Stasiun Sidoarjo

Stasiun Sidoarjo
Kereta Api Indonesia
PD14 A01 J12 SP14 PB04

Tampak depan Stasiun Sidoarjo, 2026
Lokasi
Koordinat7°27′22″S 112°42′45″E / 7.45611°S 112.71250°E / -7.45611; 112.71250
Ketinggian+4 m
Operator
Otoritas transportasiDirektorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda
Letak
km 25+510 lintas Surabaya KotaSidoarjo[1]
Jumlah peron5 (satu peron sisi dan tiga peron pulau yang sama-sama tinggi dan satu peron sisi cukup tinggi)
Jumlah jalur4
Layanan
Lintas timur Jawa
Aglomerasi
Lokal
Komuter
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Gaya arsitekturIndische Empire SS
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiI[2]
Sejarah
Dibuka16 Mei 1878
Nama sebelumnyaStation Sidhoardjo
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Layanan aglomerasi Stasiun berikutnya
Waru Probowangi
Surabaya Gubeng–Ketapang, p.p.
Bangil
menuju Ketapang
Stasiun sebelumnya Stasiun berikutnya
Gedangan Commuter Line Supas
Surabaya Kota-Pasuruan, p.p.
Tanggulangin
menuju Pasuruan
Commuter Line Supas
Surabaya Kota–Probolinggo, p.p.
Tanggulangin
Gedangan
menuju Indro
Commuter Line Jenggala
Indro–Mojokerto via Sidoarjo, p.p.
Tulangan
menuju Mojokerto
Tanggulangin
Perjalanan satu arah
Commuter Line Dhoho
Lingkar Jawa Timur
Via Kertosono-Blitar-Malang berlawanan arah jarum jam
Gedangan
Commuter Line Dhoho
Blitar-Surabaya Kota via Malang berlawanan arah jarum jam
Commuter Line Dhoho
Malang-Surabaya Kota berlawanan arah jarum jam
Gedangan
Perjalanan satu arah
Commuter Line Penataran
Lingkar Jawa Timur
Via Malang-Blitar-Kertosono searah jarum jam
Tanggulangin
Commuter Line Penataran
Surabaya Kota-Malang searah jarum jam
Tanggulangin
menuju Malang
Commuter Line Penataran
Surabaya Kota-Blitar via Malang searah jarum jam
Tanggulangin
menuju Blitar
Gedangan
menuju Bojonegoro
Commuter Line Arjonegoro
Bojonegoro–Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
Terminus
Gedangan
menuju Babat
Commuter Line Arjonegoro
Babat–Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
Layanan penghubung
Halte sebelumnya Trans Jatim Halte berikutnya
Terminal Larangan
Perjalanan satu arah
Koridor 1
dari Sidoarjo
05.00–21.00
transfer di Lemah Putro
Alun-alun Sidoarjo
menuju Gresik
Sun City
Perjalanan satu arah
Koridor 1
dari Gresik
05.00–21.00
transfer di Alun-alun Sidoarjo
Celep
menuju Sidoarjo
Terminal Larangan
Perjalanan satu arah
Koridor 1
Gerbangkertosusila
Luxury Class
dari Sidoarjo
05.20–20.00
transfer di Lemah Putro
Alun-alun Sidoarjo
menuju Gresik
Sun City
Perjalanan satu arah
Koridor 1
Gerbangkertosusila
Luxury Class
dari Gresik
05.50–19.30
transfer di Alun-alun Sidoarjo
Celep
menuju Sidoarjo
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Mesin tiket Layanan pelanggan Pusat informasi Musala Toilet Pertokoan/area komersial Ruang menyusui Isi baterai Area merokok Air minum 
Jenis persinyalan
  • Mekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Sidoarjo (SDA) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Lemahputro, Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur. Berjarak sekitar 25,2 km arah selatan dari Stasiun Surabaya Kota, stasiun ini terletak pada ketinggian +4 meter, dan termasuk dalam pengelolaan Daerah Operasi VIII Surabaya. Sebagai stasiun utama di Kabupaten Sidoarjo, stasiun ini melayani pemberhentian semua kereta api penumpang, sedangkan kereta api barang melintas langsung/tidak berhenti.

Sejarah

Stasiun Sidoarjo diresmikan pada 16 Mei 1878 bersamaan dengan jalur kereta api pertama yang dimiliki oleh Staatsspoorwegen (SS) yakni jalur SurabayaPasuruan,[3] yang menghubungkan kawasan Sidoarjo dan Pasuruan dengan pelabuhan di Surabaya untuk mengangkut hasil bumi. Latar belakang pembangunan stasiun ini tak lepas dari status Sidoarjo pada saat itu, yakni sebagai salah satu daerah produsen gula ternama di Indonesia.[4]

Usai membangun jalur tersebut, SS membangun jalur baru ke arah barat menuju Mojokerto yang diteruskan menuju Madiun dan Solo, yang dibuka pada 16 Oktober 1880. Sebagai stasiun percabangan yang menghubungkan Kota Surabaya ke arah barat dengan Solo dan Jakarta, dengan jalur menuju Malang dan Pasuruan, Stasiun Sidoarjo pada saat itu merupakan stasiun besar di antara dua lintas utama SS. Padatnya jalur kereta di Sidoarjo menyebabkan SS membangun jalur pintas TarikWonokromo yang selesai pada 1898,[3] dan jalur ganda WonokromoPorong pada tahun 1925.[5] Di sisi utara stasiun pernah terdapat turntable yang masih ada hingga tahun 1946, tetapi sekarang hilang tidak berbekas. Di sisi selatan masih dapat ditemukan menara air yang pernah dipergunakan untuk lokomotif uap.[6]

Percabangan menuju Tarik sempat ditutup pada tahun 1971.[7] Pada tahun 2009, dilakukan reaktivasi jalur menuju Tarik dan resmi beroperasi kembali bersamaan dengan diluncurkannya kereta api Jenggala yang melewati jalur tersebut pada tanggal 12 November 2014.[8]

Bangunan dan tata letak

Stasiun ini pada awalnya memiliki enam jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus arah Bangil dan Surabaya, serta jalur 4 sebagai sepur lurus menuju Tarik. Namun, jalur 5 dan 6 telah lama dibongkar sehingga tersisa empat jalur saja pada tahun 2009, ketika dibangun peron sisi baru di atasnya untuk layanan kereta komuter sejalan dengan reaktivasi jalur menuju Tarik.

Gaya arsitektur bangunan utama stasiun ini bergaya Indische sejak pertama kali dibangun, dan ruangannya berdenah persegi dan persegi panjang. Sejumlah elemen bangunan yang dipengaruhi gaya Indische antara lain jendela krepyak di bagian depan serta bentuk pintu tinggi yang mengadopsi skala monumental. Pintu-pintu stasiun ini menggunakan jenis pintu tinggi (skala monumental) dengan paduan daun pintu rangkap. Ornamen ventilasi di atas pintu berbentuk segi empat, dan menggunakan sulur-suluran yang dipengaruhi oleh gaya Art Nouveau.[9]

Pada tahun 2023, peron-peron di stasiun ini diperpanjang sekaligus ditinggikan sehingga memudahkan penumpang naik turun kereta api. Selain itu, dibangun kanopi (overcapping) tambahan agar penumpang di sekitar ujung peron tidak lagi kepanasan ataupun kehujanan saat menunggu maupun naik turun kereta api.

Peron sisi
Jalur 4 Sepur lurus dari dan ke arah Tarik
A Commuter Line Arjonegoro, dari dan tujuan Surabaya Pasarturi/Babat/Bojonegoro (Gedangan)
J Commuter Line Jenggala, dari dan tujuan Surabaya Pasarturi/Indro
(Tulangan) J Commuter Line Jenggala, tujuan Mojokerto dan tujuan Indro (Gedangan)
Peron pulau
Jalur 3 A Commuter Line Arjonegoro, dari dan tujuan Surabaya Pasarturi/Babat/Bojonegoro (Gedangan)
J Commuter Line Jenggala, dari dan tujuan Surabaya Pasarturi/Indro
(Tulangan) J Commuter Line Jenggala, tujuan Mojokerto dan tujuan Indro (Gedangan)
Peron pulau
Jalur 2 Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota
(Tanggulangin) P Commuter Line Penataran, tujuan Malang/Blitar/Surabaya Kota (rute memutar searah jarum jam)
D Commuter Line Dhoho, tujuan Surabaya Kota (rute memutar berlawanan arah jarum jam) (Gedangan)
(Tanggulangin) SP Commuter Line Supas, tujuan Surabaya Kota dan tujuan Pasuruan/Probolinggo
Peron pulau
Jalur 1 Sepur lurus
Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota
(Tanggulangin) P Commuter Line Penataran, tujuan Malang/Blitar/Surabaya Kota (rute memutar searah jarum jam)
D Commuter Line Dhoho, tujuan Surabaya Kota (rute memutar berlawanan arah jarum jam) (Gedangan)
(Tanggulangin) SP Commuter Line Supas, tujuan Surabaya Kota dan tujuan Pasuruan/Probolinggo
Peron sisi
G Bangunan utama stasiun

Layanan kereta api

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 6 Maret 2026.[10]

Antarkota

Lintas selatan Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Campuran
Wijayakusuma Eksekutif Cilacap Ketapang Via YogyakartaSurabaya Gubeng
Ekonomi Premium
Logawa Eksekutif Purwokerto Via LempuyanganSurabaya Gubeng
Ekonomi Premium
Ranggajati Eksekutif Cirebon Jember Via PurwokertoSurabaya Gubeng
Ekonomi
Ekonomi
Sri Tanjung Ekonomi Lempuyangan Ketapang Via Surabaya KotaJember
Lintas timur Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Mutiara Timur Fakultatif Eksekutif Surabaya Gubeng Ketapang

Dijalankan pada hari tertentu


Perjalanan ke Surabaya pada jadwal siang, sedangkan sebaliknya pada jadwal malam.

Terkadang ditambahkan kelas ekonomi atau layanan kereta Panoramic.

Campuran
Mutiara Timur Eksekutif Surabaya Pasarturi Ketapang Perjalanan ke Surabaya pada jadwal malam, sedangkan sebaliknya pada jadwal siang.
Ekonomi
Ekonomi
PB Probowangi Ekonomi Surabaya Gubeng Ketapang Perjalanan ke Surabaya pada jadwal sore, sedangkan sebaliknya pada jadwal pagi.
Lintas utara Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Pandalungan Priority Gambir Jember Via Semarang TawangSurabaya Pasarturi
Eksekutif
Campuran
Jayabaya Eksekutif Pasar Senen Malang Via Semarang PoncolSurabaya Pasarturi
Ekonomi
Blambangan Ekspres Eksekutif Ketapang Via Semarang TawangSurabaya Pasarturi
Ekonomi

Aglomerasi

Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Kelas eksekutif
Arjuno Ekspres Eksekutif Surabaya Gubeng Malang

Dijalankan pada hari tertentu


Hanya jadwal pagi

Lokal dan komuter (Commuter Line)

Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
A Arjonegoro Sidoarjo Bojonegoro Hanya jadwal pagi
Babat Perjalanan menuju Babat hanya jadwal petang, sedangkan sebaliknya hanya jadwal pagi.
J Jenggala Surabaya Pasarturi Perjalanan satu arah hanya jadwal malam.
Indro Sidoarjo Perjalanan satu arah hanya jadwal sore.
Mojokerto Via SidoarjoTulangan

Perjalanan menuju Gresik dua kali pada jadwal pagi dan sekali pada jadwal siang, sedangkan sebaliknya hanya sekali masing-masing pada jadwal pagi dan siang.

P Penataran Surabaya Kota Surabaya Kota Perjalanan memutar searah jarum jam via MalangBlitarKertosono
Blitar Perjalanan searah jarum jam via Malang
Malang Hanya jadwal malam
D Dhoho Surabaya Kota Perjalanan memutar berlawanan arah jarum jam via KertosonoBlitarMalang
Blitar Perjalanan berlawanan arah jarum jam jam via Malang
Malang Hanya jadwal pagi
SP Supas Surabaya Kota Pasuruan Perjalanan menuju Pasuruan pada jadwal pagi dan siang, sedangkan sebaliknya pada jadwal pagi dan sore.
Probolinggo Perjalanan menuju Probolinggo pada jadwal paling pagi dan petang, sedangkan sebaliknya pada jadwal paling pagi dan malam.

Antarmoda pendukung

Jenis angkutan umum Trayek (lyn) Rute Tujuan Keterangan
Trans Jatim Terminal PorongTerminal PurabayaTerminal Bunder pp Terminal Porong Transfer di Halte Alun-alun Sidoarjo.
Terminal Bunder Transfer di Halte Lemah Putro.

Galeri

Lihat pula

Terminal Larangan

Referensi

  1. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ^ a b Reitsima, Steven Anne (1925). Gedenkboek der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië. Weltevreden (Batavia): Topografische Inrichting. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Lelle, Piter Son. "Sidoarjo Tempo Dulu: Stasiun KA Berdiri Tahun 1878 untuk Penuhi Kepentingan 10 Pabrik Gula - Sidoarjo Kini". Sidoarjo Kini. Diakses tanggal 2024-09-13.
  5. ^ "Dubbelspoor van Soerabaja naar Bangil". de Locomotief, Avondblad. 11 Mei 1925.
  6. ^ Pecinta Sejarah (2025-07-11), Menelusuri bekas peninggalan di Stasiun Sidoarjo (sumah sinyal, watertoren & turntable), diakses tanggal 2025-11-17
  7. ^ Okezone (2009-09-01). "Rel KA Alternatif Sidoarjo, Baru Selesai 10 Km : Okezone News". Okezone. Diakses tanggal 2024-08-18.
  8. ^ "PT KAI Operasikan KA Jenggala Mojokerto-Sidoarjo | Investor Daily". id.beritasatu.com. Diakses tanggal 2018-03-26.
  9. ^ Sudikno & Maharani 2016, hlm. 17-19.
  10. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Daftar pustaka

Sudikno, A.; Maharani, S. (2016). "Elemen Interior Stasiun Kereta Api Sidoarjo, Malang Kota Lama, Bangil, Pasuruan, dan Probolinggo". Arsitektur e-Journal. 9 (1): 11–21.

Pranala luar

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Pagerwojo Surabaya–Bangil–Kalisat
Surabaya Kota–Bangil
Tanggulangin
menuju Bangil
Tulangan Solo Balapan–Wonokromo
Percabangan menuju Sidoarjo
Terminus

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement