Institut Teknologi Yogyakarta
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Maret 2016) |
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. |
Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) adalah sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Yogyakarta. Keberadaan Institut Teknologi Yogyakarta tidak bisa terpisahkan dengan pendirian Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan (STTL) YLH yang telah berdiri dan beroperasional sejak tahun 1983. Lahirnya Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan “Yayasan Lingkungan Hidup” (STTL “YLH”) Yogyakarta berdasarkan falsafah Jawa “Mamayu Hayuning Bawono” (mamayu = payu, payung; hayuning = ayu, cantik; bawono = biosfer, bumi). Falsafah tersebut dapat diartikan bahwa bumi tempat kita hidup dan bernaung harus selalu “dipayungi”, dilindungi, dipelihara, dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh agar tetap lestari dan “ayu”, terhindar dari kerusakan-kerusakan.
Didorong oleh gagasan dan keyakinan yang dilandasi oleh semangat “Hing Ngarso Sung Tulodho Hing Madya Mangun Karso”, KRT. Ir. Tjokrokusumo (almarhum) yang juga sebagai seorang Pejuang Kemerdekaan RI, mempelopori berdirinya STTL “YLH”. STTL bernaung di bawah “Yayasan Lingkungan Hidup” (YLH) yang saat ini diketuai oleh Sri Paduka Paku Alam IX, yang juga sebagai Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam perjalanannya yang cukup panjang dan banyak hambatan, STTL “YLH” memperoleh status “Terdaftar” pada tahun 1988 dengan terbitnya SK Mendikbud Nomor: 045/0/1988 tanggal 28 Januari 1988. Selanjutnya pada tahun 1993 dengan terbitnya SK Dirjen DIKTI nomor: 232/DIKTI/Kep/1993 tanggal 1 Mei 1993, status STTL “YLH” berubah menjadi “Diakui” .
Lima tahun kemudian, dengan segala upaya peningkatan oleh semua unsur baik penyelenggara maupun pengelola, berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional (SK BAN) Nomor: 002/BAN-PT/Ak-II/XII/1998 tanggal 22 Desember 1998, STTL “YLH” memperoleh status “Terakreditasi” dengan peringkat “C”. Sejak saat itu STTL “YLH” berhak mengelola program pendidikannya / program studi secara mandiri selama sedikitnya tiga tahun, yang selanjutnya diberi kesempatan untuk memperbaiki peringkat akreditasinya.
Dengan telah memperoleh status “Terakreditasi” ini bukan berarti STTL “YLH” berpuas diri, tetapi justru sebaliknya. Hal tersebut merupakan sebuah tantangan untuk dapat meningkatkan peringkatnya. Dengan kerja keras dan berbagai upaya peningkatan baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya, akhirnya membuahkan hasil dengan terbitnya SK BAN nomor: 002/BAN-PT/Ak-V/S1/III/2002 tanggal 8 Maret 2002, STTL “YLH” berstatus “Terakreditasi” dengan peringkat “B” . Saat ini STTL ”YLH” sedang menyusun ”Borang Akreditasi” yang segera akan disampaikan ke Badan Akreditasi Nasional (BAN) untuk evaluasi menuju ke peringkat akreditasi “A” yang merupakan suatu peringkat akreditasi tertinggi.
STTL “YLH” yang merupakan perguruan tinggi pertama di bidang teknik lingkungan, pada tahun 1999 kehilangan pendirinya yang juga sebagai Ketua STTL yang pertama, yaitu bapak Ir. KRT. Tjokrokusumo yang wafat pada tanggal 11 September 1999 . Selanjutnya pada akhir tahun 1999 Yayasan Lingkungan Hidup melantik bapak Ir. Soetomo Poerodiprodjo sebagai Ketua STTL “YLH” yang kedua sampai dengan tahun 2002.
Pada awal tahun 2003, dilakukan pemilihan Ketua dan menetapkan bapak Prof. Dr. Ir. H. Djoko Marsono sebagai Ketua STTL “YLH”. Pada tahun 2003 tersebut selain dilantiknya Ketua baru, juga dilakukan suatu terobosan baru, yaitu diperluasnya keanggotaan Senat STTL “YLH”. Selain dosen-dosen yang memang memenuhi kriteria sebagai anggota Senat, keanggotaan Senat ditambah dengan masing-masing seorang perwakilan dari dosen, karyawan, mahasiswa dan juga seorang perwakilan dari alumni. Mulai tahun 2003 itu juga, unsur Pimpinan di lingkungan STTL “YLH” bertambah menyusul ditetapkannya Pembantu Ketua IV, yang tugasnya membantu Ketua dalam pelaksanaan kegiatan pengkajian dan penerapan teknik lingkungan, kerjasama dan penerbitan jurnal.
Berbagai terobosan baru telah dirintis, yang kesemua itu dimaksudkan untuk mengantisipasi tuntutan perkembangan dunia pendidikan dan menghadapi persaingan global di dalam rangka menuju institusi pendidikan yang lebih mumpuni.
Salah satu terobosan tersebut adalah rencana pembentukan program/jurusan baru yang sudah dipersiapkan sejak tahun 2004, dan berkas pengajuan pembentukan program/jurusan baru telah dikirimkan ke Depdiknas; selanjutnya tinggal menunggu turunnya SK Izin Penyelenggaraan. Program/jurusan yang dimaksud adalah Program S-2 (Program Magister Ilmu Lingkungan) dan jurusan baru pada S-1 (Teknik Konservasi Lingkungan dan Teknik Kesehatan Lingkungan).
Di bidang keakademikan khususnya kurikulum, pada tahun akademik 2003/2004 mulai diberlakukan kurikulum baru yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk menggantikan kurikulum lama (Kurikulum Nasional) yang sudah berjalan sejak tahun 1996. Untuk menunjang kegiatan proses pembelajaran pada kurikulum baru ini, telah dirintis berdirinya laboratorium komputer pada awal tahun 2004. Selanjutnya berturut-turut penambahan laboratorium bahasa, penyempurnaan sarana dan pra sarana serta gedung laboratorium; yang semua itu untuk melengkapi sarana penunjang proses pembelajaran.
Untuk mendukung proses belajar mengajar sekaligus meningkatkan kualitas program studi dan kredibilitas STTL “YLH” dalam pembangunan sektor pendidikan, STTL “YLH” menjalin kerjasama dengan institusi lain, baik institusi pendidikan, Pemerintah maupun swasta. Adapun bentuk atau bidang kerjasamanya adalah bidang pendidikan, penelitian dan bentuk kerjasama yang lain.
Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan “YLH” mempunyai 3 (tiga) Kampus yaitu: Kampus I: terletak di jalan Janti KM 4 Gedongkuning Yogyakarta, Kampus II: terletak di Winong, Tinalan, Kotagede, Yogyakarta dan Kampus 3 : terletak di Jalan Kebun Raya No 39 Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta.
Perubahan Menjadi ITY
Setelah berdiri selama 31 tahun, pada tahun 2014 STTL STTL “YLH” mengalami perubahan bentuk menjadi Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) berdasarkan SK Mendikbud No. : 605/E/O/2014 tertanggal 17 Oktober 2014, dengan 3 Fakultas dan 6 Prodi, yakni 5 Prodi S1, serta 1 Prodi S2. 3 Fakultas terdiri dari Fakultas Teknik Lingkungan dan Sumber Daya Alam yang membawahi 3 Prodi yakni Prodi Teknik Lingkungan, Prodi Teknik Pertambangan, dan Prodi Teknik Kelautan. Fakultas Teknologi Industri dan Energi membawahi Prodi Teknik Industri dan Prodi Teknik Sistem Energi. Sedangkan Fakultas Pascasarjana membawahi Prodi Magister Ilmu Lingkungan.
Pada tahun 2020, Fakultas Pascasarjana dikembangkan lebih lanjut dengan didirikannya Prodi Magister Teknik Lingkungan. Sehingga saat ini ITY memiliki 3 Fakultas dan 7 Prodi. Selain mendidik mahasiswa, ITY juga berkomitmen untuk mendidik masyarakat secara luas termasuk dunia usaha, dunia industri dan ketenaga kerjaan (DUDIK) untuk memahami dan menjalankan konsep pembangunan yang keberlanjutan, khususnya di dalam meminimalkan dampak dari pembangunan dan aktivitas manusia terhadap lingkungan hidup.
Tujuan didirikannya ITY sebagai berikut:
- Menjadi pusat rujukan akademik dan keilmuan yang unggul di bidang teknologi hijau sesuai dengan visi ITY.
- Memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan lokal dan global.
- Menghasilkan lulusan yang berkarakter, bermoral, dan berdedikasi yang berguna bagi pembangunan nasional.
Dengan berkembangnya STTL “YLH” menjadi ITY, tentunya memberi kesempatan bagi ITY memperluas cakupan bidang ilmu yang dikembangkan. Adapun branding bidang ilmu yang dikembangkan ITY adalah Rekayasa Lingkungan (Environmental Engineering) dengan konsep Teknologi Hijau (Green Technology). Oleh sebab itu lewat kurikulum maupun pengembangan karier dosen, ITY mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga profesional yang mampu mengelola lingkungan dengan pendekatan inovasi teknologi yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan.
Dengan konsep Teknologi Hijau (green technology), ITY secara terus menerus akan mengembangkan teknologi yang diaplikasikan di berbagai bidang seperti pengolahan air, energi, pengelolaan sampah, pengolaan limbah, transportasi, teknologi informasi, dll. Dalam mengembangkan Teknologi Hijau, ITY selalu berlandaskan filosofi Hamemayu Hayuning Bawana yang mempunyai dimensi kesejahteraan & harmoni, kerjasama & solidaritas, dan penghargaan terhadap alam & lingkungan.Hingga saat ini lulusan ITY telah tersebar di seluruh Indonesia baik pada pemerintahan pusat dan daerah, perusahaan swasta, BUMN dan swasta. Jaringan alumni yang kuat dan tersebar memberikan manfaat yang signifikan termasuk dalam hal akses terhadap peluang kerja serta perluasan jaringan dan networking.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


