Seri Kodoba
Seri Kodoba adalah adalah sebuah seni yang berasal dari Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Kesenian Ini adalah sebuah atraksi upacara adat yang dipegang teguh dan dilaksanakan di Halmahera Utara tepatnya di Desa Limau. Seri Kodoba disajikan dalam beberapa tarian yakni tari Tokuwela, tari Solumbe dan atraksi Bambu Gila. Seri Kodoba ini kerap dilakukan di dalam rumah penunggu yang disebut Rumah Elang. Namun sebatas warga setempat saja yang menyaksikannya. Rumah Elang ini telah diturunkan dari generasi ke generasi di Kampung Limau. Rumah ini selalu dilindungi karena bisa menjadi tempat pemersatu bagi masyarakat setempat.[1]
Tari Tokuwela & Tari Tokuwela
Seri Kodoba disajikan dalam beberapa tarian, seperti tari Tokuwela, tari Solumbe dan atraksi Bambu Gila. Tari Tokuwela dan tari Solumbe mempunyai ciri khas yang unik. Selain itu, terkandung juga nilai dan makna sosial budaya yang begitu kental. Sebagai warisan leluhur, Tari Tokuwela yang termasuk dalam Seri Kodoba ini sudah diakui oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2016 yang lalu. Selain tari Tokuwela disajikan juga tari Salumbe, yang merupakan turunan dari tarian Tokuwela. Salumbe artinya memanggil. Ini adalah ritual memanggil ikan yang dilakukan oleh gadis-gadis Galela.[1]
Saat mereka memanggil ikan maka semua gadis-gadis yang ada di lima desa nelayan itu harus turun ke laut berdiri sampai air sepinggang. Kemudian dengan daun atau apa saja, mereka memanggil sambil bermain ombak, karena diyakini bahwa gadis-gadis itu dapat memberikan aura yang positif terhadap energi di laut sehingga membuat ikan ikan mendekat. Upacara ritual tersebut diadakan 5 tahun sekali.[2]
Kepercayaan masyarakat
Burung elang memiliki tempat yang terhormat dalam kebudayaan masyarakat Galela. Burung tersebut dipercaya dapat memberikan petunjuk. Jika Burung elang sudah terbang mengelilingi kampung, maka masyarakat akan berbondong-bondong mencari ikan. Orang Galela percaya jika Rumah elang senantiasa dijaga, maka Elang akan selalu memberi tahu keberadaan ikan kepada mereka.[1]
Kelestarian
Seri Kodoba disajikan saat Festival Wonderful Halmahera Utara. Dalam festival ini diadakan 3 atraksi yang diangkat dari ritual budaya lokal, yang mungkin sudah mulai hampir punah. Seperti Tari Tokuwela yang sudah 50 sampai 60 tahun lalu tidak pernah ditampilkan lagi di Galela. Hal ini lantaran tarian tersebut dianggap sudah tidak relevan dengan perkembangan kekinian, agama dan lain lain.[3]
Referensi
- ^ a b c "GenPI.co". GenPI.co. 2018-12-06. Diakses tanggal 2025-11-10.
- ^ "Seri Kodoba, atraksi menarik Festival Wonderful Halmahera Utara". kabarbisnis.com. 06-12-2018. Diakses tanggal 10-11-2025.
- ^ Redaksi (2018-12-06). "Seri Kodoba, Atraksi Menarik Festival Wonderful Halmahera Utara". FAJAR. Diakses tanggal 2025-11-10.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


