Pasukan Stabilisasi Internasional
| Pasukan Stabiliasi Internasional | |
|---|---|
| Dibentuk | Dimandatkan oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 pada 17 November 2025 |
| Aliansi | Board of Peace |
| Tipe unit | Pasukan Perdamaian Multinasional |
| Tokoh | |
| Komandan saat ini | |
| Artikel ini adalah bagian dari seri Politik dan Ketatanegaraan Jalur Gaza |
Pasukan Stabiliasi Internasional (Inggris : International Stabilization Force - ISF) adalah pasukan perdamaian multinasional yang dimandatkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan diatur dalam Rencana Perdamaian Gaza yang disepakati oleh Hamas dan Israel pada Oktober 2025. Tujuan utama pasukan ini adalah memberikan keamanan, melatih pasukan polisi Palestina baru, serta mengawasi demiliterisasi dan pembangunan kembali Jalur Gaza.[1][2]
Latar belakang
Perang Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023 setelah serangkaian serangan bersenjata terkoordinasi yang dilakukan oleh Hamas dan beberapa kelompok militan Palestina di Israel selatan.
Usulan untuk menempatkan pasukan perdamaian multinasional di Jalur Gaza awalnya diajukan oleh mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair, dalam rencana damai sementara pada Juli 2025, yang kemudian dibahas Blair dengan presiden AS Donald Trump dan penasihatnya Jared Kushner pada Agustus 2025.[3][4]
Trump memperkenalkan Rencana Perdamaian Gaza pada September 2025, termasuk ketentuan untuk pemerintahan interim yang diawasi secara internasional di Gaza dan pasukan perdamaian multinasional yang dipimpin negara Arab. Pada 8 Oktober 2025, Trump mengumumkan bahwa negosiator Israel dan Palestina telah menyetujui fase pertama rencana perdamaian tersebut. Kesepakatan ini ditandatangani pada 10 Oktober 2025 dan mulai berlaku pada hari berikutnya.[5]
Tujuan
Rencana ini menempatkan pasukan perdamaian multinasional dan pasukan polisi sipil yang direkrut lokal di Jalur Gaza, disertai dengan penarikan Israel Defense Forces dari wilayah tersebut. Tujuan utama ISF adalah menciptakan Gaza yang aman, bebas militerisasi, dan bebas dari ancaman teror, sehingga tidak menjadi bahaya bagi negara tetangga. Hal ini dilakukan dengan mendukung pembongkaran infrastruktur militer Hamas, termasuk terowongan dan fasilitas produksi senjata.[6]
Fungsi utama
Mandat ISF mencakup:[7]
- Mendukung demiliterisasi dan pembongkaran infrastruktur teror
- Mengamankan wilayah perbatasan dengan Israel dan Mesir
- Melindungi warga sipil dan operasi kemanusiaan
- Melatih pasukan polisi Palestina yang telah diverifikasi
- Memfasilitasi koridor kemanusiaan
- Membantu Board of Peace memantau gencatan senjata
Seiring stabilitas tercipta, Israel Defense Forces (IDF) diharuskan mundur dari Gaza secara bertahap berdasarkan tolok ukur dan jadwal yang disepakati.[8]
Persiapan
Setelah fase pertama rencana perdamaian Gaza berlaku pada 10 Oktober 2025, gugus tugas gabungan multinasional dibentuk untuk memantau gencatan senjata. Pada 15 Oktober, dilaporkan bahwa sekitar 25 personel AS berada di wilayah tersebut dalam peran koordinasi dan pengawasan.[9]
Pusat Koordinasi Sipil-Militer (Civil-Military Coordination Center) didirikan di bawah kepemimpinan Brad Cooper untuk memfasilitasi aliran bantuan kemanusiaan, logistik, dan keamanan ke Gaza.
Draft resolusi PBB diserahkan AS pada 3 November 2025 untuk memberikan mandat dua tahun bagi ISF, yang kemudian diadopsi sebagai United Nations Security Council Resolution 2803 pada 17 November 2025.[10]
Pada 17 Januari 2026, Mayor Jenderal Jasper Jeffers ditunjuk sebagai Komandan ISF.[11]
Negara kontributor
Rencana perdamaian Gaza memproyeksikan misi penegakan dengan 20.000 pasukan.[10] Negara yang berpotensi berkontribusi: Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, Turki, Pakistan, Indonesia, Azerbaijan, Australia, Malaysia, Kanada, Prancis, Siprus, Bangladesh, Maroko, Bosnia dan Herzegovina, Ethiopia, dan Italia.[12]
Pada 22 Oktober 2025, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Turki tidak akan dikerahkan ke Gaza.[13]
Pada KTT Board of Peace pada 18 Februari 2026, Presiden Indonesia Prabowo menyatakan siap mengirimkan 8000 pasukan bila dibutuhkan, bahkan lebih dari 8000 juga siap. [14]
Hambatan
Hamas, yang menguasai sekitar setengah Jalur Gaza, menolak rencana pengawasan internasional. Banyak negara ingin memastikan pasukannya berfungsi sebagai penjaga perdamaian dengan persetujuan semua pihak, bukan harus berkonfrontasi dengan pasukan Hamas.[15]
Lihat juga
- Board of Peace
- Perang Gaza
- Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803
- United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East – Agensi PBB untuk mendukung pengungsi Palestina
- Daftar misi perdamaian non-PBB
- Daftar misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa
Referensi
- ^ Magid, Jacob (2025-09-18). "Revealed: Tony Blair's US-backed proposal for ending the Gaza war and replacing Hamas". The Times of Israel (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-30.
- ^ Wintour, Patrick (2025-09-25). "Washington backing plan for Tony Blair to head transitional Gaza authority". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-09-30.
- ^ Badshah, Nadeem (27 August 2025). "Tony Blair attends White House meeting with Trump on postwar Gaza". The Guardian.
- ^ "Former UK PM Tony Blair could head Gaza transitional authority under UN mandate". The Arab Weekly. 2025-09-27. Diakses tanggal 2025-10-14.
- ^ "Gaza latest: Trump wants to 'rebuild Gaza' after 'historic day' - but avoids stance on Palestinian state". Sky News. October 11, 2025. Diakses tanggal October 14, 2025.
- ^ "Gaza International Transitional Authority (GITA) Institutional Structure" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-09-29.
- ^ Baker, Amb Alan (2025-11-30). "UN Security Council Resolution 2803 and the Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict". Jerusalem Center for Security and Foreign Affairs (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-23.
- ^ Gjevori, Elis. "Here's the full text of Trump's 20-point plan to end Israel's war on Gaza". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-01.
- ^ "Planning under way for international force in Gaza, say US advisers". Reuters.
- ^ a b "Security Council Authorizes International Stabilization Force in Gaza, Adopting Resolution 2803 (2025)". press.un.org.
- ^ https://www.whitehouse.gov/briefings-statements/2026/01/statement-on-president-trumps-comprehensive-plan-to-end-the-gaza-conflict/
- ^ "Oct. 16: Government hostage envoy says Israel will increase pressure on Hamas to hand over remaining bodies". The Times of Israel. October 16, 2025.
- ^ Berman, Lazar (October 22, 2025). "PM's office says there will be no Turkish troops deployed in Gaza, after reports of clash with Egypt on matter". The Times of Israel.
- ^ https://nasional.kompas.com/read/2026/02/19/23372301/prabowo-siap-kirim-8000-orang-gabung-pasukan-isf-untuk-perdamaian-gaza.
- ^ "International troops won't want to enforce Gaza peace, says King of Jordan". BBC (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-10-27. Diakses tanggal 2025-11-26.
Templat:Gaza Strip under Resolution 2803 Templat:Gaza war Templat:Israeli-Palestinian Conflict
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


