Samida dan Gg Ahe: Jejak Perjuangan di Pangaritan
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Agustus 2025) |
Samida (Tokoh Pahlawan Lokal Pangaritan)
Samida adalah seorang pejuang kemerdekaan asal asli dari Pangaritan, Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, yang gugur akibat tembakan sniper tentara Jepang pada 21 Juli 1947. Berdasarkan kesaksian lisan keluarga besar Letkol Herman, teman seperjuangnya, Samida dikenal sebagai sosok pemberani yang aktif dalam penyelamatan warga dari romusha dan mengorganisir perlawanan lokal. Ia tewas ditembak oleh sniper yang bersembunyi di atas pohon kelapa saat bergerilya di wilayah sekitar Jl. A.H. Nasution.[1] Untuk mengenang jasanya, warga Pangaritan mengabadikan namanya melalui penamaan gang kecil setempat, yaitu "Gg Ahe", sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan lokal tersebut.[2]
Referensi
- ^ B.E, Eman. "Sorot Edukasi". Sorot Edukasi. Diakses tanggal 2025-08-03.
- ^ "Samida Pangaritan, Pejuang Lokal yang Namanya Abadi dalam Sejarah Warga Cipadung Kulon". Sorot Edukasi. Diakses tanggal 2025-08-03.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


