Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila
| Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila Embassy of the Republic of Indonesia in Manila | |
|---|---|
| Koordinat | 14°33′29″N 121°00′55″E / 14.558076°N 121.0151889°E |
| Lokasi | |
| Alamat | 185 Salcedo Street Manila, Filipina |
| Duta Besar | Agus Widjojo |
| Yurisdiksi | |
| Situs web | kemlu |
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila (KBRI Manila) (bahasa Inggris: Embassy of the Republic of Indonesia in Manila) adalah misi diplomatik Republik Indonesia untuk Republik Filipina dan merangkap sebagai perwakilan Indonesia untuk Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau.[1] Kantor diplomatik Indonesia lainnya di Filipina adalah sebuah konsulat di Kota Davao.[2]
Sejarah
Indonesia secara resmi menjalin hubungan diplomatik dengan Filipina pada tahun 1949, menandai dimulainya hubungan bilateral formal antara dua negara bertetangga di Asia Tenggara tersebut.[3] Untuk memfasilitasi urusan diplomatik dan konsuler, Indonesia awalnya membuka kantor konsulat di Manila. Seiring dengan semakin berkembangnya hubungan dan kerja sama kedua negara, Indonesia kemudian meningkatkan status perwakilannya dengan mendirikan kedutaan besar pada tahun 1950-an. Kedutaan tersebut dipimpin oleh duta besar pertama Indonesia untuk Filipina, Alexander Andries Maramis, yang menjabat dari 1950 hingga 1953. Penunjukannya mencerminkan komitmen Indonesia yang semakin kuat untuk mempererat diplomasi regional dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan sesama negara anggota ASEAN, jauh sebelum ASEAN sendiri berdiri pada tahun 1967.
Daftar duta besar
| No. | Foto | Nama | Mulai menjabat | Selesai menjabat | Merangkap | Diangkat oleh | Ref. | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Alexander Andries Maramis | 1953 | 1955 | Soekarno | [4] | ||||
| Nazir Datuk Pamoentjak | 1956 | 1965 | Soekarno | [5][6][7] | ||||
| Abdul Karim Rasjid | 1965 | 1966 | [8] | |||||
| Moersjid | 1967 | 1969 | [9] | |||||
| Kusno Utomo | 1970 | 1973 | Soeharto | [10] | ||||
| Sri Bimo Ariotedjo | 1973 | 1977 | [11] | |||||
| Soedarmono | 1977 | 1981 | [10][12] | |||||
| Leo Lopulisa | 1981 | 1982 | [13] | |||||
| Mudjono Purbonegoro | 1984 | 1988 | [10][14][15] | |||||
| Soewarso Hardjosoedarmo | 1988 | 1991 | [10][16] | |||||
| Pieter Damanik | 1992 | 1994 | [10][17] | |||||
| Abu Hartono | 1995 | [18] | ||||||
| Soeratmin | 31 Januari 2005 | Kepulauan Marshall | [19] | |||||
| Irzan Tandjung | 11 November 2005 | 21 Januari 2010 | Kepulauan Marshall | Susilo Bambang Yudhoyono | [20] | |||
| Yohanes K. S. Legowo | 21 Januari 2010 | 14 Februari 2014 | Kepulauan Marshall | |||||
| Johny Lumintang | 14 Februari 2014 | 20 Februari 2018 | Kepulauan Marshall Republik Palau |
|||||
| Sinyo Harry Sarundajang | 20 Februari 2018 | 13 Februari 2021 | Kepulauan Marshall Republik Palau |
Joko Widodo | [21] | |||
| Agus Widjojo | 12 Januari 2022 Kredensial: 25 Mei 2022 (Filipina) 24 Agustus 2023 (Kepulauan Marshall) |
8 Februari 2026 | Kepulauan Marshall Republik Palau |
[22][23][24][cat. 1] | ||||
Catatan
Lihat pula
- Daftar Duta Besar Indonesia
- Daftar perwakilan diplomatik Indonesia
- Hubungan Filipina dengan Indonesia
- Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao City
Referensi
- ^ "Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila, Filipina". Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila, Filipina. Diakses tanggal 21 November 2021.
- ^ "Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao City, Filipina". Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao City, Filipina. Diakses tanggal 22 November 2021.
- ^ "Briefer: Diplomatic relations between the Philippines and Indonesia | Official Gazette of the Republic of the Philippines" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-18.
- ^ Parengkuan, Fendy E. W. (1982). A.A. Maramis, SH. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 83.
- ^ Statistical Pocketbook of Indonesia 1958 [Buku Saku Statistik Indonesia 1958]. Jakarta: Biro Pusat Statistik. 1958. hlm. 263.
- ^ Djojodibroto, R. Darmanto (2012). Pandu Ibuku: Mengajarkan Budi Pekerti, Membangun Karakter Bangsa. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm. 127.
- ^ Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 1964 tentang Penempatan Kembali Duta Besar Republik Indonesia dari Philipina Nazir Datuk Pamontjak, SH pada Departemen Luar Negeri (1964-03-30).
- ^ "Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1965" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-08-15. Diakses tanggal 2019-08-15.
- ^ Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 1967
- ^ a b c d e Sejarah Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri. Jakarta: Departemen Luar Negeri Republik Indonesia. 1995. hlm. 195.
- ^ Sjamsuddin, Nazaruddin, ed. (2003). Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973 – 23 Maret 1978. Jakarta: Citra Kharisma Bunda. hlm. 27.
- ^ "Pelantikan Dubes Baru". Tempo. 1977-02-05. Diakses tanggal 2019-07-30.
- ^ Keputusan Presiden Republik Indonesia Serikat Nomor 102/M Tahun 1981[pranala nonaktif permanen]
- ^ Antolik, Michael (1990). ASEAN and the Diplomacy of Accommodation. Armonk, NY: Citra Kharisma Bunda. hlm. 79.
- ^ "Para Dubes Diminta Aktif Perluas Pemasaran Barang-Barang Ekspor". Suara Karya. 1984-04-23. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-08-25. Diakses tanggal 2019-08-25.
- ^ Sjamsuddin, Nazaruddin, ed. (2003). Jejak Langkah Pak Harto 21 Maret 1988 – 11 Maret 1993. Jakarta: Citra Kharisma Bunda. hlm. 65.
- ^ "Pelantikan: Presiden dan Dubes Kejaksaan Agung". Tempo. 1992-01-25. Diakses tanggal 2019-07-30.
- ^ Pewarta Departemen Luar Negeri RI., Issues 73-76. Jakarta: Departemen Luar Negeri. 1995. hlm. 109.
- ^ "Presiden Kirim 20 Nama Calon Dubes RI ke DPR". Merdeka. 2005-06-24. Diakses tanggal 2019-07-30.[pranala nonaktif permanen]
- ^ "Marty Natalegawa Dilantik Jadi Dubes Inggris". Merdeka. 2005-11-11. Diakses tanggal 2019-07-30.
- ^ "Dubes RI untuk Filipina Sinyo Harry Sarundajang Meninggal Dunia". Nicholas Ryan Aditya. 13 Februari 2020. Diakses tanggal 21 Desember 2020.
- ^ "Presiden Lantik Tiga Dubes RI untuk Negara Sahabat". Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 12 Januari 2022. Diakses tanggal 12 Januari 2022.
- ^ "Duterte menerima sertifikat dari duta besar untuk Kamboja, Indonesia, Argentina dan Yunani". Review Bekasi. 25 Mei 2022. Diakses tanggal 25 Mei 2022.
- ^ "Penyerahan Surat-Surat Kepercayaan dari Presiden RI kepada Presiden Republik Kepulauan Marshall". Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. 6 September 2023. Diakses tanggal 14 September 2023.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


