. ^ Pamungkas, Mulyadi. "4 Anak Bupati di Bali Ikut Rebut Kursi DPR, Berikut Profil Singkatnya, Maju Lewat PDI Perjuangan - Bali Populer". 4 Anak Bupati di Bali Ikut Rebut Kursi DPR, Berikut Profil Singkatnya, Maju Lewat PDI Perjuangan - Bali Populer. Diakses tanggal 2024-06-07.
  7. ^ Mahayastra Bantah Beri Arahan Tapi Akui Minta Warga Tak Hadir Di Kunjungan Presiden Jokowi posbali.net.Dkakses1 Januari 2025

Pranala luar

Jabatan politik
Didahului oleh:
Anak Agung Gde Agung Bharata
Bupati Gianyar
2018 - 2023
Diteruskan oleh:
I Dewa Tagel Wirasa (Pj)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement