Arimbi dan Bima Suci

PT Arimbi Jaya Agung
Bus Arimbi
Didirikan1969 (1969)
Kantor pusatJalan Mohammad Husni Thamrin 05, Cikokol, Tangerang, Banten, Indonesia
Wilayah layananJawa
Jenis layanan
Tujuan akhir
Garasi
Armada800/hari (2023)
Jenis bahan bakarDiesel
Operator
  • PT Arimbi Jaya Agung
  • PT Bima Suci Jaya Agung
Direktur UtamaAndre Prijanto
Situs webarimbijayaagung.com

PT Arimbi Jaya Agung dan PT Bima Suci Jaya Agung adalah dua perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kota Tangerang, Banten. Didirikan sejak tahun 1969 oleh Anton Prijanto, kedua perusahaan otobus ini dikenal memainkan peranan penting sejarah transportasi darat di Tangerang dan Jabodetabek. Kedua perusahaan otobus ini mengoperasikan bus antarkota (Arimbi, Bima Suci, dan AJA) dan bus pariwisata (Arimbi). Perusahaan otobus ini beroperasi di wilayah Banten, Jabodetabek, dan Jawa Barat Kantor pusat dan garasi utama kedua perusahaan otobus ini terletak di Jalan Muhammad Husni Thamrin 05, Cikokol, Kota Tangerang, Banten, serta memiliki garasi kedua di utaranya dan garasi ketiga di Balaraja.

Sejarah

Anton Prijanto adalah pengusaha asal Jakarta keturunan Banyumas, lahir pada 20 Desember 1946. Perusahaan yang pertama didirikannya adalah Bima Suci — dibentuk pertama kali pada tahun 1969. Saat awal berdiri, bisnisnya tidak langsung di bidang bus penumpang: Anton memulai dari menjual dan memperbaiki truk bekas. Dari truk‐truk bekas yang dibelinya melalui lelang—yang kondisinya bisa dibilang "nyaris besi tua" karena mesin dan fisiknya rusak—ia memberi nama salah satu unit itu "Bima Suci" sebagai simbol keyakinannya terhadap nilai kejujuran, terinspirasi dari karakter dalam wiracarita Mahabharata, Bima.[1]

Seiring waktu, usaha angkutan ini berkembang: pada sekitar tahun 1975, Bima Suci mulai berjalan sebagai angkutan umum reguler dengan melayani trayek bus perkotaan dan bus antarkota.[1] Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus tumbuh, Bima Suci kemudian memperluas armadanya dan mendirikan lengan usaha baru—yang dikenal dengan nama PO Arimbi (serta unit lain seperti PO AJA). Nama "Arimbi" dipilih sebagai bagian dari identitas baru, karena Arimbi (Hidimbi) adalah pasangan dari Bima.[2]

Pada dekade 1980-an, isu keselamatan turut membayangi reputasi perusahaan otobus ini. Pada tanggal 12 Mei 1980, salah satu unit bus Arimbi hancur karena menemper (tertabrak) kereta api Bima di perlintasan sebidang Jalan Gerilya, Purwokerto, Banyumas. Dalam catatan Suara Karya edisi 16 Mei 1980, tercatat bahwa 21 orang tewas dalam peristiwa ini. Insiden ini terjadi karena pengemudi bus menerobos palang yang sedang menutup.[3][4]

Pada tanggal 27 Mei 1984, jenama bus tersebut kemudian dikelola di bawah sebuah perseroan terbatas dengan nama PT Arimbi Jaya Agung.[5] Sejak awal beroperasinya, Arimbi dan Bima Suci memiliki kantor pusat registrasi di Jalan Daan Mogot km 20, Tangerang, Banten, tetapi kemudian dipindahkan ke lokasi yang sekarang, yang juga dijadikan sebagai dealer Hino Motors, di Jalan Mohammad Husni Thamrin 05, Cikokol, Tangerang.[2] Bisnis transportasi penumpang oleh Arimbi mulai giat dijalankan terutama sejak dekade 1990-an. Pada masa itu, Arimbi telah memiliki armada bus dalam jumlah besar—per 2016 mencapai sekitar 398 unit bus reguler dan 802 unit bus antar-jemput karyawan[5]—dan melayani trayek bus antarkota serta bus perkotaan Jabodetabek sebagai bus reguler maupun bus pariwisata.[6] Saat ini, kepemimpinan Arimbi dan Bima Suci dipegang oleh Andre Prijanto. Per 2023, kedua perusahaan otobus ini mengoperasikan 800 unit bus yang berjalan setiap hari.[2]

