Jalan Veteran (Jakarta)

Jalan Veteran (Jakarta)
Kondisi Lalu lintas di Jalan Veteran Jakarta didekat Monumen Nasional
Bagian dari Sumbu Filosofis Jakarta
Pemilik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Area Jakarta Barat
Lokasi Cideng, Gambir, Jakarta Pusat
Koordinat 6°10′34″S 106°49′22″E / 6.1760°S 106.8228°E / -6.1760; 106.8228
Lain-lain
Status Aktif

Jalan Veteran (Jakarta) adalah salah satu jalan di Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Pada masa kolonial Hindia Belanda, bersama dengan Jalan Ir. H. Juanda, kawasan Jalan Veteran dikenal sebagai kawasan elit di Batavia. Bersama-sama dengan Jalan Juanda dan Jalan Majapahit, tempat yang dulu dinamai Noordwijk dan Risjwijk ini dipenuhi oleh pusat perbelanjaan mewah, dengan tujuan mengembalikan status Batavia sebagai kota bergengsi di Asia Tenggara. [1][2][3]

Karena sudah banyak bangunan lama yang dirubuhkan, maka saat ini Jalan Veteran lebih banyak menjadi akses belakang atau samping dari beberapa gedung penting, seperti Istana Negara dan Kementerian Dalam Negeri. Sementara Bina Graha, Lembaga Administrasi Negara, Markas Besar TNI AD, Kementerian Sekretariat Negara, dan PT Kimia Farma memiliki akses utama dari jalan ini.

Sejarah

Dimulainya pembangunan gedung-gedung mewah di sekitar Jalan Veteran dan Majapahit diprakarsai oleh Gubernur Jendral Reinier de Klerk tahun 1776. Namun eksekusinya secara keseluruhan baru dikerjakan pada masa Herman Willem Daendels, dan diselesaikan oleh Rafless.[4]

Tempat ini dikembangkan dengan menggusur penduduk lokal, keturunan Tionghoa, dan pemakaman umum, lalu menetapkannya hanya boleh dimasuki para keturunan Eropa. Rafless kemudian menetapkan sebagian lahan sebagai tempat membangun kediamannya sendiri, yang kini dikenal sebagai Gedung Bina Graha. Pembangunan gereja Katolik sekalipun awalnya dilarang. Baru pada 8 Mei 1807, Louis Bonaparte, adik Napoleon Bonaparte, yang menaklukkan Nederland, membolehkan dibangunnya tempat peribadatan Katolik di daerah ini.[3]

Beberapa bangunan bersejarah yang berada di antara Jalan Veteran dan Jalan Majapahit telah dirobohkan pada tahun 1985 akibat pelebaran Jalan Majapahit, dan sebagian lainnya menjadi tempat parkir.[5][6][7]

Di jalan ini juga terdapat Paleis te Rijswijk atau Istana Rijswijk, sekalipun akses utamanya kini ada di Jalan Medan Merdeka Utara. Istana tersebut kini dikenal sebagai Istana Negara Jakarta.[8]

Transportasi

Transjakarta

Koridor Trayek
Blok M - Kota - Kali Besar
Balai Kota - Pantai Maju
Pulogadung - Rawa Buaya
Kalideres - Monumen Nasional
Damai - Kota
Cililitan - Juanda
Kampung Rambutan - Juanda
Lebak Bulus - Pasar Baru
Tanjung Priok - Bundaran Senayan
JIS - Monumen Nasional

Referensi

  1. ^ "Menelusuri Kawasan Noorwijk". Republika.
  2. ^ ARS Desain: Noordwijk Batavia dari situs ARS Desain
  3. ^ a b 'Noordwijk Kawasan Para Bule. dari situs Republika
  4. ^ Lenyapnya Pesona Gedung Bangsawan Eropa Berpesta di Batavia. dari situs Republika
  5. ^ "Harmonie, Raffles Meresmikannya, Kita Membongkarnya". Kompas.com. 2013-12-16. Diakses tanggal 2025-09-23.
  6. ^ "Kisah Pasar Baru yang Disebut sebagai Little India". Tempo. 2024-11-06. Diakses tanggal 2025-09-23.
  7. ^ "Sejarah Gedung Harmonie, Bangunan Bersejarah yang Menyimpan Banyak Cerita". kumparan. Diakses tanggal 2025-09-23.
  8. ^ "Jejak Pesona Istana Negara". VOI - Waktunya Merevolusi Pemberitaan. Diakses tanggal 2025-09-23.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement