Ngraho, Bojonegoro

Ngraho
Pasar Blimbinggede di pusat kecamatan
Pasar Blimbinggede di pusat kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBojonegoro
Pemerintahan
 • CamatWiyanto, SH.
Populasi
 (2024)
 • Total48.414 jiwa
Kode pos
62165
Kode Kemendagri35.22.01 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3522020 Suntingan nilai di Wikidata
Luas71,48 km²
Desa/kelurahan16
Peta
PetaKoordinat: 7°15′8″S 111°32′47″E / 7.25222°S 111.54639°E / -7.25222; 111.54639

Ngraho adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bojonegoro yang terletak di barat. Ngraho berbatasan dengan Kabupaten Blora di sebelah barat tetapi dipisahkan oleh Sungai Bengawan Solo.[1] Ngraho terletak di jalan nasional strategis yang menghubungkan ibu kota Bojonegoro dan Padangan di utara dengan Ngawi di selatan.[2] Di tepian jalur tersebut terdapat pusat perbelanjaan yang ramai seperti Pasar Blimbinggede, Pasar Ngori, dan Pasar Tinggang. Pada tahun 1992, bagian selatan Ngraho dimekarkan menjadi kecamatan baru bernama Margomulyo sehingga sekarang tersisa 16 desa di Ngraho.[3] Ngraho dan Margomulyo dikenal sebagai sentra kerajinan kayu dan akar jati.[4]

Geografi

Peta kecamatan di Bojonegoro

Ngraho adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Bojonegoro bagian barat dan berada di jalur penghubung menuju Ngawi. Wilayah Ngraho berbatasan dengan Kabupaten Blora di barat tetapi dipisahkan oleh Sungai Bengawan Solo. Saat ini, tidak ada jembatan penghubung dari Ngraho menuju Blora. Namun ada jasa perahu tambangan yang memfasilitasi penyeberangan sungai dan terletak di Desa Payaman dan Sumberarum. Saat musim kemarau, Bengawan Solo mengering dan menjadi obyek wisata populer bernama Kracakan.[5] Geografi Ngraho berupa dataran rendah di utara yang didominasi areal persawahan. Sedangkan bagian selatan di perbatasan Margomulyo berupa perbukitan yang kering dan banyak ditanami pohon jati.

Batas wilayah Kecamatan Ngraho adalah sebagai berikut:[6]

Utara Kecamatan Padangan
Timur Kecamatan Tambakrejo
Selatan Kecamatan Margomulyo
Barat Kabupaten Blora (Kecamatan Cepu, Kedungtuban, dan Kradenan)

Daftar desa dan dusun

Kecamatan Ngraho terdiri dari 16 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:

No. Nama Desa Nama Dusun atau Dukuh Ref
1 Bancer Kedungdowo, Kedungringin, Padas [6]
2 Blimbinggede Blimbinggede, Setren [6]
3 Jumok Jumok, Banyuurip, Ketangi, Ngampel, Ngampon, Ngrowo [6]
4 Kalirejo Kalirejo, Gadung, Glagah, Pelang, Peting [6]
5 Klempun Klempun, Kayen, Pandean [6]
6 Luwihaji Krajan, Blimbing, Bubar, Cangkring, Karangnongko, Manding, Mendeg, Ngirengan, Ngluwak, Punggur, Serut, Tawang, Weru [6]
7 Mojorejo Mojorejo, Alas Malang, Gogolan, Kiringan, Mangkang, Mojokeduk [6]
8 Nganti Bendo, Gempol, Jati, Jeding, Mbingung, Murboto, Pepe, Tukbuntung [6]
9 Ngraho Ngraho [6]
10 Pandan Pandan [6]
11 Payaman Payaman, Ketawang, Merbong, Tinggang [6]
12 Sugihwaras Sugihwaras, Gadungan, Jurang Krapak, Keloran, Sambirobyong [6]
13 Sumberagung Begodo, Dadapan, Ngidung, Welang [6]
14 Sumberarum Kedungbunder, Pruwo, Sumber [6]
15 Tanggungan Tanggungan, Karangturi (Gadelan), Ngori, Sekaran [6]
16 Tapelan Tapelan, Mluwu, Sambigerang [6]

Sejarah

Pada tahun 1246 M, Raja Wisnuwardhana dari Kerajaan Singhasari mengeluarkan Prasasti Maribong. Prasasti ini berisi rasa terimakasih dan tanda kehormatan untuk wilayah Maribong di kawasan Jipang, karena para Begawan Maribong, telah membantu leluhurnya dalam menyatukan Jawa. Sang Raja juga memberi gelar untuk wilayah ini yaitu Tlatah Bhinnasrantaloka yang berarti "tanah penentram dan pemersatu". Sebelumnya, wilayah Jawa masih terpecah antara Kerajaan Panjalu dan Jenggala. Wilayah Maribong sekarang dikenal dengan nama Dusun Merbong di Desa Payaman.[7]

Tempat terkenal

Kantor Camat Ngraho
  • Pasar Blimbinggede
  • Pasar Ngori
  • Pasar Tinggang
  • Pring Sewu Camping Ground & Mini Zoo
  • Kolam renang Segoro Biru
  • Wisata Kracakan Bengawan Solo[5]
  • Puskesmas Ngraho

Referensi

  1. ^ Slamet Agus Sudarmojo (2015-09-27). "Bengawan Solo Bojonegoro Ramai Dikunjungi Wisatawan". ANTARA JATIM.
  2. ^ Tulusno Budi S (2023-12-08). "Banjir Bandang Rendam Jalan Nasional Bojonegoro – Ngawi". BERITA JATIM.
  3. ^ "PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 1992 TENTANG PEMBENTUKAN 18 (DELAPAN BELAS) KECAMATAN DI WILAYAH KABUPATEN-KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BLITAR, LUMAJANG, SITUBONDO, LAMONGAN, PROBOLINGGO, MALANG, BOJONEGORO, DAN KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II SURABAYA DALAM WILAYAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR" (PDF).
  4. ^ Muharrom (2019-03-28). "Kerajinan Gembol Jati yang Masih Bertahan". BLOK BOJONEGORO.
  5. ^ a b Maulida Chartagupta (2024-06-03). "Kracakan, Wisata Bengawan di Tengah Dua Provinsi". JURNABA.co.
  6. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q Kabupaten Bojonegoro Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Bojonegoro. 2025-02-28.
  7. ^ A Wahyu Rizkiawan (2025-04-08). "Tlatah Bhinnasrantaloka: Tanah yang Dihormati Para Raja". JURNABA.co.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement