Pertempuran Long Jawai

Pertempuran Long Jawai adalah salah satu pertempuran paling awal dalam konfrontasi Indonesia–Malaysia, dan salah satu pertempuran yang melibatkan divisi ketiga Sarawak oleh beberapa pelaku dari Indonesia.[4][5][1]

Sebuah kontingen besar Indonesia menyeberangi perbatasan dan menyerang pos terdepan di Long Jawai, sekitar lima puluh mil ke Borneo. Pasukan gabungan militer dan paramiliter berhasil dikalahkan oleh pihak Indonesia, tetapi bala bantuan Gurkha Inggris ditempatkan di hutan antara daerah tersebut dan Kalimantan Indonesia. Dalam beberapa penyergapan, beberapa pasukan Indonesia yang mundur terbunuh.[4]

Latar Belakang

Di tahun 1963 pada tanggal 25-27 September, Kapten John Burlinson bersama pasukan Gurkha nya yang dipimpin oleh Kopral Gurung berangkat menuju desa Long Jawai,pasukan ini berjumlah 27 prajurit dan 2 polisi.[6] Akan tetapi pasukan pengintai Indonesia telah bersembunyi di salah satu rumah dan akan bersatu untuk melakukan suatu penyerbuan besar-besaran, pasukan indonesia yang bersembunyi di rumah ini berjumlah 150 atau 200 tentara.[7]

Pertempuran

Pada tanggal 27 September para pasukan penjaga inggris sedang berjaga-jaga sekitar desa tetapi tidak menemukan para pasukan Indonesia yang bersembunyi di sekitaran rumah. Lalu pada jam 5 pagi pasukan Indonesia secara membabi buta menyerang pasukan penjaga dengan membombardir pasukan dengan mortar. Serangan ini menewaskan seorang komunikator dan memaksa pasukan gabungan Gurkha-penjaga perbatasan mundur dari posisi, dengan begini desa Long Jawai direbut Indonesia.[8]

Setelah merebut desa pasukan Indonesia juga menjarah desa tersebut dan mengeksekusi para pasukan penjaga,aksi pasukan Indonesia ini membuat para warga lokal kehilangan kepercayaan terhadap pasukan Indonesia.[9][10]

Di hari yang sama ketika pasukan Indonesia melintasi sungai Balui mereka disergap oleh pasukan Inggris yang berjaga, pasukan Gurkha yang menembaki kapal pasukan Indonesa juga berhasil menumbangkan satu kapal dan membuat banyak korban jiwa.[8]

Kesudahan

Dengan jatuhnya desa Long Jawai ke tangan Indonesia, pasukan Indonesia berhasil memenangkan pertempuran tetapi dengan kerugian besar. Selain merebut desa pasukan Indonesa juga merusak alat komunikasi milik pasukan penjaga dan membunuh operasi dari alat tersebut.[8]

Pertempuran ini juga membuktikan kegagalan pasukan penjaga Inggris-Gurkha dalam memberi peringatan serta membuat jendral Walter Walker mengganti struktur pasukan penjaga serta mengkonsentrasikan pasukannya ke inteligensi yang lebih berfokus untuk melakukan serangan ke wilayah perbatasan.[11]

Referensi

  1. ^ a b Pocock, Tom (1973). Fighting general: the public and private campaigns of General Sir Walter Walker. Internet Archive. London, Collins. hlm. 174. ISBN 978-0-00-211295-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ a b "What you need to know about the Battle of Long Jawai". KajoMag. 25 July 2019. Diakses tanggal 24 April 2025.
  3. ^ a b c Isnaeni, Hendri F. (21 May 2021). "TNI Lawan Gurkha dalam Konfrontasi Indonesia-Malaysia". Historia. Diakses tanggal 25 April 2025.
  4. ^ a b "Archived copy". www.historicaleye.com. Diarsipkan dari asli tanggal 15 March 2010. Diakses tanggal 13 January 2022. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
  5. ^ Sarawak, Utusan (2022). "Konfrontasi berlanjutan hingga tamat". Utusan Sarawak. Diakses tanggal 26 April 2025.
  6. ^ Sarawak, Utusan (2024-09-10). "Mengimbas peranan 'Border Scout' jaga sempadan Sarawak". UTUSAN SARAWAK (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-28.
  7. ^ "What you need to know about the Battle of Long Jawai • KajoMag" (dalam bahasa American English). 2019-07-25. Diakses tanggal 2025-09-28.
  8. ^ a b c Pocock 1973, hlm. 174.
  9. ^ Wey, Dr Adam Leong Kok (2021-09-14). "Konfrontasi was not fought in vain |". NST Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-28.
  10. ^ Smith, E. D. (2020-01-24). Britain's Brigade of Gurkhas (dalam bahasa Inggris). Pen and Sword. ISBN 978-1-4738-1266-6.
  11. ^ Pocock 1973, hlm. 175.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement