Gunung Mulia
| Didirikan | 1986 |
|---|---|
| Kantor pusat | Jalan Raya Solo–Sukoharjo km 9, Pandeyan, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia |
| Wilayah layanan | Jawa |
| Jenis layanan | |
| Hub | |
| Armada | 90 unit (2023, Hino dan Mercedes-Benz) |
| Jenis bahan bakar | Diesel |
| Direktur Utama | Goh Joe Soen |
| Karyawan | 270 (2023) |
PT Gunung Mulia Putera adalah perusahaan otobus Indonesia yang didirikan di Kabupaten Wonogiri dan kini berpusat di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Didirikan pada tahun 1986 oleh Goh Joe Soen (Gondo Wijoyo), merupakan salah satu perintis perusahaan otobus dengan trayek Wonogiri (bersama dengan Giri Indah, Ismo, Sedya Mulya, Sumba Putra, Timbul Jaya, Tunggal Dara, dan Tunggal Daya). Perusahaan otobus ini melayani bus antarkota dan bus pariwisata dengan tiga jenama: Gunung Mulia, Gunung Mulia Putera, dan GM Royal, dengan tarif kompetitif dan terjangkau. Selain mengoperasikan dua jenis layanan bus tersebut, Gunung Mulia terlibat dalam layanan bus raya terpadu melalui konsorsium operator Trans Jateng. Kantor pusat dan garasi utamanya terletak di Grogol, Sukoharjo dan memiliki garasi kedua di Ngadirojo, Wonogiri.
Sejarah
PO Gunung Mulia bermula dari sebuah kesempatan yang diterima Goh Joe Soen (Gondo Wijoyo), seorang pengusaha truk berdarah Tionghoa-Indonesia dari Wonogiri pada tahun 1983 ketika ia ditawari untuk membeli armada Gunung Giri dan kemudian mulai berkecimpung di dunia transportasi bus. Pada tahun 1986, Goh resmi mendirikan perusahaan otobusnya sendiri dengan nama Gunung Mulia yang mencerminkan asal daerahnya (Gunung dari Wonogiri) dan nilai spiritual (Mulia untuk kemuliaan Tuhan). Nama tersebut menjadi simbol dari harapan dan dedikasi sang pendiri untuk mengembangkan layanan bus yang kuat dan dapat diandalkan.[1][2]
Pada awal usahanya, pasar transportasi di Wonogiri saat itu sangat dinamis dan mobilitas antarkota sangat tinggi (bahkan dengan adanya transmigrasi warga terdampak pembangunan Waduk Gajah Mungkur), sehingga memberikan peluang besar bagi Gunung Mulia untuk tumbuh. Namun, karena sudah ada perusahaan besar seperti Tunggal Dara, Timbul Jaya, Ismo, dan Wasis, persaingan pun sangat ketat sehingga menuntut Gunung Mulia untuk terus meningkatkan pelayanan. Kondisi ini justru menjadi pemacu bagi Gunung Mulia untuk berinovasi dalam operasional dan layanan agar bisa bersaing di jalur transportasi bus antarkota.[1][2][3]
Seiring waktu, PO Gunung Mulia mulai memperluas jaringan rutenya dengan melayani berbagai jalur strategis yang menghubungkan kota-kota besar di Pulau Jawa. Beberapa rute utama yang dilayani antara lain Jakarta–Salatiga, Jakarta–Wonogiri, Bogor–Salatiga, Solo–Bogor, dan lainnya, menjadikannya favorit para penumpang antarkota. Ekspansi rute ini juga dibarengi dengan penambahan armada bus yang lebih andal serta fasilitas yang semakin lengkap untuk kenyamanan penumpang.[1][2]
Dalam perjalanan sejarahnya, PO Gunung Mulia bertransformasi dari operator kecil menjadi salah satu pemain utama di sektor transportasi darat di Jawa. Hingga lebih dari 40 tahun beroperasi, Gunung Mulia semakin dikenal karena mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan tarif tiket yang kompetitif dan terjangkau. Perusahaan otobus ini kini dikenal luas bukan hanya di Wonogiri tetapi juga di berbagai jalur antarkota di Pulau Jawa, menjadi bagian penting dari sejarah transportasi bus di Indonesia. Saat ini, Goh memercayakan operasional perusahaan kepada ketiga putranya yang sudah dewasa.[2] Per 2023, perusahaan otobus ini mempekerjakan 270 karyawan dan mengoperasikan 90 unit bus per hari.[4]
Armada

Gunung Mulia tergolong tidak pilih-pilih sasis maupun karoseri bus. Armada yang digunakan berkembang dari dua unit bus menjadi kombinasi mesin dan sasis modern seperti Hino RK8 dan Mercedes-Benz OH, dengan bodi yang diproduksi oleh perusahaan karoseri ternama seperti Adi Putro, Laksana, dan Restu Ibu Pusaka (bekas Bigbird). Perubahan ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam meningkatkan kualitas dan keamanan perjalanan bagi penumpangnya. Gunung Mulia dikenal rajin dalam meremajakan armadanya.[2][3]
Dari semua karoseri bus yang digunakan, bus-bus modern Gunung Mulia banyak produksi perusahaan karoseri Laksana. Pada Agustus 2024, Gunung Mulia memperkenalkan armada bus terbarunya dengan menggunakan karoseri Legacy SR-3 HD Prime hasil karya Laksana. Sasis bus baru ini menggunakan Hino RK 280 Euro 4, dengan konfigurasi kabin interior berwarna krem dan aksen wood panel untuk suasana yang lebih sejuk bagi penumpang. Kursinya disusun dalam format 2–2, serta dilengkapi fasilitas seperti toilet dan TV, menunjukkan fokus PO Gunung Mulia pada kenyamanan perjalanan jarak jauh. Bagian depan bus mengusung model double-glass yang memberikan tampilan lebih segar dan dinamis, serta dipertegas dengan aksen bando khas bodi Legacy SR-3.[5]
Ciri khas tampilan
Bus-bus klasik Gunung Mulia menggunakan pola pengecatan putih dengan tiga garis-garis oranye, cokelat, dan hitam. Sementara bus-bus modernnya menggunakan warna dasar krem dipadu livery kuning dan garis cokelat muda serta tulisan "Gunung Mulia" berwarna merah yang mencolok di sisi bodi.[5]
Trayek
Bus antarkota
Sejak awal dirintis, Gunung Mulia menjadikan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antar provinsi (AKAP) lintas Jawa sebagai lini bisnis utamanya. Bus ini menggunakan dua jenama, yakni Gunung Mulia, Gunung Mulia Putera, dan GM Royal dan melayani trayek bus antarkota dari DKI Jakarta menuju berbagai kota di Jawa Tengah seperti Kota Semarang hingga Kota Surakarta. Rute-rute tersebut mencakup jalur panjang yang menghubungkan DKI Jakarta dengan daerah di kawasan Solo Raya dan sekitarnya. Selain rute jauh, PO ini juga mengoperasikan trayek AKDP seperti Surakarta–Purwantoro yang masih dipakai pelajar dan pekerja lokal.[6] PO ini juga menyediakan layanan bus sapu jagat, karena memiliki jadwal perjalanan paling malam dari semua layanan di trayek tersebut.[7]
Dalam hal tarif, harga tiket Gunung Mulia bervariasi tergantung rute, kelas layanan, dan kebijakan perusahaan yang sering berubah. Pada kondisi normal sehari-hari dan rute tertentu, tarif yang lebih ekonomis juga tersedia; misalnya untuk kelas VIP AC berada di kisaran sekitar Rp270.000 dan kelas eksekutif sedikit lebih tinggi, dengan keberangkatan pagi dan sore yang bisa dipilih pelanggan. Namun, tarif ini dapat naik, terutama saat musim mudik hari raya Idulfitri.[8][9]
Armada Gunung Mulia biasanya terdiri dari bus dengan konfigurasi kursi yang disesuaikan dengan kelas layanan: kelas VIP AC dan eksekutif AC menyediakan kursi yang lebih lega dan fasilitas seperti AC, ruang bagasi luas, serta kursi yang bisa direbahkan untuk kenyamanan perjalanan jauh. Trayek panjang seperti DKI Jakarta–Kota Surakarta, Jawa Tengah atau Jakarta–Wonogiri bisa memakan waktu berjam-jam di jalan tol dan jalan nasional, sehingga kualitas armada menjadi salah satu hal yang sering diperhatikan penumpang ketika memilih PO ini.[10][6]
Selain fakta tentang rute dan tarif, ada juga sisi kisah personal dari para kru PO Gunung Mulia, terutama para pengemudi yang bekerja keras mengantar penumpang meskipun sering berkorban waktu bersama keluarga. Ada seorang pengemudi yang harus menahan rasa rindu dan kesedihan karena tidak bisa berkumpul dengan keluarga saat momen hari raya Idulfitri, akibat larangan mudik dan juga pekerjaan yang menyita waktu jauh dari rumah. Ia bahkan mengungkapkan perasaannya secara emosional karena tidak bisa bertemu orang tua, istri, dan anak-anaknya saat musim libur, memperlihatkan bahwa di balik layanan transportasi ada cerita nyata dan beratnya kehidupan kru bus ketika menghadapi situasi sulit. Hal ini menunjukkan betapa kerja di industri bus AKAP, termasuk di PO Gunung Mulia, tak hanya soal mengemudi, tapi juga soal dedikasi keluarga dan kehidupan pribadi yang banyak dikorbankan demi menjaga layanan transportasi tetap berjalan.[11]
Bus raya terpadu
Gunung Mulia diketahui juga dilibatkan dalam pembentukan konsorsium yang diberi nama PT Tunggal Dara Sejahtera. Perusahaan ini dibentuk bersama dengan PO lain yang masih bertahan, yakni Al Amin, Ismo, Jaya Guna Hage, Tunas Merapi, dan Tunggal Dara; serta satu PO asal Sukoharjo, Raya. Perusahaan ini dipercaya oleh Dinas Perhubungan Jawa Tengah untuk mengoperasikan bus raya terpadu Trans Jateng dengan koridor Solo–Wonogiri. Hal ini dilakukan agar para pengusaha lokal tidak tersisih tetapi justru dilibatkan langsung dalam operasional serta pengelolaan armada, kru, dan investasi layanan tersebut.[12][13]
Bisnis nontrayek
Selain memiliki bus antarkota, Gunung Mulia juga menyediakan sewa bus pariwisata untuk bermacam-macam keperluan.[5]
Referensi
- ^ a b c Okezone (24 Maret 2023). "Sejarah PO Gunung Mulia, Bus Legendaris Wonogiri yang Bertahan 4 Dekade : Okezone Ototekno". Okezone. Diakses tanggal 31 Desember 2025.
- ^ a b c d e Bramantyo, Muhammad (20 April 2025). "Kisah Inspiratif Pendiri PO Gunung Mulia, Dari Truk Bekas Jadi Raja Jalanan Jawa". Hariankota.com. Diakses tanggal 31 Desember 2025.
- ^ a b Nayamenggala, R.Y. (16 Maret 2023). "Deretan PO Bus Asal Wonogiri, Bertahan hingga Sekarang dari Himpitan Bus Luar Daerah". iNews. Diakses tanggal 31 Desember 2025.
- ^ Putri, M.N. (28 Maret 2023). "PO Gunung Mulia Mengaku Tak Terpengaruh Banyaknya Program Mudik Gratis". Espos.id. Diakses tanggal 31 Desember 2025.
- ^ a b c Media, Kompas Cyber (22 Agustus 2024). "PO Gunung Mulia Rilis Bus Anyar Pakai Bodi Legacy SR3 HD Prime". KOMPAS.com. Diakses tanggal 31 Desember 2025.
- ^ a b Pratama, Ilham (21 Agustus 2020). "PO Gunung Mulia Buka Rute Jakarta-Purwantoro via Pantura". otodriver. Diakses tanggal 31 Desember 2025.
- ^ Sari, J.P.I.; Kurniawan, A. (31 Oktober 2025). "4 PO Bus Sapu Jagat Legendaris yang Masih Eksis". Kompas.com. Diakses tanggal 11 Desember 2025.
- ^ Suharsih (26 Januari 2023). "Wonogiri ke Jakarta Naik Bus, Berikut Harga Tiket dan Jadwal Keberangkatannya". espos.id. Diakses tanggal 31 Desember 2025.
- ^ "Harga Tiket Bus Perayaan Idul Fitri 2025 Sudah Mulai Naik". tvrijakartanews.com. Diakses tanggal 31 Desember 2025.
- ^ Mediatama, Grahanusa (4 September 2022). "Harga Tiket Bus Melonjak Imbas Kenaikan Harga BBM". kontan.co.id. Diakses tanggal 31 Desember 2025.
- ^ "Pengemudi Bus Gunung Mulia Menangis karena Tak Bisa Berlebaran dengan Keluarga". beritatrans.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 31 Desember 2025.
- ^ Praditia, M.D. (29 Juli 2023). "Konsorsium Tujuh PO Bus Melebur Operasikan BRT Trans Jateng Solo-Wonogiri". espos.id. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Praditia, M.D. (23 Mei 2023). "Raya sampai Ismo, 7 PO Lokal Dilibatkan Kelola BRT Trans Jateng Solo-Wonogiri". espos.id. Diakses tanggal 9 Januari 2026.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


