Pemilihan umum Wali Kota Tanjungbalai 2020
Pemilihan umum Wali Kota Tanjungbalai 2020 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
9 Desember 2020[1] | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kandidat | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Peta persebaran suara
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pemilihan umum Wali Kota Tanjungbalai 2020 (selanjutnya disebut Pilkada Tanjungbalai 2020 atau Pilwali Tanjungbalai 2020) adalah pemilihan umum lokal yang diselenggarakan di Kota Tanjungbalai , Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Pilkada Tanjungbalai 2020 diadakan dalam rangka memilih Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai periode 2021-2025 dalam masa jabatan 4 tahun.[2]
Kursi Parlemen
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | ||
|---|---|---|---|
| 2014-2019 | 2019-2024 | ||
| PKB | 3 | ||
| Gerindra | 3 | ||
| PDI-P | 3 | ||
| Golkar | 7 | ||
| NasDem | 1 | ||
| Berkarya | (baru) 1 | ||
| PKS | 0 | ||
| PPP | 3 | ||
| Hanura | 3 | ||
| Demokrat | 2 | ||
| Jumlah Anggota | 25 | ||
| Jumlah Partai | 8 | ||
Kandidat
KPUD Kota Tanjungbalai menetapkan 3 pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai periode 2020-2024.
| Nomor Urut | Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota | Partai Politik | Jumlah Kursi DPRD | |
|---|---|---|---|---|
| 1 | PPP PKB Berkarya |
6 / 25
| ||
| 2 | ||||
| 3 | Golkar PDI-P Gerindra PKS Demokrat |
18 / 25
| ||
Hasil
| Kandidat | Partai | Suara | % |
|---|---|---|---|
| Eka — Gustami | PPP PKB Berkarya |
29.457 | 38.90% |
| Ismail — Afrizal | Independen | 9.852 | 13.19% |
| Syahrial – Waris | Golkar PDI-P Gerindra PKS Demokrat |
36.403 | 47.91% |
| Total Suara Sah | 74.712 | 100% | |
| Suara tidak sah | |||
| Pemilih golput | |||
| Pemilih terdaftar | |||
| Sumber: KPU RI | |||
Referensi
- ^ Akhmad, Harits Tryan (27 Mei 2020). "Pilkada Serentak Disepakati Diselenggarakan 9 Desember 2020". Okezone.com. Diakses tanggal 4 Agustus 2020.
- ^ Pasal 201 Ayat (7) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, da Wali Kota Menjadi Undang-Undang JDIH MK RI. Diakses pada 09-07-2019.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




