Serat Wirid Hidayat Jati

Raden Ngabehi Ronggowarsito/Ranggawarsita

Serat Wirid Hidayat Jati adalah salah satu karya penting dalam karya sastra dan ajaran kejawen yang sering dikaitkan dengan Raden Ngabehi Ranggawarsita, pujangga besar Keraton Surakarta pada abad ke-19. Naskah ini memuat uraian mendalam tentang perjalanan spiritual manusia, hakikat kehidupan, dan hubungan antara jagad cilik/kecil (mikrokosmos) dengan jagad gede/besar (makrokosmos). Dalam Serat Wirid ini, konsep ketuhanan, kosmologi, serta laku batin dijelaskan melalui simbol, tembang, dan petuah yang mudah dicerna oleh pembaca Jawa pada masa itu. Serat Wirid Hidayat Jati ini merupakan salah satu karya Ranggawarsita yang berhasil memadukan tradisi budaya dan ilmu kejawen dengan nilai-nilai ajaran Islam melalui pandangan epistemologi Al-Hikmah Al-Muta’aliyah. [1][2]

Ajaran utama Serat Wirid Hidayat Jati menekankan pentingnya mengenal diri sebagai jalan untuk mengenal Tuhan, suatu prinsip yang sejalan dengan falsafah “sangkan paraning dumadi”. Di dalamnya juga dibahas tahapan penyucian batin, pengendalian nafsu, hingga pencapaian kesempurnaan jiwa yang disebut “manunggal”. Ranggawarsita menggunakan bahasa alus dan metafora filosofis, sehingga teks ini sering dijadikan rujukan para penghayat kejawen, praktisi laku tapa (pensucian diri), serta para kalangan yang ingin mempelajari tradisi dan ajaran filsafat Jawa yang kadang mempunyai makna tersembunyi dan susah untuk difahami (esoterisme). Wejangan dan ajaran ini banyak menjadi petunjuk bagi semua ilmu makrifat, yang sumbernya berasal dari al-Quran dan Hadis.[3]

Selain nilai spiritual, Serat Wirid Hidayat Jati memiliki arti penting dalam studi filologi (ilmu yang mempelajari naskah-naskah kuno dan teks-teks lama) dan budaya Jawa karena menggambarkan perpaduan/sinkretisme antara unsur Hindu-Buddha, Islam, dan tradisi lokal. Hingga sekarang, naskah ini bersama dengan naskah sangkan paraning dumadi tetap banyak dibaca sebagai panduan etika, spiritualitas, dan pemahaman diri bagi masyarakat Jawa.[4]

Referensi

  1. ^ "MISTIK ISLAM DALAM SERAT WIRID HIDAYAT JATI MENURUT PANDANGAN SIMUH". uin-suka.ac.id. Diakses tanggal 22 Nov 2025.
  2. ^ "SERAT WIRID HIDAYAT JATI DALAM PERSPEKTIF EPISTEMOLOGI AL-HIKMAH AL-MUTA'ALIYAH". repository.ugm.ac.id. Diakses tanggal 22 Nov 2025.
  3. ^ "Serat Wirid Hidayat Jati". perpus.jatengprov.go.id. Diakses tanggal 22 Nov 2025.
  4. ^ "Ulasan 3 Kitab Jawa Kuno". kompasiana.com. Diakses tanggal 22 Nov 2025.

Lihat juga

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement