Rambipuji, Jember
Rambipuji | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Alun-alun Rambipuji | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Jember | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Roni Herman Baza, AP. | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 88.684 jiwa | ||||
| Kode pos | 68152 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.09.13 | ||||
| Kode BPS | 3509120 | ||||
| Luas | 55 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 8 | ||||
| |||||
Rambipuji adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Jember yang terletak di tengah. Kecamatan ini berada di persimpangan strategis, dari barat ke timur dilintasi jalan nasional penghubung Surabaya dengan Banyuwangi. Selain itu juga terdapat jalan provinsi menuju Jember bagian selatan melewati Balung dan Puger.[1] Jarak pusat Kecamatan Rambipuji dengan ibu kota Jember hanya sekitar 12 km. Pusat kecamatan Rambipuji merupakan kota kecil yang ramai dengan alun-alun dan Pasar Rambipuji sebagai ikonnya. Kecamatan ini juga memiliki infrastruktur penting seperti Terminal Tawang Alun dan Stasiun Rambipuji. Terminal Tawang Alun merupakan terminal bus dan angkutan kota terbesar di Kabupaten Jember yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.[2]
Rambipuji terdapat Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) dan Kebun Percobaan (KP) Kaliwining yang terletak di Desa Nogosari. Puslitkoka merupakan salah satu lembaga riset terkemuka Indonesia di bidang budidaya kopi dan kakao. Puslitkoka dikelola oleh PT. Riset Perkebunan Nusantara (RPN) yang merupakan anak usaha dari BUMN Holding Perkebunan Nusantara. Lembaga ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda pada tahun 1911 dengan nama Besoekisch Proefstation. Tidak hanya untuk penelitian, lokasi ini sekarang juga menjadi salah satu ikon wisata edukasi di Jember.[3][4]
Pada masa kolonial Belanda, terdapat Kawedanan Rambipuji yang merupakan daerah pembantu bupati di Kabupaten Jember. Kawedanan Rambipuji saat itu mencakup Kecamatan Rambipuji, Panti, Jenggawah, dan Mangli. Rambipuji adalah satu dari 7 kawedanan yang ada di Jember selain Kawedanan Jember, Kalisat, Mayang, Tanggul, Wuluhan, dan Puger.[5][6]
Geografi

Rambipuji adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Jember bagian tengah. Geografi Rambipuji berupa dataran rendah yang didominasi areal persawahan dan perkebunan. Komoditas perkebunan utama di Rambipuji adalah tebu yang banyak ditemukan di Rambipuji bagian selatan seperti Desa Nogosari (Kebun Spada). Namun juga ada komoditas lain seperti kopi dan kakao di Kebun Percobaan Kaliwining yang dikelola oleh Puslitkoka. Kebun Kaliwining sendiri berbatasan dengan Kebun Renteng yang didominasi karet di Kecamatan Ajung. Rambipuji dilewati beberapa sungai yang melintas dari utara di lereng Argopuro menuju ke selatan seperti Sungai Bedadung, Dinoyo (Kaliputih), dan Petung. Walaupun berupa dataran rendah, Rambipuji juga memiliki gumuk atau bukit kecil yang lebih tinggi dari dataran sekitarnya. Beberapa bukit terkenal di Rambipuji adalah Gumuk Gong dan Gunung Boto.
Batas wilayah Kecamatan Rambipuji adalah sebagai berikut:[7]
| Utara | Kecamatan Panti |
| Timur | Kecamatan Sukorambi dan Kecamatan Ajung |
| Selatan | Kecamatan Balung dan Kecamatan Wuluhan |
| Barat | Kecamatan Bangsalsari |
Daftar desa dan dusun
Kecamatan Rambipuji terdiri dari 8 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Curahmalang | Krajan, Gereng, Gumawang, Gumuksari | [7] |
| 2 | Gugut | Krajan, Dukuh, Jereng Barat, Jereng Timur | [7] |
| 3 | Kaliwining | Krajan, Bedadung Wetan, Bedadung Kulon, Curah Arum, Curah Banteng, Curah Suko, Gayam, Loji Lor, Loji Kidul, Tugusari | [7][8] |
| 4 | Nogosari | Krajan, Gumuk Bago, Gumuk Gebang, Gumuk Limo, Gumuksari, Persil Spada | [7] |
| 5 | Pecoro | Krajan, Bindung, Kandangan, Kandang Kidul, Kebonan | [7] |
| 6 | Rambigundam | Krajan Lor, Krajan Kidul, Dukuhsia, Gayam, Satrean | [7] |
| 7 | Rambipuji | Krajan, Curah Ancar, Gudang Karang, Gudang Rejo, Kaliputih, Kidul Pasar, Tempean | [7][9] |
| 8 | Rowotamtu | Krajan, Krajan Pulo, Curah Mluwo, Glagasan, Karang Anyar, Paseban | [7] |
Tempat terkenal
- Alun-alun Rambipuji
- Pasar Rambipuji
- Stasiun Rambipuji
- Terminal Tawang Alun - terminal induk dan terbesar di Kabupaten Jember
- Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) dan Kebun Percobaan (KP) Kaliwining
- Pasar hewan Rowotamtu
- Gumuk Gong / Watu Gong - prasasti di atas bukit kecil, terdapat ukiran huruf Pallawa dalam bahasa Sanskerta[10]
- Bendung Bedadung
- Gudang Bulog Pecoro
- Puskesmas Rambipuji
- Puskesmas Nogosari
Galeri sejarah
-
Kantor telegraf Rambipuji -
Besoekisch Proefstation atau sekarang Puslitkoka -
Stasiun Rambipuji -
Bendungan Bedadung -
Bendungan Bedadung -
Jembatan kereta di Rambipuji
Referensi
- ^ Maulana RJ (2025-09-11). "Perbaikan Jalan Rambipuji–Puger Bikin Antrean Kendaraan Mengular, Sistem Buka Tutup Berlaku hingga Malam". RADAR JEMBER.
- ^ Agung Sedayu (2016). "DESKRIPSI TINGKAT KEPUASAN KINERJA GREEN TERMINAL TAWANG ALUN JEMBER" (PDF). Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Prasarana Wilayah IX. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
- ^ Silvita Agmasari (2022-12-07). "Wisata Edukasi Anak di Jember, Berkunjung ke Kebun Cokelat dan Kopi". KOMPAS.
- ^ Mira Rachmalia (2025-10-08). "Puslitkoka, Lembaga Riset dan Pelatihan Kopi Kakao Unggulan di Jember". DETIK JATIM.
- ^ "SELAYANG PANDANG". jemberkab.go.id. Pemerintah Kabupaten Jember. Diakses tanggal 2025-12-15.
- ^ [Administratieve indeling van Java en Madoera] - sheet 3 (Oost Java). Leiden University Libraries Digital Collections. 1936.
- ^ a b c d e f g h i Kecamatan Rambipuji Dalam Angka 2024. BPS Kabupaten Jember. 2024-09-26.
- ^ M. Rifki Dawamil Galbi (2023). "TRADISI LARANGAN MENIKAH DI BULAN APIT DALAM PERSPEKTIF 'URF (Studi Kasus di Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember)" (PDF). etheses UIN Malang (Skripsi). Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
- ^ "Jumlah dan Persentase Penduduk Berdasarkan Wilayah RT di Desa Rambipuji, 2025". RAMBIPUJI.id. Diakses tanggal 2025-12-14.
- ^ Maulana Ijal (2022-08-21). "Sebelum Majapahit, Warga Telah Mengenal Aksara". RADAR JEMBER.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



