Museum Asi Mbojo

Istana Bima Asi Mbojo
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Istana Asi Mbojo, 1940
Cagar budaya Indonesia
PeringkatNasional
KategoriBangunan
No. RegnasCB.1143
Lokasi
keberadaan
Jl. Sultan Ibrahim No. 2, Kel. Paruga,[1]Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Tanggal SK2015 & 2016
PemilikKabupaten Bima
PengelolaUPTD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bima
PetaKoordinat: 8°27′14″S 118°43′38″E / 8.45389°S 118.72722°E / -8.45389; 118.72722

Museum Asi Mbojo adalah bangungan istana Kesultanan Bima. Asi Mbojo dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istana Bima. Bangunan bergaya Eropa ini mulai dibangun pada tahun 1927 dan selesai pada tahun 1929, versi lain menyebutkan tahun 1930 M pada masa Sultan Muhammad Salahudin.[2] Bangunan Museum Asi Mbojo dirancang oleh arsitek bernama Obzichter Rehatta yang mengalami pembuangan ke Bima oleh Pemerintah Hindia Belanda karena melawan Belanda.[3] Obzichter Rehatta dibantu oleh Bumi Jero. Pembangunan istana Bima dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat. Dana pembangunan istana bersumber dari anggaran belanja kesultanan dan uang pribadi sultan. Istana Bima memiliki luas tanah/Bangunan: 30,728 m2/824 m2. Sejak tahun 1929, versi lain menyebut tahun 1930 M, mulai dihuni oleh para ahli waris keturunan Bima.[butuh rujukan] Pada tahun 1989, Istana Asi Mbojo berubah statusnya menjadi museum.[4] Kemudian pada bulan Maret 2008 menjadi UPTD Museum Asi Mbojo.

Bangunan Penting

  1. Pintu Gerbang
  2. Tiang Bendera Setinggi 50 meter
  3. Gerbang Sebelah Timur (Gerbang Resmi Yang Merupakan Pintu Masuk Sultan dan Para Tamu Sultan)
  4. Lare-lare (Berbentuk Masjid 3 Tingkat di mana Tingkat teratas merupakan tempat penyimpanan Tambur RasanaE dan Dua buah lonceng sebagai tanda bahaya dan pengingat waktu)

Ruangan

  1. Ruang Pameran Tetap
  2. Ruang Pameran Temporer
  3. Ruang Auditorium
  4. Ruang Penyimpanan Koleksi
  5. Ruang Administrasi
  6. Ruang Toilet

Asi Mbojo

Sekarang Asi Mbojo merupakan salah satu peninggalan arkeolog yang awalnya merupakan tempat tinggal raja-raja Bima yang dlu pernah berubah-ubah fungsi dari barak tentara, kantor ruang kerja dan terakhir (saat ini) sebagai Museum Asi Mbojo yang berfungsi sebagai tempatpenyimpanan benda-benda peninggalan Kerajaan Bima.

Referensi

  1. ^ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. RasanaE Barat". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 2025-06-01.
  2. ^ "Sejarah Istana Bima". web.archive.org. 2019-02-09. Diakses tanggal 2024-05-24.
  3. ^ Gagas Ulung (2012). Uniquely Lombok-Sumbawa: 125 Destinasi Wisata. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 237. ISBN 978-979-228-726-4. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Sadrach, Anasthasia R.Y. (2010). 55 Tempat Liburan Akhir Pekan di Pulau Bali & Nusra. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 173. ISBN 978-979-22-5855-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement