Rencana Perdamaian Gaza
Nama panjang:
| |
|---|---|
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump saat memperkenalkan proposal tersebut | |
| Konteks |
|
| Dirancang | 29 September 2025 |
| Ditandatangani | 9 Oktober 2025 |
| Efektif | 10 Oktober 2025 |
| Penengah | |
| Pihak | |
| Kutipan | Lampiran 1 Resolusi 2803 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa |
Rencana Komprehensif untuk mengakhiri Konflik Gaza atau biasanya disebutkan sebagai Rencana Perdamaian Gaza adalah sebuah perjanjian multilateral antara Israel dan Hamas yang bertujuan khususnya untuk menghentikan perang Gaza yang sedang berlangsung dan menghentikan krisis timur tengah pada umumnya. Dengan dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, perjanjian ini dinegosiasikan melalui konsultasi dengan berbagai negara Arab dan Islam. Rencana ini diresmikan menjadi Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803, dan diawasi oleh Board of Peace
Sejarah
Pada tanggal 29 September 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan rencana baru dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan perang Gaza yang sedang berlangsung dan krisis Timur Tengah yang lebih luas. Rencana tersebut berbeda dari proposal Jalur Gaza Trump sebelumnya, yang dibuat pada Februari 2025. Rencana tersebut terdiri dari 20 poin spesifik [2] yang secara umum bertujuan untuk mencapai gencatan senjata, kembalinya sandera Israel, melucuti kemampuan militer Hamas, dan membangun struktur pemerintahan transisi di Jalur Gaza. Trump menyatakan bahwa kesepakatan ini bergantung pada persetujuan Hamas.[3][4] Trump telah memberi Hamas tenggat waktu hingga 5 Oktober 2025 untuk menyetujui proposal mereka.[5]
Sejak Hamas mengambil alih Gaza pada tahun 2007, konflik dengan Israel terjadi berkali-kali dan memuncak pada serangan 7 Oktober 2023; Israel membalasnya dengan invasi Jalur Gaza berskala besar. Berbagai upaya gencatan senjata telah dilakukan pada akhir 2023 dan awal 2025, tetapi pertempuran tetap terjadi dengan serangan mendadak Israel pada Maret 2025. Kali ini, rencana tersebut menyerukan gencatan senjata segera, pengembalian sandera, pertukaran tahanan, demiliterisasi Gaza, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, pemerintahan transisi oleh teknokrat Palestina di bawah pengawasan internasional, rekonstruksi skala besar, dan jalur bersyarat menuju kedaulatan penuh Palestina.
Banyak negara di seluruh dunia mendukung rencana ini, termasuk Prancis, Jerman, Rusia, Spanyol, Uni Emirat Arab, Mesir, Turki, Qatar, Yordania, Indonesia, Pakistan, dan Inggris.[6] Pada tanggal 3 Oktober 2025, sebagai tanggapan atas usulan tersebut, Hamas setuju untuk membebaskan sandera yang tersisa di Gaza dan "menyerahkan administrasi Jalur Gaza kepada badan teknokrat independen Palestina", tetapi tidak untuk melucuti senjata atau melepaskan pengaruh dari Gaza.[7] Menanggapi pertanyaan reporter CNN tentang apa yang akan terjadi jika Hamas bersikeras untuk tetap berkuasa, Trump mengatakan kelompok itu akan menghadapi "pemusnahan total".[8]
Latar Belakang
Sejak tahun 1967 Gaza, beserta Tepi Barat dan Yerusalem Timur, diduduki oleh Israel; Mahkamah Internasional telah memutuskan bahwa pendudukan wilayah Palestina adalah ilegal menurut hukum internasional.[9] Setelah penarikan Israel dari Jalur Gaza pada tahun 2005, kendali wilayah tersebut dialihkan ke Otoritas Palestina. Hamas, sebuah kelompok politik dan militan Islam nasionalis Palestina, terpilih sebagai pemerintah Palestina tahun berikutnya.[10] Setelah bersaing dengan Fatah terjadi perang saudara pada tahun 2007, Hamas menguasai Jalur Gaza sepenuhnya. Hal ini menyebabkan Israel dan Mesir memblokade Gaza.[11] Hamas dan Israel saling terlibat banyak konflik: Hamas menggencarkan serangan roketnya terhadap Israel, sedangkan Israel melancarkan serangan udara dan operasi militer di Jalur Gaza.[12][13]
Lihat juga
- Board of Peace
- Rencana Perdamaian Gaza
- Perang Israel–Hamas
- Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803
- Pasukan Stabilisasi Internasional
- United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East – Agensi PBB untuk mendukung pengungsi Palestina
- Daftar misi perdamaian non-PBB
- Daftar misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa
- Proposal pengambilalihan Jalur Gaza oleh Donald Trump tahun 2025
- Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat
- Organisasi Pengawasan Gencatan Senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa
- Proses perdamaian Israel-Palestina
- Solusi dua negara
Referensi
- ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamaChristou - ^ Hansler, Jennifer (September 29, 2025). "What's in the White House's latest peace plan to end the war in Gaza". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal September 29, 2025.
- ^ "Live Updates: Trump, Netanyahu meet over Gaza hostage deal". The Jerusalem Post (dalam bahasa Inggris). September 29, 2025. Diakses tanggal September 29, 2025.
- ^ Chowdhury, Maureen; Sangal, Aditi; Hammond, Elise (September 29, 2025). "Trump to meet Netanyahu as federal government shutdown looms - live updates". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal September 29, 2025.
- ^ "Trump gives Hamas Sunday deadline to accept Gaza peace plan". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). October 3, 2025. Diakses tanggal October 3, 2025.
- ^ "Global reaction to Trump's proposal for a Gaza peace plan". Reuters (dalam bahasa Inggris). September 30, 2025. Diakses tanggal September 30, 2025.
- ^ "Hamas says "yes, but" to the Trump Gaza plan. That may not be enough". The Economist. ISSN 0013-0613. Diakses tanggal 2025-10-05.
- ^ Jaramillo, Alejandra (2025-10-05). "Exclusive: Trump says Hamas faces 'complete obliteration' if it insists on staying in power | CNN Politics". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-05.
- ^ Berg, Raffi (July 19, 2024). "UN top court says Israeli occupation of Palestinian territories is illegal". BBC. Diarsipkan dari asli tanggal September 22, 2025. Diakses tanggal October 3, 2025.
- ^ Weisman, Steven R. (30 January 2006). "Rice Admits U.S. Underestimated Hamas Strength". The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal 12 May 2025. Diakses tanggal 3 October 2025.
- ^ "Israel's disengagement from Gaza (2005)". Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal September 29, 2025.
- ^ "Seeking 'eternal Middle East peace': Full text of Trump, Netanyahu statements on deal to end Gaza war". The Times of Israel (dalam bahasa American English). September 29, 2025. ISSN 0040-7909. Diakses tanggal September 30, 2025.
So let us not forget how we got here. Hamas was elected by the Palestinian people. Israel withdrew from Gaza thinking they would live in peace. Remember that — a long time ago, they withdrew. They said, You take it. This is our contribution to peace. But that didn't work out. That didn't work out. It was the opposite of peace.
- ^ "A brief history of Gaza's 75 years of woe". Reuters (dalam bahasa Inggris). October 11, 2023. Diakses tanggal September 29, 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


