Tri kaya parisudha
Tri kaya parisudha adalah ajaran etika pada masyarakat Bali dan agama Hindu yang menekankan tentang penyucian tiga aspek perilaku manusia: manacika (pikiran), wacika (ucapan), dan kayika (perbuatan). Ketiganya dipandang sebagai satu kesatuan yang saling mempengaruhi; pikiran yang baik melahirkan ucapan yang baik, dan ucapan yang baik menuntun pada tindakan yang baik. Oleh karena itu, kebajikan tidak cukup hanya tampak dalam perbuatan lahiriah, tetapi harus berakar pada niat batin.[1][2]
Dalam dimensi manacika, manusia diajak mengendalikan pikiran dari kebencian, iri, dan keserakahan, yang mana pikiran jernih menjadi fondasi kebijaksanaan. Pada wacika, ajaran ini menuntut kejujuran, kesantunan, serta tanggung jawab dalam bertutur kata, sebab kata-kata memiliki daya membangun atau merusak. Adapun kayika menekankan tindakan nyata yang selaras dengan dharma dan tindakan, menjauhi kekerasan, dan mengupayakan kebaikan bagi sesama.[3]
Secara filosofis, Tri kaya parisudha dengan arti tiga perbuatan yang disucikan ini mengajarkan tentang integritas moral: kesatuan antara batin dan lahir. Ajaran ini cukup relevan untuk lintas zaman karena menawarkan kerangka etika praktis untuk kehidupan pribadi dan sosial. Dengan menyelaraskan pikiran, ucapan, dan perbuatan, manusia membangun harmoni dengan diri, masyarakat, dan alam, sekaligus menumbuhkan kedamaian batin serta tanggung jawab sosial.[4]
Sebagai Landasan Pendidikan Sekolah
Berpikir yang baik, berkata yang baik, dan berbuat yang baik tentulah menjadi hal yang diinginkan oleh setiap manusia oleh karena itu perlunya pembentukan etika, sikap dan prilaku seseorang dengan menerapkan ajaran Tri Kaya Parisudha yang baik ini. Etika sebagai landasan dalam kehidupan beragama yang terdapat dalam ajaran Tri Kaya Parisudha ini meliputi manacika parisudha, wacika parisudha, dan kayika parisudha. Dari ketiga bagian ini yang paling penting adalah Pikiran (manah), pikiranlah yang menentukan dan mempengaruhi cara manusia berbicara ataupun berbuat. Tujuan penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha adalah untuk mendalami atau lebih memahami nilai pendidikan etika siswa, yang diterapkan dalam ajaran Tri Kaya Parisudha. Sebagai hasil yang diharapkan dari penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha sebagai landasan Nilai Pendidikan Etika siswa di SDN 02 KARANG MENJANGAN adalah agar peserta didik menjadi orang yang memiliki prilaku, tata karma, karakter, sopan santun, disiplin, dan saling menghormati kepada orang yang lebih tua dan sesama temannya.[5]
Referensi
- ^ "Tri Kaya Parisudha dan Toleransi Umat Beragama". kemenag.go.id. Diakses tanggal 7 Des. 2025.
- ^ "Tri Kaya Parisudha as a Remedies to the Agency Problem". ejournal.undiksha.ac.id. Diakses tanggal 7 Des. 2025.
- ^ "Mengamalkan Ajaran Tri Kaya Parisudha dalam Kehidupan Sehari-hari Kepada Generasi Muda dan Melestarikan Seni Budaya Bali di Desa Adat Asak". kemenagkarangasem.id. Diakses tanggal 7 Des. 2025.
- ^ "A Portrait of Tri Kaya Parisudha in Cingkreman (Hofstede's Study of Cultural Dimensions)". researchgate.net. Diakses tanggal 7 Des. 2025.
- ^ "PENERAPAN AJARAN TRI KAYA PARISUDHA SEBAGAI LANDASAN NILAI PENDIDIKAN ETIKA SISWA SDN 02 KARANG MENJANGAN SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2022/2023". ejournal.unhi.ac.id. Diakses tanggal 7 Des. 2025.
Lihat juga
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


