Stasiun Jati

Stasiun Jati
Jati
+12 m
Tampak luar Stasiun Jati, 2020
Lokasi
Koordinat7°45′20.614″S 113°13′27.066″E / 7.75572611°S 113.22418500°E / -7.75572611; 113.22418500
Ketinggian+12 m
Operator
Letak
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
  • JI dan JAT
  • 5402 dan 5704[2]
Sejarah
Dibuka1897
Ditutup1998?
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Jati adalah dua stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Jati, Mayangan, Probolinggo yang termasuk dalam Daerah Operasi IX Jember dan terletak 12 meter di atas permukaan laut.[3] Kompleks stasiun ini terdiri dari dua stasiun, yakni Stasiun Jati (JI) yang melayani kereta api dan Stasiun Jati (JAT) yang melayani trem. Lokasi stasiun ini tidak jauh dari perlintasan sebidang jalan raya pantura ruas Probolinggo-Situbondo.

Sejarah

Stasiun ini kemungkinan dibuka bersama oleh Staatsspoorwegen (SS) dan Probolinggo Stoomtram Maatschappij (PbSM). Sekitar tahun 1897, antara SS dan PbSM sepakat untuk membuat sebuah stasiun yang nantinya akan mengintegrasikan dua jalur dengan konsesi berbeda. Sekitar tahun 1897, SS mulai membangun perpanjangan jalur dari Probolinggo menuju Jember setelah sebelumnya sukses dengan segmen Pasuruan–Probolinggo. Keluarnya besluit tertanggal 15 Desember 1894 No. 6. mewajibkan SS membuat kesepakatan dengan PbSM untuk membangun transportasi yang sinergis antara kedua perusahaan.[4] Pada tanggal 1 Juli 1895, jalur kereta api SS Probolinggo–Klakah selesai dibangun, sedangkan jalur Jati–Gending selesai pada tanggal 21 April 1897.[5]

Stasiun kereta api bersama ini disepakati berlokasi di wilayah Jati dan kemudian diberi nama Stasiun Jati. Bila SS hanya membangun stasiun, PbSM membangun stasiun juga sebuah bengkel kereta api (kelak menjadi depo lokomotif), serta membuat percabangan dari Stasiun Jati menuju Pelabuhan Tanjung Tembaga di Probolinggo pada tanggal 28 September 1898.[5]

Pada tahun 1978, dalam Statistik Kotamadya Probolinggo 1980, sudah tidak ada lagi kereta api penumpang yang diberangkatkan dari Stasiun Jati karena jaraknya yang terlalu dekat dengan Stasiun Probolinggo.[6] Stasiun Jati kemudian diubah menjadi sepur simpang menuju dipo tersebut sampai akhirnya dinonaktifkan.[kapan?] Koleksi Depo Lokomotif Jati yang terakhir adalah gerbong-gerbong penolong yang telah lama disimpan di Stasiun Probolinggo.

Bangunan dan tata letak

Berdasarkan peta yang diterbitkan oleh Belanda pada 1914, stasiun ini memiliki jalur tunggal pada petak jalan menuju Stasiun Probolinggo milik SS. Percabangan jalur menuju Paiton berada di selatan emplasemen, kemudian bergabung dengan jalur trem dari Stasiun Probolinggo PbSM. Jalur trem dari Probolinggo PbSM menuju arah Paiton berjalan di pinggir jalan raya dan memotong jalur kereta api di selatan emplasemen Stasiun Jati. Bengkel kereta api PbSM tidak dapat dijangkau dari emplasemen stasiun ini, tetapi melalui jalur trem dari arah Paiton.[7]

Pada peta terbitan tahun 1940, berdasarkan pemetaan tahun 1928, petak jalan antara Jati dan Probolinggo SS berubah menjadi jalur tunggal ganda. Jalur di sisi timur merupakan milik PbSM, sementara jalur di sisi barat merupakan milik SS. Kedua jalur berakhir di emplasemen barang Stasiun.Probolinggo dan Pelabuhan Probolinggo.[8] Jalur baru milik PbSM tersebut ditujukan supaya angkutan barang tidak melewati tengah Kota Probolinggo, seiring dengan semakin ramainya aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Probolinggo.[9][10]

Foto udara oleh Angkatan Laut Belanda pada 1947 memperjelas tata letak stasiun ini. Percabangan jalur penghubung antara jalur kereta api dan trem berada di sisi utara emplasemen, bukan selatan emplasemen seperti pada peta-peta topografi sebelumnya. Dari percabangan, jalur berbelok ke timur menuju emplasemen depo kereta milik PbSM. Jalur penghubung ini kemudian bergabung dengan emplasemen Stasiun Jati milik PbSM di jalan raya pos. Berdasarkan foto-foto udara ini pula, tampak jalur trem milik PbSM dari Jati ke Probolinggo Pelabuhan telah dicabut pada 1947, menyisakan sebuah bekas wesel yang dipinggirkan dari jalur.[11]

Stasiun Jati SS memiliki lima jalur, dengan jalur 1 sebagai sepur lurus. Terdapat dua sepur badug dan jalur 5 yang berakhir di badug sebagai sepur simpan.[12] Stasiun Jati juga memiliki sebuah gudang dengan dua jalur di sisi barat.[13]

Sementara itu, Stasiun Jati PbSM memiliki dua jalur dan terletak di selatan Stasiun Jati SS. Percabangan menuju jalur penghubung ke arah depo kereta dan pelabuhan berada di sisi timur emplasemen.[14] Dari jalur trem di barat Hate Jati PbSM, terdapat pula percabangan sepur simpang menuju sebuah pabrik.[12]

Galeri

Referensi

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2023 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2023-04-14. hlm. 50. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2023-05-11. Diakses tanggal 2024-12-13 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  4. ^ Paulus, Jozias (1921). Encyclopædie van Nederlandsch-Indië. M. Nijhoff.
  5. ^ a b (Belanda) Reitsma, S. A.: Korte geschiedenis der Nederlandsch-Indische spoor- en tramwegen; Batavia (Jakarta) – Weltevreden 1928
  6. ^ Kantor Statistik Kotamadya Probolinggo (1980). Statistik Kotamadya Probolinggo. Kantor Statistik Kotamadya dan Bappeda Kotamadya Probolinggo.
  7. ^ "Java Res. Pasoeroean. (Oude Res. Probolinggo)" (Map). 1:20.000 (dalam bahasa Belanda). Batavia: Topographisce Inrichting. 1914.
  8. ^ "Probolinggo" (Map). 1:50.000 (dalam bahasa Belanda). Batavia: Topographisce Inrichting. 1940.
  9. ^ "Spoor en haven". Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië. 1928-05-12. Diakses tanggal 2026-04-12.
  10. ^ "Telegrammen van de Sumatra-Bode Aneta-Radiodienst Nederlandsch-Indie". Sumatra-bode. 1928-05-12. Diakses tanggal 2026-04-13.
  11. ^ Marine Luchtvaart Dienst Indië (1947). "Luchtopname van Probolinggo".
  12. ^ a b Marine Luchtvaart Dienst Indië (1947). "Luchtopname van Probolinggo".
  13. ^ Marine Luchtvaart Dienst Indië (1947). "Luchtopname van Probolinggo".
  14. ^ Marine Luchtvaart Dienst Indië (1947). "Luchtopname van Probolinggo".
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Probolinggo
menuju Bangil
Surabaya–Bangil–Kalisat
Bangil–Kalisat
Jorongan
menuju Kalisat
Probolinggo Makam Probolinggo–Paiton Randupangger
menuju Paiton
Probolinggo Pelabuhan
Terminus
Probolinggo Pelabuhan–Jati
Percabangan menuju pelabuhan/eks-Probolinggo Stoomtram Maatschappij
Terminus


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement