Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta
| Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta | |
|---|---|
| Jenis | Perguruan Tinggi Swasta |
| Didirikan | 2017 |
| Rektor | Widya Priyahita Pudjibudojo |
| Julukan | UNU Jogja (Akronim) |
| Situs web | unu-jogja |
Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (yang disingkat UNU Yogyakarta) merupakan Perguruan Tinggi Swasta keagamaan islam binaan Nahdlatul Ulama yang pembukaannya diresmikan oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir pada tanggal 10 Maret 2017, peresmian pembukaan UNU Yogyakarta tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj.[1]
Dalam upaya mencapai lompatan yang lebih tinggi, UNU Yogyakarta merancang sejumlah program bertaraf global untuk mempersiapkan dan merencanakan masa depan UNU Yogyakarta dan Indonesia.
Berbagai kolaborasi dilakukan dengan sejumlah negara sahabat Republik Indonesia, antara lain:
- Mohammed Bin Zayed College For Future Studies (MBZ CFS) dengan UEA
- School of Future Metallurgy and Material Science with GEM Co.Ltd dengan China
- Russia School of Atomic Energy dengan Rusia
- India-Indonesia School of Food Security dengan India.



UNU Yogyakarta merancang dan melaksanakan sejumlah program strategis untuk memperkuat peran universitas dalam mendukung kemajuan industri, pendidikan, masyarakat, dan budaya di Indonesia. Program-program ini disusun dengan visi menjadikan UNU Yogyakarta sebagai pusat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia nyata dan mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
- Peningkatan Kompetensi Mahasiswa: Digital Platform and AI for Education, Prototyping House and Business Incubator, English Intensive Course for All Students All Semesters, Student Journey, Employability and Career Preparation, dan Industry Hub
- Komunikasi Pemasaran dan Bisnis: Galeri Seni Nusantara, Center for Football Industry Innovation, dan Center For Blockchain Industry
- Transformasi Sosial: Kepesantrenan, Center for Gender, Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), Pusat Studi Kependudukan dan Kesejahteraan Keluarga (Pusdeka), Laboratorium Sosial (Labsos), dan Center for Sharia Finance and Digital Economy (SHAFIEC).
Fakultas
Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta memiliki 5 Fakultas dengan 10 Program Studi, diantaranya:
Fakultas Ilmu Pendidikan
- Pendidikan Guru Sekolah Dasar
- Pendidikan Bahasa Inggris
Fakultas Teknologi Informasi
- Informatika
- Teknik Elektro
Fakultas Dirasah Islamiyah
- Studi Islam Interdisipliner
Fakultas Ekonomi
- Manajemen
- Akuntansi
Fakultas Industri Halal
- Farmasi
- Teknologi Hasil Pertanian
- Agribisnis
Referensi
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




