Daya rusak air

Keadaan Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah saat dilanda banjir besar pada Januari 2021
Keadaan Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah saat dilanda banjir besar pada Januari 2021

Daya rusak air adalah daya air yang dapat menimbulkan kerusakan dan atau bencana terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya, yang antara lain berupa kejadian banjir, erosi tanah dan sedimentasi, tanah longsor, banjir lahar dingin, tanah amblas, perubahan sifat dan kandungan kimia, biologi dan fisik dalam air, instrusi air laut, dan perembesan pada tempat yang tidak diinginkan.[1]

Penyebab Utama

Faktor alam

  • Erosi: Proses pengikisan tanah oleh air, angin, dan gravitasi. Paling dominan di Indonesia adalah erosi oleh air.
  • Sedimentasi: Akumulasi material batuan dan organik akibat erosi, terbawa arus dan menumpuk di dasar sungai, menyebabkan pendangkalan.

Faktor manusia

  • Perilaku membuang sampah ke sungai menghambat aliran air.
  • Pendangkalan sungai akibat sedimen dan penyempitan kapasitas tampung air memicu banjir saat debit meningkat di musim hujan.
Penyempitan badan sungai Ciliwung oleh pemukiman liar di salah satu wilayah di Jakarta.
Penyempitan badan sungai Ciliwung oleh pemukiman liar di salah satu wilayah di Jakarta.

Dampak

  • Penurunan kualitas lingkungan
  • Risiko banjir akibat meluapnya air sungai
  • Berkurangnya kapasitas tampung sungai dan waduk

Upaya Pengendalian

Dilakukan pada berbagai sumber air seperti sungai, danau, rawa, waduk, cekungan air tanah, sistem irigasi dan air hujan dengan berfokus pada pencegahan melalui:

  • Perencanaan terpadu
  • Penanggulangan kerusakan
  • Pemulihan kualitas lingkungan

Lihat pula

Referensi

  1. ^ MODUL 5: PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR - PELATIHAN ORIENTASI TERPADU (PDF). Bandung: Kementrian PUPR. 2017. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement