Stasiun Kebonagung

Stasiun Kebonagung
Kebonagung
Lahan bekas pengontrol sepur simpang dekat Stasiun Kebonagung, belakang Gedung PDAM Kabupaten Malang. Tidak terdapat bekas bangunan hanya meninggalkan sisa fondasi dan semak belukar
Lokasi
Koordinat8°1′49.77199″S 112°36′57.96169″E / 8.0304922194°S 112.6161004694°E / -8.0304922194; 112.6161004694
Operator
Letak
km 55+123 lintas Bangil-Blitar-Kertosono[1]
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Ditutup2004 (?)
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Kebonagung (KBA) merupakan stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Kebonagung, Pakisaji, Malang; termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya. Stasiun ini dibangun oleh Staatsspoorwegen untuk melayani pengangkutan gula dari Pabrik Gula Kebonagung (sekarang milik PT Kebonagung).

Sejarah

Selama masa kolonial Belanda, Stasiun Kebonagung berstatus sebagai stopplaats atau perhentian kecil. Berdasarkan peta yang diterbitkan oleh Belanda pada 1914, Perhentian Kebonagung berada di timur laut Pabrik Gula Kebonagung.[3] Kini, jalan menuju perhentian tersebut menjadi Jalan Tarupala.

Terdapat sepur simpang yang bercabang di selatan perhentian untuk mengarah ke Pabrik Gula Kebonagung. Sepur simpang tersebut dapat diakses dari arah Stasiun Pakisaji (selatan), kemudian berbelok ke barat dan berjalan sejajar dengan jalur lori pabrik gula. Jalur lori pabrik gula tersebut memotong jalur kereta api di utara percabangan. Sepur simpang kemungkinan mulai beroperasi antara tahun 1908 dan 1914 karena tidak ditemukan dalam peta terbitan 1908.[4][3]

Selain sepur simpang menuju pabrik gula, dahulu terdapat pula sepur simpang menuju penampungan ampas tebu milik Pabrik Kertas Leces. Leces bekerja sama dengan Pabrik Gula Kebonagung untuk mengolah ampas tebu menjadi bahan mentah dalam pembuatan kertas.[5] Berlawanan dengan sepur simpang pabrik gula, sepur simpang Leces dapat diakses dari utara. Sepur simpang tersebut kemungkinan dibangun pascakemerdekaan karena tidak ditemukan dalam peta tahun 1944.[6] Menurut warga sekitar, percabangan dari rel utama dinonaktifkan sejak tahun 2004.

Jika dilihat dari tata letaknya, Stasiun Kebonagung sebenarnya merupakan tempat pengontrolan sepur simpang. Di selatan stasiun ini, terdapat tikungan yang sudah tidak asing lagi bagi kalangan penggemar kereta api dan masyarakat umum untuk memotret dan berburu kereta api.

Galeri

Referensi

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ^ a b "Java Res. Pasoeroean Blad I. XI." (Map). 1:20.000 (dalam bahasa Belanda). Universiteit Leiden. 1914.
  4. ^ "Afd: Malang" (Map). 1:20.000 (dalam bahasa Belanda). Universiteit Leiden. 1908.
  5. ^ Budiono, Basofi (2009). Pengaruh Komunikasi Dalam Organisasi Terhadap Prestasi Kerja karyawan (Sarjana thesis). Universitas Brawijaya.
  6. ^ "Kepandjen" (Map). 1:50.000 (dalam bahasa Belanda). Universiteit Leiden. 1944.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Pakisaji
menuju Kertosono
Kertosono–Bangil Malang Kotalama
menuju Bangil


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement