Situs Gunung Padang

Situs Gunung Padang
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Situs Gunung Padang
Cagar budaya Indonesia
Pemilik Indonesia
PengelolaMuseum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia
Koordinat6°59′36.5″S 107°03′22.96″E / 6.993472°S 107.0563778°E / -6.993472; 107.0563778

Situs Gunung Padang adalah situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum yang berada di desa Karyamukti, kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.[1] Lokasi situs ini berjarak sekitar 50 kilometer arah barat daya kota Cianjur.[1]

Kompleks utama situs ini memiliki luas sekitar 900 m², terletak pada ketinggian 885 meter dpl, dengan areal situs sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.[2]

Penemuan

Laporan pertama mengenai keberadaan situs ini dimuat pada Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, "Buletin Dinas Kepurbakalaan") tahun 1914. Arkeolog dari Belanda, Nicolaas Johannes Krom, juga telah menyinggungnya pada tahun 1949.[3]

Setelah sempat "terlupakan", pada tahun 1979 tiga penduduk setempat, Endi, Soma, dan Abidin, melaporkan kepada Edi, Penilik Kebudayaan Kecamatan Campaka, mengenai keberadaan tumpukan batu-batu persegi besar dengan berbagai ukuran yang tersusun dalam suatu tempat berundak yang mengarah ke Gunung Gede.[4] Selanjutnya, bersama-sama dengan Kepala Seksi Kebudayaan Departemen Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, R. Adang Suwanda, ia mengadakan pengecekan. Tindak lanjutnya adalah kajian arkeologi, sejarah, dan geologi yang dilakukan Puslit Arkenas pada tahun 1979 terhadap situs ini.

Lokasi

Lokasi situs berbukit-bukit curam dan sulit dijangkau. Kompleksnya memanjang, menutupi permukaan sebuah bukit yang dibatasi oleh jajaran batu andesit besar berbentuk persegi. Situs itu dikelilingi oleh lembah-lembah yang sangat dalam.[4] Tempat ini sebelumnya memang telah dikeramatkan oleh warga setempat.[5] Penduduk menganggapnya sebagai tempat Prabu Siliwangi, raja Sunda, berusaha membangun istana dalam semalam.

Perkiraan usia

Uji penanggalan karbon mengindikasikan bahwa bagian tertentu situs ini berusia sekitar 500–200 SM.[6] Harry Truman Simanjuntak berpendapat bahwa situs Gunung Padang dibangun pada sekitar abad ke-6 hingga 8 Masehi, serta Lutfi Yondri berpendapat bahwa situs ini dibangun pada sekitar abad ke-2 hingga 5 Masehi.[7]

Hipotesis lainnya

Danny Hilman Natawidjaja mengklaim bahwa situs Gunung Padang merupakan sebuah piramida besar yang dibangun sejak 9.000 hingga 20.000 tahun yang lalu.[8] Seorang vulkanolog bernama Sutikno Bronto menyatakan situs Gunung Padang merupakan leher gunung berapi purba dan bukan piramida yang dibangun oleh manusia.[9] Selain itu, seorang arkeolog bernama Víctor Pérez menyebutkan klaim Danny adalah arkeologi semu.[10]

Sebuah artikel milik Danny dkk. yang dipublikasikan di Archaeological Prospection pada Oktober 2023, dengan menyebutkan klaim usia situs Gunung Padang lebih dari 27.000 tahun lalu, ditarik kembali pada Maret 2024 oleh pihak penerbitnya yaitu Wiley.[11]

Fungsi

Fungsi situs Gunung Padang diperkirakan adalah tempat pemujaan bagi masyarakat yang bermukim di sana pada sekitar 2000 tahun SM.[5] Hasil penelitian menunjukkan kemungkinan adanya pelibatan musik dari beberapa batu megalit yang ada.[12] Selain Gunung Padang, terdapat beberapa tapak lain di Cianjur yang merupakan peninggalan periode megalitikum/Zaman Batu.[butuh rujukan]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b Ramadina, Savitri Putri (2013). "Analisis Perupaan Situs Megalitik Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat". ITB Journal of Visual Art and Design. 4 (1): 51–66. doi:10.5614/itbj.vad.2013.4.1.7 (tidak aktif 1 September 2025). Pemeliharaan CS1: DOI nonaktif per September 2025 (link)
  2. ^ Atja (2004). Naskah Sunda Kuno dan Situs Megalitikum. Balai Arkeologi Bandung.
  3. ^ "Gunung Padang, Situs Megalitikum Terbesar di Asia Tenggara". Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Diakses tanggal 6 Agustus 2025.
  4. ^ a b Situs Peninggalan Zaman Megalitikum di Gunung Padang Kian Terbengkalai. Diarsipkan 2010-05-08 di Wayback Machine. kapanlagi.com Edisi 08 September 2005
  5. ^ a b Jafar M. Sidik. Menerawangi "Indonesia Tua" di Gunung Padang. Antara daring. Edisi 17 September 2009
  6. ^ Fadhlan, Supratikno Rahardjo (2014). "Penelitian Gunung Padang". Jurnal Arkeologi Indonesia. 36: 45–60.
  7. ^ Utomo, Yunanto Wiji (6 Juni 2014). "Mari Terbang ke Atas Situs Megalitikum Gunung Padang". Kompas.com. Diakses tanggal 4 Januari 2025.
  8. ^ Bachelard, Michael (27 July 2013). "Digging for the truth at controversial megalithic site. Sydney Morning Herald, 27 July 2013". www.smh.com.au. Diakses tanggal 25 November 2022.
  9. ^ Bronto, Sutikno; Langi, Billy B. (23 Februari 2017). "Geologi Gunung Padang dan Sekitarnya, Kabupaten Cianjur - Jawa Barat". Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral. 17 (1).
  10. ^ Pérez García, Víctor Lluís (2017). "Gunung Padang y el megalitismo indo-malayo: Arqueología y pseudoarqueología" [Gunung Padang and Indo-Malay Megalithism: Archeology and Pseudoarchaeology] (PDF). Arqueoweb: Journal of Archeology on the Internet. 18 (1): 62–104. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 5 May 2018. Diakses tanggal 12 November 2022.
  11. ^ "Retraction: Geo-Archaeological prospecting of Gunung Padang buried prehistoric pyramid in West Java, Indonesia". Archaeological Prospection (dalam bahasa Inggris). 31 (2): 199. 2024-03-18. Bibcode:2024ArchP..31..199.. doi:10.1002/arp.1932. ISSN 1075-2196.
  12. ^ Mauludy, Rolan; Situngkir, Hokky (2008). "Musical Tradition in Megalithic Site of Indonesian Gunung Padang?". SSRN Electronic Journal (dalam bahasa Inggris). doi:10.2139/ssrn.1112242. ISSN 1556-5068.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement