Sungai Cidanau

Sungai Cidanau
Ci Danau, Cidano, Kali Dano
PetaKoordinat: 6°10′49″S 105°54′48″E / 6.18028°S 105.91333°E / -6.18028; 105.91333
Lokasi
NegaraIndonesia
ProvinsiBanten
Ciri-ciri fisik
Hulu sungaiCagar Alam Rawa Danau[1]
 - koordinat6°09′43″S 105°59′01″E / 6.16184°S 105.9835°E / -6.16184; 105.9835
 - elevasi92 m (302 ft)
Hulu ke-2Gunung Karang[1]
 - koordinat6°16′07″S 106°02′57″E / 6.26861°S 106.04911°E / -6.26861; 106.04911
 - elevasi1.772 m (5.814 ft)
Hulu ke-3Gunung Prakasak[1]
 - koordinat6°15′00″S 105°59′00″E / 6.25°S 105.98333°E / -6.25; 105.98333
 - elevasi996 m (3.268 ft)
Gabungan huluCikalumpang
 - lokasiRancasanggal
 - koordinat6°10′58″S 105°55′28″E / 6.182659°S 105.92436°E / -6.182659; 105.92436
Muara sungaiSelat Sunda[1]
 - lokasiSindanglaya
Daerah Aliran Sungai
Sistem sungaiDAS Cidanau[1]
Kode DAS1220026[1]
Luas DAS228 km2 (88 sq mi)
Pengelola DASBPDAS Citarum-Ciliwung[1]
Wilayah sungaiWS Cidanau-Ciujung-Cidurian[2]
Kode wilayah sungai02.03.A2[2]
Otoritas wilayah sungaiBBWSC3[2]
Badan airRawa Danau
Informasi lokal
GeoNames1645715


Sungai Cidanau atau Cidano merupakan sungai utama dalam DAS Cidanau, berhulu di kawasan Cagar Alam Rawa Danau yang menampung aliran air dari ±18 sungai besar dan kecil (Sub DAS) dan bermuara di Selat Sunda, pesisir pantai barat Banten.[3]

Kawasan Cagar Alam Rawa Danau merupakan hutan rawa pegunungan satu-satunya yang ada di Pulau Jawa.
Kawasan Cagar Alam Rawa Danau merupakan hutan rawa pegunungan satu-satunya yang ada di Pulau Jawa.

Selain berfungsi sebagai sumber air baku bagi masyarakat dan industri di Kota Cilegon dan sekitarnya, juga merupakan satu-satunya reservoir air dengan debit yang cukup serta keberadaan Cagar Alam, merupakan ekosistem rawa pegunungan satu-satunya yang masih tersisa di Pulau Jawa, menjadikan DAS Cidanau memegang peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Cagar Alam Rawa Danau seluas 2.500 ha ditetapkan berdasarkan surat Gubernur Jenderal Belanda Government Besluit pada tanggal 16 November 1921[4]

Daerah Aliran Sungai Cidanau

DAS Cidanau berfungsi sebagai daerah tangkapan air dan memiliki andil penting dalam mendukung kontinuitas pembangunan Provinsi Banten, terutama wilayah Serang Barat dan Kota Cilegon. Namun, dalam periode dua puluh tahun terakhir DAS Cidanau mengalami degradasi lingkungan yang mengancam eksistensi Cagar Alam Rawa Danau bahkan juga keberlanjutan ketersediaan dan kualitas air. Pengelolaan lahan yang tidak seimbang dengan daya dukung lahan, penebangan hutan rakyat, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dalam pertanian mengakibatkan meningkatnya sedimentasi dan suburnya pertumbuhan gulma di DAS Cidanau.[5]

Hidrologi DAS Cidanau

Ci Danau merupakan aliran utama dalam sistem daerah aliran sungai yaitu DAS Cidanau yang memiliki luas daerah tangkapan air mencapai 227,65 km2 (87,90 sq mi) yang mencakup kecamatan Padarincang dan Cinangka di Kabupaten Serang.[1] DAS Cidanau berbatasan dengan DAS Cibanten di bagian timur, kemudian DAS Ciujung dibagian tenggara di komplek Gunung Karang, kemudian DAS Cibungur, DAS Cipasauran di bagian selatan. Di bagian utara terdapat beberapa DAS berukuran kecil yang berhulu di kawasan Cagar Alam Gunung Tukung Gede, serta DAS Kali Kedungingas yang melingkupi Kota Cilegon dan bermuara di Teluk Banten.

Pengelolaan DAS Cidanau

Dalam pengelolaan daerah aliran sungai terkait konservasi, DAS Cidanau termasuk ke dalam wilayah kerja BPDAS Citarum-Ciliwung yang merupakan unit pelaksana teknis pada Ditjen PDASHL dibawah Kementerian Lingkungan Hidup.[6] Sedangkan dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya air, DAS Cidanau merupakan bagian dari satuan wilayah sungai yaitu WS Cidanau-Ciujung-Cidurian dibawah otoritas BBWS Cidanau-Ciujung-Cidurian.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK - Klasifikasi DAS". Geoportal MenLHK. Diakses tanggal 2025-09-17.
  2. ^ a b c d ""PerMenPUPR No.04/PRT/M/2015 - Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai"". PERATURAN.GO.ID.
  3. ^ "Cidanau: Lesson Learn". Diakses tanggal 2023-06-07.
  4. ^ Profil Ekosistem DAS Cidanau
  5. ^ Noeraini, Syarifah (2018-11-21). "EVALUASI DINAMIKA SPASIAL PENGGUNAAN LAHAN UNTUK IDENTIFIKASI TINGKAT LAHAN KRITIS KAWASAN DAS CIDANAU". EVALUASI DINAMIKA SPASIAL PENGGUNAAN LAHAN UNTUK IDENTIFIKASI TINGKAT LAHAN KRITIS KAWASAN DAS CIDANAU. 0 (0).
  6. ^ "Peraturan Menteri LHK No.14 Tahun 2022" (PDF). JDIH Kehutanan. 2025. Diakses tanggal 2025-09-21.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement