Kabupaten Halmahera Utara

Kabupaten Halmahera Utara
Kantor bupati (depan), kantor DPRD (belakang), dan Gunung Dukono
Kantor bupati (depan), kantor DPRD (belakang), dan Gunung Dukono
Lambang resmi Kabupaten Halmahera Utara
Motto: 
Hibualamo
Peta
Peta
Kabupaten Halmahera Utara di Maluku dan Papua
Kabupaten Halmahera Utara
Kabupaten Halmahera Utara
Peta
Kabupaten Halmahera Utara di Indonesia
Kabupaten Halmahera Utara
Kabupaten Halmahera Utara
Kabupaten Halmahera Utara (Indonesia)
Koordinat: 1°43′55″N 128°00′28″E / 1.7319°N 128.0078°E / 1.7319; 128.0078
Negara Indonesia
ProvinsiMaluku Utara
Tanggal berdiri31 Mei 2003
Dasar hukumUndang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2003
Ibu kotaTobelo
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 17
  • Desa: 196
Pemerintahan
 • BupatiPiet Hein Babua
 • Wakil BupatiKasman Hi. Ahmad
 • Sekretaris DaerahErasmus J. Papilaya
Luas
 • Total3.891,62 km2 (1,502,56 sq mi)
Populasi
 • Total206.233
 • Kepadatan53/km2 (140/sq mi)
Demografi
 • Agama
  • 40,55% Islam
  • 0,01% Buddha
  • 0,01% Lainnya[1]
 • IPMKenaikan 69,79 (2023)
 sedang [2]
Zona waktuUTC+09:00 (WIT)
Kode pos
97762
Kode BPS
8205 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon0924
Pelat kendaraanDG
Kode Kemendagri82.03 Suntingan nilai di Wikidata
APBDRp 300.597.247.000,00 (2005)
DAURp 510.075.890.000,- (2020)
Situs webwww.halmaherautarakab.go.id


Kabupaten Halmahera Utara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Ibu kota kabupaten Halmahera Utara berada di kecamatan Tobelo. Luas kabupaten ini adalah 3.891,62 km² dengan jumlah penduduk pada akhir tahun 2024 sebanyak 206.233 jiwa.[1][3]

Kabupaten ini terdapat gunung berapi aktif yaitu Gunung Dukono.[4] Kabupaten Halmahera Utara memiliki tambang emas di Kecamatan Malifut antara lain tambang Gosowong dan Toguraci yang sekarang dikelola oleh perusahaan besar PT Nusa Halmahera Minerals (NHM).[5]

Geografis

Terletak di tepi utara Semenanjung Halmahera dan berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik, merupakan keuntungan geografis bagi Kabupaten Halmahera Utara. Hal ini secara historis telah terbukti pada periode perang dunia kedua, di mana wilayah Halmahera Utara khususnya Kao dan Pulau Morotai menjadi rebutan antara pihak Jepang dan sekutu guna dijadikan basis strategis untuk wilayah pasifik. Karenanya wilayah Kabupaten Halmahera Utara sangat memungkinkan untuk dijadikan gerbang niaga internasional, baik untuk skala Provinsi Maluku Utara atau bahkan Indonesia.

Batas Wilayah

Batas wilayah kabupaten Halmahera Utara antara lain;

Utara Samudera Pasifik
Timur Wasilei dan Laut Halmahera
Selatan Jailolo Selatan
Barat Loloda, Sahu, Ibu dan Jailolo

Topografi

Kemiringan lereng di daratan Kabupaten Halmahera Utara sangat bervariasi, di antaranya:

Jenis % Daratan % Total
Datar 0-2 33,5
Bergelombang 2-15 18,23
Berbukit 15-40 23,17
Bergunung > 40 25,05

Geologi

Sebagian besar Kabupaten Halmahera Utara adalah daerah pegunungan yang didominasi oleh formasi batuan gunung api (Andesit dan batuan beku Basaltik). Daerah pegunungan merupakan bentangan alam dengan puncak tajam dan punggung curam serta lereng yang curam (sekira 40% daratan).

Di Semenanjung Utara Pulau Halmahera terdapat barisan gunung api aktif dan nonaktif dengan bentuk dan struktur yang sangat khas. Pada bagian ini dataran aluvial tidak ditemukan, tetapi memasuki daerah Kao ditemukan dataran alluvial yang luas pada daerah pedalaman, dataran vulkanik yang berombak dan dataran alluvial berawa secara lokal. Pulau Morotai memiliki banyak kesamaan dengan Pulau Halmahera bagian utara yang dicirikan oleh gunung-gunung yang berkembang dari batuan sedimen dan batuan beku basa.

Iklim

Kabupaten Halmahera Utara dipengaruhi oleh iklim laut tropis yang terdiri atas tiga musim, yaitu:

  • Musim hujan pada bulan November sampai dengan Februari
  • Musim kemarau pada bulan April sampai dengan bulan Oktober
  • Musim Pancaroba pada bulan Maret dan Oktober

Adapun curah hujan di wilayah Kabupaten Halmahera Utara berkisar antara 1.500-4.500 mm per tahun. Curah hujan tertinggi (2.500-4.500 mm per tahun) dapat dijumpai di Galela dan Loloda Utara dengan tipe A sampai C menurut Klasifikasi Oldeman. Curah hujan terendah (1.500-2.000 mm per tahun) dapat dijumpai di Tobelo Selatan, Kao, Malifut dan Kepulauan Morotai, menurut klasifikasi Oldeman termasuk tipe Dl (4 bulan basah berturutan dan 1 bulan kering).

Data iklim Halmahera Utara, Maluku Utara, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.4
(86.7)
30.7
(87.3)
30.7
(87.3)
31.1
(88)
31.2
(88.2)
30.9
(87.6)
30.8
(87.4)
31.1
(88)
31.5
(88.7)
31.7
(89.1)
31.3
(88.3)
30.9
(87.6)
31.02
(87.85)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.9
(75)
24.1
(75.4)
24.1
(75.4)
24.3
(75.7)
24.4
(75.9)
24.1
(75.4)
23.7
(74.7)
23.8
(74.8)
24.2
(75.6)
24.4
(75.9)
24.3
(75.7)
23.9
(75)
24.1
(75.38)
Curah hujan mm (inci) 212
(8.35)
197
(7.76)
207
(8.15)
216
(8.5)
225
(8.86)
210
(8.27)
168
(6.61)
140
(5.51)
123
(4.84)
169
(6.65)
207
(8.15)
244
(9.61)
2.318
(91,26)
Rata-rata hari hujan 13 11 12 13 13 11 10 9 8 10 13 14 137
% kelembapan 88 85 89 87 84 83 82 80 81 83 84 87 84.4
Rata-rata sinar matahari harian 7.4 7.9 7.7 8.3 8.5 8.9 9.4 10.1 10.2 9.1 8.3 7.6 8.62
Sumber #1: Climate-Data.org[6]
Sumber #2: BMKG[7]

Sejarah

Kabupaten Halmahera Utara terbentuk pada 31 Mei 2003 berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2003.

Pemerintahan

Bupati

No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati
2
Piet Hein Babua
21 Maret 2025
Petahana
Kasman Hi. Ahmad

Dewan Perwakilan

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[8] 2019–2024[9] 2024–2029
PKB 1 Kenaikan 3 Penurunan 1
Gerindra 3 Penurunan 1 Kenaikan 3
PDI-P 2 Kenaikan 3 Kenaikan 4
Golkar 3 Steady 3 Kenaikan 4
NasDem 2 Steady 2 Kenaikan 4
Gelora (baru) 2
PKS 1 Penurunan 0 Kenaikan 1
Hanura 3 Penurunan 2 Penurunan 1
PAN 1 Steady 1 Kenaikan 3
PBB 1 Penurunan 0 Steady 0
Demokrat 4 Steady 4 Steady 4
PSI (baru) 0 Kenaikan 1
Perindo (baru) 1 Kenaikan 2
PPP 1 Steady 1 Penurunan 0
Berkarya (baru) 1
PKPI 3 Steady 3
Jumlah Anggota 25 Steady 25 Kenaikan 30
Jumlah Partai 12 Steady 12 Steady 12

Wilayah administratif

Kabupaten Halmahera Utara terbentuk pada 31 Mei 2003 berdasarkan UU No. I Thn 2003. Secara Administratif, wilayah kabupaten ini terdiri terdiri dari 9 (sembilan) kecamatan dan 174 desa. Sembilan kecamatan tersebut adalah: Kecamatan Loloda Utara (21 desa), Kecamatan Morotai Utara (17 desa), Kecamatan Morotai selatan (17 desa), Kecamatan Morotai Selatan Barat (13 desa), Kecamatan Galela (23 desa), Kecamatan Tobelo (13 desa), Kecamatan Tobelo Selatan (13 desa), Kecamatan Kao (41 desa) dan Kecamatan Malifut (16 desa).

Setelah penetapan Bupati dan Wakil Bupati defenitif maka jumlah kecamatan dimekarkan menjadi 22 kecamatan, yaitu:

  1. Galela
  2. Galela Barat
  3. Galela Selatan
  4. Galela Utara
  5. Kao
  6. Kao Barat
  7. Kao Teluk
  8. Kao Utara
  9. Loloda Kepulauan
  10. Loloda Utara
  11. Malifut
  12. Morotai Jaya
  13. Morotai Selatan
  14. Morotai Selatan Barat
  15. Morotai Timur
  16. Morotai Utara
  17. Tobelo
  18. Tobelo Barat
  19. Tobelo Selatan
  20. Tobelo Tengah
  21. Tobelo Timur
  22. Tobelo Utara

Sementara itu jumlah desa dimekarkan menjadi 254 desa. Namun pada 29 Oktober 2008, dibentuklah Kabupaten Pulau Morotai, sehingga kecamatan-kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara tersisa sebagai berikut:

  1. Galela
  2. Galela Barat
  3. Galela Selatan
  4. Galela Utara
  5. Kao
  6. Kao Barat
  7. Kao Teluk
  8. Kao Utara
  9. Loloda Kepulauan
  10. Loloda Utara
  11. Malifut
  12. Tobelo
  13. Tobelo Barat
  14. Tobelo Selatan
  15. Tobelo Tengah
  16. Tobelo Timur
  17. Tobelo Utara

Transportasi

Bandar Udara

Bandar Udara terdapat di Kao, Galela, dan Daruba. Pergerakan eksternal dengan transportasi udara, tetapi masih dalam lingkup Kabupaten Halmahera Utara adalah Kao-Ternate, Galela-Ternate dan Daruba-Ternate.

Pelabuhan Laut

Pelabuhan Tobelo dari udara

Pelabuhan Tobelo merupakan pelabuhan kolektor (collector port) sebagai pelabuhan antar pulau dari pusat kegiatan wilayah (Pelabuhan Ternate) ke Pusat Kegiatan Lokal dan Eksternal, dengan rute Tobelo-Surabaya, Tobelo-Manado/Bitung. Pelabuhan Tobelo sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan Kabupaten Halmahera Utara, lebih khusus daerah Tobelo. Pelabuhan berfungsi juga sebagai pintu gerbang yang menghubungkan Wilayah Maluku Utara dengan wilayah lain di Sulawesi, Papua, Ambon, Jawa dan Kalimantan. Selain pelabuhan Tobelo terdapat beberapa pelabuhan yang tersebar di wilayah kabupaten Halmahera Utara, antara lain:

  • 1 pelabuhan regional di Daruba
  • 4 pelabuhan lokal di Padiwang, Wayabula, Galela dan Bare-Bare.

Transportasi Darat

Wilayah Kabupaten Halmahera Utara dilintasi oleh jaringan jalan provinsi Trans Halmahera yang sekaligus merupakan jalan kolektor primer di wilayah ini. Ditinjau dari kondisinya, jaringan jalan di wilayah Kabupaten Halmahera Utara pada umumnya berkondisi baik dengan jenis pengerasan aspal dan beton. Sistem transportasi darat eksternal adalah jaringan jalan Trans Halmahera, termasuk angkutan penyeberangan yang keluar wilayah kabupaten, seperti Tobelo-Bitung.

Listrik

Pelayanan listrik di Kabupaten Halmahera Utara dilayani oleh PLN Wilayah IX Ranting Tobelo yang mencakup seluruh wilayah utara Kabupaten Halmahera Utara dengan penyebaran PLTD di 5 lokasi.

Telekomunikasi

Untuk menunjang arus informasi dari/ke Kabupaten Halmahera Utara ditunjang dengan prasarana pos dan telepon. Jumlah fasilitas pelayanan pos yang terdapat di wilayah kabupaten sampai tahun 2003 terdiri dari 6 kantor pos dan giro.

Sampai dengan tahun 2004, PT. Telkom telah memiliki pelanggan di Kabupaten Halmahera Utara sebanyak 777 pelanggan. Selain sambungan telepon langsung sarana telekomunikasi lain yang ada adalah warung telepon. Adapun jenis sarana telekomunikasi lainnya yang ada berupa All Band/ Icom / Kenwood.

Referensi

  1. ^ a b c "Kabupaten Halmahera Utara Dalam Angka 2025" (pdf). www.halutkab.bps.go.id. hlm. 65, 180. Diakses tanggal 3 Oktober 2025.
  2. ^ "Indeks Pembangunan Manusia (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020) 2021-2023". www.malut.bps.go.id. Diakses tanggal 23 Januari 2024.
  3. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2023" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 23 Januari 2024.
  4. ^ Rico, Jhon (2023-11-22). "Gunungapi Dukono Erupsi, Tinggi Kolom Letusan Capai 1.900 Meter". infopublik.id. Kementerian Komunikasi dan Informasi.
  5. ^ Sadik, Abdullah; Mugasejati, Nanang Pamuji (2005). "Konflik pemanfaatan sumber daya kawasan penambangan emas :: Studi kasus perlawanan masyarakat terhadap kebijakan konsesi penambangan emas pada kawasan Toguraci Kecamatan Malifut Halmahera Utara". Thesis : S2 Ketahanan Nasional. Universitas Gajah Mada.
  6. ^ "Tobelo, Maluku Utara, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 30 Juni 2025.
  7. ^ "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 87 & 152. Diakses tanggal 30 Juni 2025.
  8. ^ Perolehan Kursi DPRD Halut 2014-2019
  9. ^ Meja Hijau, 13 Agustus 2019, Ini 25 Anggota DPRD Halmahera Utara Terpilih, dikunjungi pada 12 Juni 2020.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement