Piala Asia Futsal AFC 2026 menjadi edisi ke-18 dari Piala Asia Futsal AFC, kejuaraan futsal internasional dua tahunan yang diselenggarakan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk tim nasional putra Asia. Pada edisi kali ini Indonesia terpilih menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya setelah pertama kali menjadi tuan rumah pada 2002.
Iran adalah juara bertahan, setelah memenangkan rekor gelar ke-13 di 2024.
Pemilihan tuan rumah
Awalnya, Federasi Sepak Bola Pakistan dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia menyatakan minatnya untuk menjadi tuan rumah kejuaraan tersebut.[2]
Kemudian, Indonesia dipilih sebagai tuan rumah oleh Komite Futsal AFC pada 8 November 2024.[3]
Lokasi penyelenggaraan
Pertandingan dilaksanakan di dua lokasi di Jakarta.
Pengundian dilakukan di Jakarta pada tanggal 5 November 2025 pukul 14.00 waktu setempat.[4] Tuan rumah Indonesia otomatis menempati unggulan pertama Grup A.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menunjuk 20 orang wasit untuk memimpin pertandingan selama turnamen berlangsung.
Yahya Al-Athwani
Andrew Best
Abdulrahman Ali Hasan Al Doseri
Leung Chung Yin
Wahyu Wicaksono
Hawkar Ahmed
Ebrahim Mehrabi Afshar
Oya Tsubasa
Abdulaziz Al-Sarraf
Elias Al-Hakim
Helday Idang
Majid Matar Ali Al-Hatmi
Suhrob Sattorov
Pornnarong Grairod
Lee Po-fu
Liu Jianqiao
Timur Ramazanov
Fahad Al-Hosani
Anatoliy Rubakov
Trương Quốc Dũng
Perwasitan pada edisi ini juga didukung teknologi video support (VS). Adapun peninjauan VS dapat diajukan oleh pelatih masing-masing tim dengan kuota yang telah ditetapkan sebelumnya. Peninjauan melalui VS juga bisa dilakukan atas ininsiatif perangkat pertandingan.
Challenge (tantangan) yang diajukan oleh Korea Selatan
Korea Selatan meminta pemeriksaan atas gol yang dicetak oleh Kirgizstan
Setelah peninjauan, wasit mengindikasikan simbol televisi sebagai tanda keputusan berdasarkan tinjauan VS
Wasit mengindikasikan pembatalan gol yang dicetak oleh Kirgizstan
Hasil peninjauan ditampilkan di layar.
Pasukan
Setiap tim diharuskan mendaftarkan skuad yang beranggotakan minimal 14 orang pemain dan maksimal 25 orang pemain, dengan minimal dua orang di antaranya berstatus penjaga gawang (Peraturan Pasal 23).
Tim diurutkan berdasarkan poin (3 poin untuk menang, 1 poin untuk seri, 0 poin untuk kalah), dan jika poinnya imbang, kriteria pemecah seri berikut diterapkan, sesuai urutan yang diberikan, untuk menentukan peringkat (Pasal Peraturan 7.3):
Poin dalam pertandingan head-to-head di antara tim yang seri;
Selisih gol dalam pertandingan head-to-head di antara tim yang seri;
Gol yang dicetak dalam pertandingan head-to-head di antara tim yang seri;
Jika lebih dari dua tim seri, dan setelah menerapkan semua kriteria head-to-head di atas, sebagian tim masih seri, semua kriteria head-to-head di atas diterapkan kembali secara eksklusif untuk sebagian tim ini;
Selisih gol di semua pertandingan grup;
Gol yang dicetak di semua pertandingan grup; # Adu penalti jika hanya dua tim yang seri dan bertemu di babak terakhir grup;
Poin disiplin (kartu kuning = 1 poin, kartu merah akibat dua kartu kuning = 3 poin, kartu merah langsung = 3 poin, kartu kuning diikuti kartu merah langsung = 4 poin);
Ini adalah kali pertama Indonesia dan Iran bertemu di final. Bagi Indonesia, ini adalah penampilan pertama mereka di final AFC di level mana pun sejak tim nasional sepak bola Indonesia U-20 di Kejuaraan Youth AFC 1970.
Berikut adalah daftar pencetak gol dalam turnamen ini. Statistik mencakup jumlah gol yang dicetak oleh para pemain sepanjang kompetisi, termasuk gol bunuh diri (own goal). Data diperbarui hingga 7 Februari 2026.
Sebanyak 166 gol telah dicetak pada 31 pertandingan, dengan rata-rata 5,35 gol per pertandingan (per 7 Februari 2026).