Armada

Bus Bima Suci dengan bodi Jetliner buatan Karoseri Rahayu Sentosa

Sejak membuka dealer Hino Motors pada 1984 hingga sekitar 2018, PO Arimbi dan Bima Suci dikenal sangat loyal menggunakan bus-bus berbasis sasis Hino. Loyalitas ini bukan tanpa alasan. Dalam sebuah iklan di harian Pikiran Rakyat edisi 17 Juli 1989, Anton Prijanto secara terbuka menyatakan bahwa Hino berperan besar dalam memajukan Arimbi dan Bima Suci. Menurutnya, mesin Hino terkenal sangat tangguh, mampu menempuh jarak ratusan ribu kilometer tanpa perlu turun mesin, serta didukung ketersediaan suku cadang yang melimpah, mudah dimodifikasi, dan konsumsi bahan bakar yang relatif hemat. Faktor-faktor tersebut membuat Hino menjadi tulang punggung armada Arimbi dan Bima Suci selama puluhan tahun.[5]

Dalam perkembangannya, Arimbi dan Bima Suci tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Hino. Sejak 2018, pengelola dealer Arimbi melalui PT Annapurna Jaya Agung mulai membuka dealer Mercedes-Benz Truck, yang secara otomatis mendorong masuknya sasis Mercedes-Benz ke dalam armada. Kehadiran sasis Mercedes-Benz menandai babak baru dalam komposisi armada Arimbi, terutama untuk unit-unit baru yang mengedepankan kenyamanan dan performa lebih modern, tanpa sepenuhnya meninggalkan identitas lama yang telah melekat kuat.[7][8]

Meski dikenal masih mengoperasikan banyak bus lawas—terutama yang dirakit oleh perusahaan karoseri Rahayu Santosa[9]—Arimbi juga secara bertahap melakukan peremajaan armada. Pada Oktober 2020, Arimbi merilis bus baru dengan karoseri Avante H7 dari Tentrem yang menggunakan sasis Mercedes-Benz OH 1526.[7] Kemudian pada Oktober 2023, Arimbi kembali menghadirkan unit baru dengan karoseri Skylander R22 HDD dari New Armada.[9][10] Tidak lama berselang, Arimbi juga membeli bus dengan karoseri Legacy SR-3 Ultimate buatan Laksana yang ditopang sasis Hino RK 280.[11] Sepanjang sejarahnya, PO ini tercatat belum pernah menggunakan karoseri produksi Adi Putro.[12] Selain itu, Arimbi juga telah mengadopsi teknologi TransTRACK, sebuah sistem pemantau armada yang dikembangkan oleh PT Indo Trans Teknologi, untuk meningkatkan aspek keamanan operasional armadanya.[13]

Ciri khas tampilan

Arimbi dan Bima Suci sangat mudah dikenali berkat tampilan busnya yang monoton namun ikonik. Selama puluhan tahun, keduanya mempertahankan pola pengecatan klasik berupa warna dasar kuning dengan strip merah, serta tulisan "Arimbi" dan "Bima Suci" dengan ukuran sangat besar. Desain ini nyaris tidak berubah dan menjadi identitas visual yang kuat di mata masyarakat, terutama di wilayah Jabodetabek dan Banten. Kesederhanaan tampilan tersebut justru menciptakan kesan legendaris, sekaligus membedakan Arimbi dan Bima Suci dari perusahaan otobus lain di Indonesia yang cenderung lebih eksperimental dalam desain livery.[2][9]

Pada bus-bus generasi terbaru, Arimbi mulai menghadirkan tampilan yang lebih dinamis tanpa meninggalkan ciri khas warna kuning dan merah. Elemen visual modern dipadukan dengan identitas lama, sehingga tetap terasa familiar tetapi lebih segar. Salah satu pembaruan yang mencolok adalah dimunculkannya gambar karakter wayang Arimbi—sesuai dengan nama perusahaan—pada bodi bus-bus barunya. Perpaduan unsur tradisional dan desain modern ini memperkuat citra Arimbi sebagai PO bersejarah yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman..[11][9]

Trayek

Bus antarkota

Lini bisnis utama Arimbi, Bima Suci, dan AJA adalah layanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Ketiganya melayani berbagai trayek strategis yang menghubungkan wilayah Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Rute-rute tersebut mencakup perjalanan menuju dan dari Pelabuhan Merak di Kota Cilegon,[14] kawasan Jabodetabek,[9] hingga Bandung[9] di Jawa Barat, serta Bandar Lampung.[15] Dengan jumlah armada yang besar, harga tiket yang relatif terjangkau, serta jadwal keberangkatan yang fleksibel—bahkan kerap diklaim beroperasi selama 24 jam nonstop—Arimbi dan Bima Suci berhasil membangun basis pelanggan setia dan menjadi salah satu PO terbesar yang beroperasi di Tangerang, Banten, dan sekitarnya.[2]

Bisnis nontrayek

Bus pariwisata

Selain mengoperasikan bus AKAP, Arimbi juga memiliki lini bus pariwisata. Armada pariwisata ini umumnya mengandalkan unit-unit yang lebih baru dan telah diremajakan, sehingga menawarkan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi. Bus-bus pariwisata Arimbi dapat disewakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perjalanan wisata keluarga, kegiatan perusahaan dan institusi, hingga karyawisata sekolah. Keberadaan armada pariwisata ini melengkapi bisnis utama Arimbi dan memperluas segmen pasar yang dilayani.[16]

Bisnis lain

Di luar bisnis transportasi bus, Arimbi, Bima Suci, dan AJA juga memiliki sejumlah anak usaha di bidang lain. Sejak 1984, mereka telah mengelola bisnis distribusi kendaraan melalui dealer yang awalnya fokus mendistribusikan sasis dan truk produksi Hino Motors.[5] Sejak 2018, melalui pembentukan PT Annapurna Jaya Agung, bisnis dealer tersebut beralih menjadi dealer Mercedes-Benz Truck.[8] Selain itu, terdapat anak usaha lain bernama PT Aja Mega Perkasa yang bergerak di sektor pertambangan serta penyewaan alat-alat berat, menunjukkan bahwa grup usaha Arimbi tidak hanya bertumpu pada sektor transportasi darat, tetapi juga merambah bidang industri lainnya.[17]

Referensi

  1. ^ a b Hendra 2016, hlm. 43.
  2. ^ a b c d e Syailendra, Dhodi. "Mengenal Sejarah PO Arimbi, Bus Asli Kota Tangerang - Tangerang Raya". Tangerang Raya. Diakses tanggal 2025-12-01.
  3. ^ "Bima Seruduk Arimbi". Suara Karya. 1980-05-16.
  4. ^ "Belajar dari Kecelakaan Lalu Lintas". Suara Karya. 1984-05-24.
  5. ^ a b c d Hendra 2016, hlm. 44.
  6. ^ Okezone (2023-03-06). "Sejarah PO Arimbi: Bus Andalan Warga Jabodetabek : Okezone Ototekno". Okezone. Diakses tanggal 2025-11-30.
  7. ^ a b Pratama, Ilham (2020-10-05). "Bus Baru PO Arimbi, Andalkan Bodi Avante Bersasis Mercy". otodriver. Diakses tanggal 2025-12-01.
  8. ^ a b developer, mediaindonesia com. "PT Citra Karya Pranata Bandung Sabet Gelar Mercedes-Benz Truck dan Bus Dealer of the Year 2022". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2025-12-01.
  9. ^ a b c d e f "Gandeng New Armada, Bus Legendaris Asal Banten PO Arimbi Rilis Varian Baru - News+ on RCTI+". RCTI+. Diakses tanggal 2025-12-01.
  10. ^ GridOto.com. "PO Arimbi Luncurkan Lima Unit Bus Kece, Pakai Bodi New Armada Skyalnder R22 - Gridoto". www.gridoto.com. Diakses tanggal 2025-12-01.
  11. ^ a b Media, Kompas Cyber (2023-11-08). "PO Arimbi Rilis 5 Unit Bus Baru Pakai Bodi Legacy SR3 Ultimate". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-01.
  12. ^ Muhammad Fathan Radityasani (4 Maret 2021). Azwar Ferdian (ed.). "Tidak Semua PO Bus Pakai Bodi Buatan Adiputro". Kompas.com. Diakses tanggal 27 Juli 2022.
  13. ^ Pratama, Ilham (2020-01-27). "PO Arimbi Buka Trayek Sumedang ke Tangerang". otodriver. Diakses tanggal 2025-12-01.
  14. ^ "Sering Lihat Warga Tunggu Bus di Pinggir Tol Jakarta-Merak, Ternyata Lewat 'Pintu Doraemon'". merdeka.com. 2025-03-03. Diakses tanggal 2025-12-01.
  15. ^ "Mulai 5 Mei, Bus Asal Lampung Setop Operasi ke Jawa, Jual Tiket Lagi Mulai Tanggal ini". Lampungpro.co (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-01.
  16. ^ Media, Kompas Cyber (2024-08-02). "PO Arimbi Rilis 2 Unit Bus Baru untuk Pariwisata". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-01.
  17. ^ Sirri & Aprilia 2024, hlm. 70.

Daftar pustaka

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement